Mimpiku untuk dunia yang sehat dan menyehatkan secara fisik, emosi dan spiritual.

  

 Hari ini, adalah hari Martin Luther King di Amerika Serikat. Beliau sempat berkata ..

I have a dream that one day on the red hills of Georgia, the sons of former slaves and the sons of former slave owners will be able to sit together at the table of brotherhood.

(Aku bermimpi bahwa suatu hari di bukit-bukit merah di Georgia, putra dari mantan budak dan putra dari mantan pemilik budak akan dapat duduk bersama sebagai saudara).

Impiannya diwujudkannya dalam kegigihan perjuangannya menentang segregasi yang berhasil mengubah posisi warga kulit hitam sejajar dengan kulit putih.

Di hari Martin Luther King, Jr, aku pun ingin bermimpi..

🌷🍃🌷🍃🌷🍃

Aku bermimpi bahwa suatu hari semua umat manusia percaya bahwa dirinyalah manusia yang paling faham apa yang terjadi pada dirinya sendiri, mampu berkomunikasi dengan semua anggota tubuhnya, dan membangun hidup yang harmonis dengan kebutuhan semua anggota tubuhnya.

Aku bermimpi bahwa suatu hari semua umat manusia dapat memancarkan vibrasi yang membahagiakan, menyehatkan, positif, dan menyembuhkan, bagi dirinya sendiri dan bagi sesama, juga semesta. Vibrasi yang terpancar dari rasa syukur atas semua karuniaNya, dari rasa kasih kepada dirinya sendiri, semua anggota tubuhnya, perasaannya, pikirannya, keluarganya, sekelilingnya, yang dicintainya, yang baik kepadanya, maupun yang dzalim padanya, atau “dianggapnya” dzalim padanya. Dan pasien pergi ke dokter dan penyedia layanan kesehatan lainnya untuk membantunya menyembuhkan sakitnya, sesuai dengan intuisinya.

Aku bermimpi bahwa suatu hari semua healer atau penyedia layanan kesehatan termasuk dokter, energy healer, praktisi quantum touch, akupunktur, pernafasan qi, senam, yoga, herbalis, pakar nano teknolog, health coach, inovator dapat bekerja bersama, sejajar, berdiri sama tinggi dalam membantu pasien, didasari hukum-hukum kasih dan kemanusiaan. Menyelamatkan nyawa menjadi prioritas nomor satu, tanpa  dikalahkan birokrasi atau prosedur. Tak ada lagi dokter yang menyebar energi negatif melalui foto-foto kegagalan atau menjatuhkan metode-metode kesembuhan lain. Semua bekerja sama saling mendukung, untuk menyehatkan, menyelamatkan nyawa umat manusia sehingga pasien merasa nyaman dalam keteduhan yang penuh kasih. Dokter pun kembali sebagai docere, atau edukator, yang fokus membantu proses kesembuhan, kebugaran dan daya tahan umat jiwa dan raga umat manusia.

Aku bermimpi bahwa kecanggihan metode medis nomor satu dunia yang menyelamatkan nyawa saat operasi, bayi yang lahir prematur, dapat dikombinasi dengan kekuatan doa, pikiran, energi, vibrasi, bioelektromagnetik, nutrisi, energi qi dan ibadah, untuk benar-benar secara efektif membantu pasien dengan segenap potensi yang ada.

Aku bermimpi semua pemberi layanan medis konvensional dan alternatif patuh pada aturan etika spiritual dan kemanusiaan, didasari kemurnian hati, sehingga pasien dapat mempercayai siapapun yang ada di dalam rumah sakit, ataupun di klinik-klinik alternatif.

Aku bermimpi bahwa intuisi dan petunjuk Sang Pencipta dapat bekerja bersama dengan teknologi medis yang canggih, melindungi pasien dari apapun yang dapat membahayakannya.

Aku bermimpi bahwa pasien dapat memiliki hati yang murni, jernih dan bersih, untuk mendengar petunjukNya dalam memilih metode terbaik yang dipilihkan Allah untuk menyembuhkannya. Tak ada lagi siapapun yang dapat menghinanya, menghakiminya akan keputusan yang dianggap salah, mem-bully nya karena metode yang dipilih tidak sesuai kaidah, atau menyalahkan kalau ia menolak rekomendasi treatment yang diberikan karena tak sesuai dengan intuisinya. Karena pemandunya adalah Sang Penyembuh yang sesungguhnya. Semua pasien diperlakukan dengan penuh kasih, penuh sayang, tanpa ada yang dapat membuatnya merasa direndahkan. Dan kekuatan serta potensi pasien pun akan terbangun untuk membantunya membangun semangat dan kekuatan untuk pulih kembali.

Aku bermimpi bahwa semua penyembuh, termasuk dokter, dan semua praktisi kesembuhan alternatif mampu membantu pasien menjalani transformasi spiritual yang disediakan Sang Pencipta untuk mereka, menjadi manusia-manusia yang lebih baik, lebih berdaya, bukan hanya sekedar obyek pelengkap penderita dalam kehidupan.

Aku bermimpi bahwa suatu hari setiap penyembuh dapat memberdayakan, meng-coach pasien untuk menuliskan sendiri resep yang terbaik baginya, dengan panduan Sang Penyembuh. Resep treatment yang bisa saja termasuk bedah, obat, dilengkapi dengan diet, herbal, nutrisi, olah raga, life coach, counselling, mentoring, spiritualitas, ibadah dan doa.

Aku bermimpi semua rekomendasi treatment tersebut dapat dibayarkan kembali oleh asuransi. Karena kesehatan holistik, mencakup sehat tubuh, jiwa dan pikiran, adalah hak azasi setiap warga negara, bukan kemewahan yang dapat dinikmati hanya oleh segelintir warga negara.

Aku bermimpi semua pembuat kebijakan mendasarkan semua proses penyusunan kebijakan pada aspirasi, harapan dan ekspektasi pasien. Tak ada lagi kebijakan yang dibuat tanpa melibatkan pasien, karena semua rajin mendengarkan dan berdiskusi, mencari insight agar semua kebijakan, treatment dan solusi kesehatan benar-benar menjawab permasalahan yang dihadapi pasien. Pasien pun menjadi subyek dan bukan sekedar obyek pelengkap penderita, menjadi pelaku utama dalam perencanaan, penyusunan, peluncuran, implementasi, pemantauan dan evaluasi kebijakan.

Aku bermimpi semua dokter tidak terlalu lelah karena jumlah pasien yang harus ditangani sampai tengah malam, agar semua dapat memiliki kekuatan yang cukup untuk membantu proses kesembuhan dengan penuh cinta dan kasih, atas dasar kemanusiaan, dan bukan komersialisasi industri kedokteran.

Aku bermimpi bahwa semua pasien tak lagi ketakutan menghadapi penyakitnya, tak ada lagi demotivasi apalagi keinginan bunuh diri hanya karena diagnosa penyakit. Semua penyedia layanan kesembuhan dapat membangun kepercayaan diri pasien, membangkitkan imunitasnya dan mempersiapkannya mendapatkan remisi spontan dan keajaiban. Dan pasien pun percaya bahwa apapun yang terjadi padanya adalah karunia, bukan bencana. Bahwa semua ujian dari Sang Pencipta dapat disikapi dengan baik, positif, penuh prasangka baik. Sekalipun sakit adalah jalan menuju ajal, persiapan emosional, fisikal dan spiritual dapat berjalan dengan lancar dan mudah untuk menghadapNya. Karena Sang Kekasih sedang menanti di ujung sana.

 

Itu mimpiku, apa mimpimu, sahabat?

Terinspirasi tulisan Lissa Rankin, MD.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s