Berilah nasehat pada seseorang dihadapannya, jaga kehormatannya dibelakangnya

image
Ada untaian nasehat yang sangat berharga dari Syekh Abdullah Azzam, bagi mereka yang bercita-cita menegakkan Islam di muka bumi ini. Namun sesungguhnya nasehat ini sangat relevan untuk semua umat manusia dalam mencapai tujuan apapun. 

Nasehat ini didokumentasikan dalam sebuah buku berjudul Hidmul Khilafah wa Bina-uha, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul: Runtuhnya Khilafah dan Upaya Menegakkannya.

Nasehat beliau ini sangat penting kita renungkan dan terapkan, terlebih lagi pada saat ini dimana banyak terjadi gontok-gontokan dan perseteruan antar sesama gerakan Islam. Tidak hanya untuk itu tapi nasehat ini berlaku dalam keluarga, persahabatan, interaksi sosial manapun dimana kita berada.

Hidup ini hanya sebentar, seperti permainan saja, jangan dikotori dengan hal-hal yang buruk.

Selamat menyimak.

🌹🍃🌹🍃🌹

Jika kamu ingin menegakkan hukum Islam secara universal, sehingga manusia tunduk kepadanya, maka terlebih dahulu kamu harus melihat saudara-saudaramu yang ada di sekelilingmu dengan pandangan cinta, sayang dan simpati. Harus tertanam betul dalam hatimu bahwa orang yang ada disampingmu adalah haram darahnya, kehormatan dan hartanya.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Setiap muslim terhadap muslim yang lain, haram darahnya, kehormatan dan hartanya.” HR. Bukhari Muslim

Dan hendaknya kamu tidak berprasangka padanya kecuali yang baik saja. Sebelum sampai pada tarbiyah ini, maka sungguh sangat berbahaya sekali mengangkat senjata terhadap musuh. Sebelum sampai pada marhalah yang mendasar ini, maka senjata yang telah diangkat itu akan berbahaya bagi pemegangnya.

Dan berbahaya bagi umat, apabila senjata itu berhasil mencapai singgasana kekuasaan. Karena darah akan mudah mengalir, kehormatan akan diinjak-injak, harta benda akan dirampas, dan kekuasaan akan berganti dari tangan kaisar (baca: penguasa diktator) satu ke tangan kaisar yang lain. Hanya luarnya dipoles dengan syi’ar-syi’ar dan nama-nama Islam sehingga nampak seperti penguasa Islam.

Apabila saudaramu seperjuangan tidak aman atau selamat dari (sikap dengki) mu, padahal dia telah bertaruh nyawa sebagaimana kamu telah bertaruh nyawa, dan kalian berdua bertemu dalam satu perjuangan, sama-sama menghadapi penindasan, penyiksaan, pengusiran dan lain sebagainya. Apabila kehormatan dirinya tidak aman dari penginjak-injakan, apabila dagingnya tidak aman dari dimakan, apabila harta bendanya tidak aman dari perampasan, dan apabila kehormatannya tidak aman dari penghinaan dan pelecehan. Maka apa jadinya?

Bagaimana besok kalian akan berbuat terhadap orang-orang Nasrani, orang-orang Yahudi dan orang-orang yang tunduk pada kekuasaan kalian? Bagaimana kalian akan bertindak terhadap orang-orang awam? Jika orang yang melangkah bersamamu (menegakkan agama Allah di muka bumi) sendiri tidak aman dari (sikap dengki) mu.

Engkau menyambut kedatangannya dan memeluknya kencang sehingga tulang rusuknya hampir lekat dengan tubuhmu. Tapi sedetik saja dia hilang dari pandanganmu, maka kamu memakan dagingnya dan merusak kehormatannya (dengan mengghibahnya).

Islam macam apa ini? Islam apa yang hendak kamu tegakkan dalam kehidupan manusia? Agama apa yang kamu serukan itu? Bagaimana mungkin, jika sekelompok kecil yang ada saja tidak dapat hidup bersatu. Padahal minimal hak muslim yang harus dipenuhi adalah tidak menggunjingnya ketika dia tidak ada.

Syari’at Islam dan pedoman hidup Islam mengajarkan kepada kita supaya memberi nasehat seseorang dihadapannya, supaya kita menjaga kehormatannya dibelakangnya (ketika dia tidak ada), bukan sebaliknya.

Seperti ucapan Hudzaifah kepada Mu’ad bin Jabal:
“Sungguh engkau telah mendapati diri kita semua bersaudara luar dan dalam. Kemudian kita hidup pada suatu zaman, dimana kita melihat orang-orang yang lahirnya nampak bersaudara tetapi batinnya memendam permusuhan”.

Demikian petikan nasehat Syekh Abdullah Azzam. 

Ahmadin, Al maarij group 

🍃🌹🍃🌹🍃🌹

Sahabatku,

Manusia yang baik adalah manusia yang membawa kebaikan bagi orang lain di depan maupun belakangnya. 

Sebarkanlah kebaikan bagi semua orang, semua manusia bahkan bagi semesta. Pikiran dan perasaan baik saja sudah cukup untuk menebar kebaikan karena setiap perasaan dan pikiran baik akan membawa perkataan dan perbuatan yang baik, termasuk sikap kita terhadap manusia dan makhluk lainnya. Minimal kita bisa mendoakan semua makhlukNya termasuk mereka yang kita anggap buruk, kita benci atau mendzalimi kita.

Perasaan dan pikiran baik juga akan sampai kepada Allah, karena Allah tahu apa yang ada dalam perasaan dan pikiran kita. 

Saat kita mampu merasa baik dan berfikir baik terhadap siapapun, termasuk musuh kita, saat itulah kita berhak menjadi pemimpin, karena kita akan menjadi pemimpin yang membawa kebaikan, dan bukan kerusakan.

Berapakah “ponten” anda dalam hal ini saat ini? 

Berapa “ponten” yang ingin anda raih di akhir tahun ini?

Apa saja yang akan anda lakukan untuk itu?

Kepada siapa dan apa saja anda harus mencari bantuan?

Bagaimana agar anda bisa menjaga komitmen dalam hal ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s