Pandanglah kejadian teror dari sisi keberanian dan keberhasilan para penegak keadilan 

IMG_5141
“THE BRIGHT SIDE”. 
Bagi teroris mencoba 100 kali; terjadi 1 kali saja lalu sering disebut sukses. Bagi yang mencegah. Itu dia berhasil mencegah 99 kali; 1 kali terjadi saja, lalu disebut gagal.

Sering kita tidak menilai seluruh kejadian, tapi sering hanya menilai satu kejadian. Dari satu kejadian itu lalu lompat pada kesimpulan siapa sukses dan siapa gagal.

Kita harus terus dukung aparat yg sudah berhasil tangkis 99 kali itu. Mereka jalani hal2 berat, tak terlihat, kerja sunyi dan penuh resiko. Mereka pasang, badan resiko nyawa untuk menyelamatkan kita semua.

Orang tua jangan terlalu banyak bicarakan tentang teroris-nya, tp justru harus lebih utamakan bicara ttg para polisi yg berani dan sigap. Anak2 diajak bicara soal sisi keberanian dan sisi kebenaran. Dari kejadian teror itu yang diharapkan muncul di anak2 justru dari rasa bangga, semangat dan hormat. Bukan rasa takut krn cerita2 mencekam atas kekerasan yg dilukan orang2 yg tak terduga. 
Anies Baswedan

🌹💐🌹💐🌹💐

Sahabatku,

Cobalah ambil sehelai kertas besar dan kita berikan satu titik hitam di atasnya. Lalu bertanyalah lada orang lain ada apa di kertas tersebut? Maka jawabannya pasti “titik hitam” dan bukan “banyak ruang putih dan satu titik hitam.”

Kita seringkali melihat hal yang buruk dan lupa pada yang baik. 

Kita merasa merana karena ada bencana. Kita lupa karuniaNya lebih besar daripada ujianNya dalam bentuk bencana.

Kita merasa takut akan masa depan yang tak pasti dan lupa akan janji Allah untuk menjamin hidup kita.

Cobalah untuk mulai melihat kertas putih yang jauh lebih besar dan pindahkan fokus dari titik di tengah.

Fokus pada:

  • Kebaikan dan bukan keburukan 
  • Kekuatan dan bukan kelemahan 
  • NikmatNya, buka ujianNya 
  • Kemungkinan yang baik, bukan yang buruk 

Hal ini akan membuat seluruh anggota tubuh merasa nyaman dan sehat. Kita pun menjadi lebih bahagia. Pikiran, perasaan, perbuatan menjadi lebih baik.

Perasaan, pikiran, perbuatan, perkataan yang baik adalah awal dari karakter yang baik dan akhirnya nasib yang baik.

Ingin nasib yang lebih baik? Caranya bukan mengeluhkan masalah dan titik hitam dalam hidup tapi dengan fokus pada rasa syukur, kebaikan, nikmatNya, dan berbagai kesempatan yang membentang di depan mata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s