Tak mau berdoa, merasa sudah mampu, adalah sikap sombong terhadapNya

  
Saat kita haji, di Padang Arafah, ada masa di mana semua doa adalah doa makbul. Siapa yang tak berdoa dianggap sombong.

Manusia memang sering sombong, merasa yakin bisa meraih sesuatu tanpa harus berdoa, merendahkan diri di hadapanNya dan memohon hanya padaNya.

Manusia seringkali sombong, merasa bahwa prestasinya adalah murni hasil kerjanya, bukan karunia Allah yang harus diminta melalui doa.

Manusia seringkali sombong, saat terkena bencana ia malah mengeluh ke sana sini pada manusia, bukannya merendahkan diri dan meminta kepada Allah. Padahal apa yang bisa dilakukan manusia tanpa bantuanNya.

Manusia seringkali sombong, merasa sudah alim dan baik, sehingga lupa berdoa untuk menjadi lebih baik lagi dan dilindungi bahkan dari kedzaliman dirinya sendiri yang sering bersikap sombong.

Doa menjadikan kita mulia.

“Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah dibandingkan doa.” (HR. At Tirmidzi).

Doa adalah kemuliaan. Maka lupa berdoa berarti lalai membangun kemuliaan.

Dalam doalah kita merendahkan diri hanya padaNya, mengakui kebesaranNya dan kekuasaanNya.

Saat kita mau mengakui kelemahan kita, saat itulah kita dapat mengatasiNya.

Apa yang dapat kita atasi kalau kita tak mau membuka mata dan melihat masalah yang sesungguhnya, bahwa kkya memang hanya makhluk ciptaanNya. Sang Penciptalah yang kuat, sumber kekuatan bagi yang dicipta.

Hanya doa yang bisa mengubah takdir

“Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Sikap kehati-hatian tidak menahan dari takdir, dan doa bermanfaat dari apa yang terjadi (turun) ataupun yang belum terjadi (turun) dan sesungguhnya bala benar-benar akan turun lalu dihadang oleh doa, mereka berdua saling dorong mendorong sampai hari kiamat.” (HR. Al Hakim dan dihasankan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 7739).

Apakah kita mampu menentukan masa depan kita? Tidak.

Nasib sudah ditentukan Allah sampai akhir zaman. Hanya doa kitalah yang dapat dikabulkanNya dan mengubah ketentuanNya.

Ingin hidup lebih baik? berdoalah dan jemput jawabanNya dengan bekerja.

Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu berkata, “Cukup doa disertai dengan amalan yang baik sebagaimana makanan disertai dengan garam.”

Abu Dzar ra juga mengatakan:

“Doa adalah musuhnya bala, melawannya, melarang turunya dan mengangkat dan meringankannya jika ia turun, dan ia adalah senjatanya orang beriman. Doa berhadapan dengan bala tiga keadaan;

  • Doanya lebih kuat daripada bala maka ia menolaknya.
  • Doanya lebih lemah daripada bala, maka akhirnya bala yang menang, dan mengenani hamba akan tetapi terkadang meringankannya jika ia lemah.
  • Doa dan bala’ saling berlawanan dan manahan setiap salah satu dari keduanya.”

(kitab Al Jawab Al Kafi, karya Ibnul Qayyim rahimahullah).

Doa tak pernah percuma.

Setiap doa akan dijawab Allah dengan salah satu dari tiga hal:

  • Menyegerakan dikabulkannya doa tersebut
  • Disimpan untuk tabungan akhirat
  • Menjauhkan pendoa dari keburukan atau bencana

Maka teruslah berdoa. Basahilah bibir dengan doa yang tak putus-putus. Jangan sampai bibir kering dari doa. 

Apakah kita bisa yakin kita mampu mencapai semua yang kita inginkan? tidak.

Apakah kita yakin kita akan aman sentausa selalu tanpa ada bencana? tidak.

Apakah kita bisa yakin tabungan akhirat kita cukup? tidak

Sombonglah manusia yang tak berdoa karena ia lupa akan ketiga hal tersebut: 

  • Kemampuannya yang terbatas
  • Resiko bencana
  • Tabungan akhirat yang sedikit

Yuk, kita buang kesombongan kita. Teruslah berdoa, dan doakan:

  • Semua makhlukNya di bumi dan langit
  • Yang kita cintai dan yang kita benci
  • Yang mencintai kita, baik pada kita, maupun yang benci pada kita dan mendzalimi kita
  • Semua leluhur dan semua yang sudah meninggal, serta semua keturunan sampai akhir zaman

Tak mau mendoakan semua umat? 

Tak mau mendoakan yang kita benci, yang membenci kita atau mendzalimi kita?

Tak mau mendoakan yang sudah meninggal atau yang belum lahir?

Sekali lagi, apa yang bisa kita lakukan untuk membuang sombong yang menahan kita dari doa bagi mereka semua?

Marilah kita cuci bersih-bersih hati kita dengan doa bagi alam semesta. Semoga semua doa kita menyelamatkan kita.

Aamiin yra.

Sumber: Jangan malas untuk berdoa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s