Usia 40. Sudah siap?

  
 Assalamu’alaykum

Ada apa dengan usia 40 tahun….?======================

Usia 40 tahun disebutkan dengan jelas dalam surat Al Ahqaf 15. Pada usia inilah manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosi, maupun spiritualnya. Ia benar-benar telah meninggalkan usia mudanya dan melangkah ke usia dewasa yang sebenar-benarnya.

Doa yang terdapat dalam ayat tersebut dianjurkan untuk dibaca oleh mereka yang berusia 40 tahun atau lebih. Di dalamnya Allah menjelaskan bahwa mereka telah menerima nikmat yang sempurna, cenderung beramal yang positif, telah mempunyai keluarga yang baik, dan ingin bertaubat kembali kepada Allah swt.

Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang-orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? (QS Al-Fathir: 37)

Menurut Ibnu Abbas, Hasan al-Bashri, al-Kalbi, Wahab bin Munabbih, dan Masruq –Radhiyallahu ajma’in-, yang dimaksud dengan “umur panjang dalam masa yang cukup untuk berfikir” dalam Al Fathir 37 ini tidak lain adalah ketika berusia 40 tahun. Menurut Ibnu Katsir, ayat ini memberikan petunjuk bahwa manusia apabila menjelang usia 40 tahun hendaklah banyak taubat dan kembali kepada Allah swt dengan bersungguh-sungguh.

Ayat itu juga menandakan bahwa usia 40 ditandai:

  • Kematangan. Usia 40 tahun adalah usia matang untuk kita bersungguh-sungguh dalam hidup. 
  • Mengumpulkan pengalaman, menajamkan hikmah dan kebijaksanaan, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian. 

Maka tidak heran tokoh-tokoh pemimpin muncul secara matang pada usia ini.  Nabi Muhammad saw diutus menjadi nabi tepat pada usia 40 tahun. Begitu juga dengan nabi-nabi yang lain, kecuali Nabi Isa as. dan Nabi Yahya as.

Banyak negara menetapkan untuk menduduki jabatan-jabatan elit seperti ketua negara, disyaratkan bakal calon harus telah berusia 40 tahun. Masyarakat sendiri mengakui prestasi seseorang mantap tatkala orang itu telah berusia 40 tahun. Soekarno menjadi presiden pada usia 44 tahun. Soeharto menjadi presiden pada umur 46 tahun.

Usia 40 tahun adalah usia ketika manusia benar-benar meninggalkan masa mudanya dan beralih kepada masa dewasa sempurna. Kenyataan yang paling menarik pada usia 40 tahun ini adalah meningkatnya minat seseorang terhadap agama sedangkan semasa mudanya jauh sekali dengan agama. Seolah-olah macam satu fitrah di usia ini ramai yang mula menutup aurat dan mengikuti kajian-kajian agama. Jika ada orang yang telah mencapai usia ini, namun belum ada minatnya terhadap agama maka ini pertanda yang buruk dari kesudahan umurnya di dunia.

Salah satu keistimewaan usia 40 tahun tercermin dari sabda Rasulullah saw:

“Seorang hamba muslim:

  • Bila usianya mencapai 40 tahun, Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya). 
  • Jika usianya mencapai 60 tahun, Allah akan memberikan anugerah berupa kemampuan kembali (bertaubat) kepadaNya. 
  • Bila usianya mencapai 70 tahun, para penduduk langit (malaikat) akan mencintainya. 
  • Jika usianya mencapai 80 tahun, Allah akan menetapkan amal kebaikannya dan menghapus amal keburukannya. 
  • Dan bila usianya mencapai 90 puluh tahun, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan dosa-dosanya yang dahulu, Allah juga akan memberikan pertolongan kepada anggota keluarganya, serta Allah akan mencatatnya sebagai tawanan Allah di bumi”. (HR. Imam Ahmad)

Hadits ini menyebut usia 40 tahun paling awal memiliki komitmen terhadap penghambaan kepada Allah sekaligus konsisten terhadap Islam, maka Allah akan meringankan hisabnya. Orang yang usianya mencapai 40 tahun mendapatkan keistimewaan berupa hisabnya diringankan. 

Imam Asy-Syafi’i tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, jawab beliau, “Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa-sisa syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikitpun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk-pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syara’ lazim bagiku. Di antara aku dan dia ada Allah.”

Lantas, apa yang harus kita lakukan menginjak usia 40 tahun?

  • Meneguhkan tujuan hidup
  • Meningkatkan daya spiritual
  • Menjadikan uban sebagai peringatan (bukan dicabut)
  • Memperbanyak bersyukur
  • Menjaga makan dan tidur
  • Menjaga istiqamah dalam ibadah

“Orang yang bijak adalah orang yang selalu mengingati mati.”

Usia 40 mengingatkan kita bahwa dunia makin jauh dan akhirat makin dekat. Bersiaplah benar-benar akan hari yang pasti akan datang tanpa pemberitahuan: ajal.

Abdullah bin Abbas ra. dalam suatu riwayat berkata, “Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak mantap dan tidak dapat mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke neraka.”

Jadi sahabatku ..

Bagi yang belum mencapai usia 40, apakah persiapanmu agar pada usia ini 

Diadaptasi dari artikel kiriman Budi Purnomo, di group Al Maarij.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s