Surat Terbuka untuk Pak @Jokowi : Izinkanlah ECCT selamatkan nyawa kami

  
Bapak Presiden yang sangat kami hormati, semoga Bapak selalu sehat wal afiat, sehat lahir batin, bebas dari penyakit apapun.

Kesehatan adalah hak asasi setiap rakyat Indonesia. Dengan sehat kami bisa berkreasi, membangun keluarga, membangun masyarakat dan bangsa. Sayangnya, sehat ini susah didapatkan di Indonesia, terutama bagi kami penerima anugerah kanker.

Ada 4,3 penerima anugerah kanker per 1.000 penduduk Indonesia. Namun hanya ada 0,6 tempat tidur dan 0,2 dokter per 1.000 penduduk untuk melayani berbagai macam penyakit, tidak hanya penyakit kami. Belum lagi kanker adalah penyakit yang cepat sekali mengambil nyawa kami.

Banyak di antara kami yang merasa depresi, bahkan hampir bunuh diri, mendengar diagnosa kanker. Pengobatan susah didapat, apalagi di daerah. Bahkan bagi kami yang kebetulan tinggal di kota, punya uang, dan mampu berobat, tak ada dokter yang dapat menjamin kesembuhan kami. Bahkan di Amerika yang sangat siap melayani pun, tingkat survival 5 tahun untuk kanker payudara hanya 11% (SEER).

Bagaimana kami tak merasa ajal semakin dekat?

Di tengah gelap ada cahaya. Ada ECCT, inovasi jaket listrik yang mampu mengacaukan pembelahan sel kanker dengan daya rendah. Dari 3.183 pengguna ECCT, 1.530 membaik kondisinya dan 1.314 lainnya sukses menghambat pertumbuhan kankernya.


Satu hal yang menyentuh hati kami, 51,74% pengguna ECCT adalah mereka yang tak lagi dianggap punya harapan oleh dokter. Dan ECCT bisa memberi harapan bagi mereka. 
Alhamdulillah.

Sayangnya, sama seperti nasib Gojek, semua inovasi pasti dihadang oleh industri yang sudah mapan dan kesenjangan hukum yang tak bisa mengejar kecepatan inovasi. ECCT digugat dan kini kliniknya ditutup. Tiba-tiba harapan itu hilang, cahaya itu padam.

Pak Jokowi,

Bapak sudah dengan sangat baik membantu Gojek tetap ada. Kini, bantulah kami membangun harapan, menyalakan cahaya. Bantulah kami agar ECCT dapat tetap dinikmati oleh rakyat yang tak lagi punya harapan. Agar kami dapat kembali membangun keluarga, masyarakat dan bangsa.

Kami sangat menghormati proses perlindungan yang dilakukan Kemenkes, tapi nyawa kami tak bisa lama menunggu. Tak bisa lama menunggu Indonesia siap obati kami, tak bisa menunggu birokrasi siap hadapi inovasi.

Kalau sampai.. kalau sampai.. suatu hari Bapak menerima kabar bahwa orang-orang yang Bapak kasihi tak lagi punya harapan, dan hanya ECCT yang bisa memberikan harapan, bukankah Bapak berharap ECCT ada untuk membantu mereka?

Bantulah kami Pak, agar kalau.. kalau sampai kemungkinan itu terjadi, ECCT dapat membantu siapapun yang Bapak kasihi untuk berusaha sembuh dari kanker.

Terima kasih banyak.

Kami sangat percaya, Bapak dapat menyalakan kembali cahaya harapan jutaan penerima anugerah kanker di Indonesia.

Jakarta, 1 Januari 2016

Indira Abidin, Penerima Anugerah Kanker dan Ketua Yayasan Lavender Indonesia

———————————-

Agar surat ini sampai ke Bapak Jokowi, tolong bantu kami dengan menandatangi petisi ini di link ini.

Satu tandatangan, satu harapan bagi kami. Terima kasih 😊

#Hope4NoHope

Sumber:

https://tamanlavender.wordpress.com/2016/01/01/surat-terbuka-untuk-bapak-presiden-ri-joko-widodo/

🌻🍃🌿🌻🍃🌿🌻🍃🌿

Baru terima ini tadi sore:

“…mohin izin menelpon terkait rekomendasi ke DR Warsito, ada putera alumni kita umur 2.5 th divonnis Dokter di RSPAD tumornya menyerang otak, tak bisa diapa-apakan lagi dan disuruh mencari pengobatan alternatif. wassalam”

Kasihaaaan.. Apa daya sekarang saya harus terus bilang, “mohon maaf… Daftar saja Pak, tapi Pak War tak boleh lagi terima pasien baru.”

Akhirnya Azka, anak ini dapat giliran waiting list ke100, itu pun kalau Kemenkes membolehkan ada pasien baru. Per hari ini review team didominasi dokter yang kontra.

Minimal…  perjuangan kita bisa menyelamatkan nyawa 100 pasien tumor otak…. Minimal…

Dan nyawa mereka belum tentu bisa menunggu.

Bantulah menandatangani dan menyebar petisi ini untuk bisa sampai ke Bapak Presiden.

Terima kasih.

Advertisements

13 comments

  1. Reblogged this on Let it be me and commented:
    Minimal… perjuangan kita bisa menyelamatkan nyawa 100 pasien tumor otak…. Minimal…

    Dan nyawa mereka belum tentu bisa menunggu.

    Bantulah menandatangani dan menyebar petisi ini untuk bisa sampai ke Bapak Presiden.

    Terima kasih.

    Like

  2. Untuk saudara2 anggota Pramuka, MENOLONG SESAMA HIDUP DAN IKUT SERTA MEMBANGUN MASYARAKAT adalah janji kita, saya mengajak untuk share Surat Terbuka ini agar HARAPAN MENJADI KENYATAAN kita bantu para PENERIMA ANUGRAH KANKER, saya suangat salut dan bangga kepada DR.WARSITO atas karya inovatifnya dan bangga kepada Presiden kita yang in shaa Allah selalu berfikir untuk rakyatnya ditengah hujatan orang2 yang merasa paling benar yang lupa bahwa dia juga MANUSIA bukan MALAEKAT.

    Like

  3. Tolong kami wahai bapak prediden yg terhormat…saya orang daerah yg baru tau ada alat ini hari ini.. Tapi lanngsung kecewa dengan kenyatan ini….

    Like

  4. Ya Allah ketuk pintu hati @jokowi semoga bisa turut merasakan dan cepat tanggap. Saya adalah adik dari kakak yg mendapat anugrah kanker di batang otak, saya saksi hidup yang mendengar vonis bhwa hidup kakak saya hanya tinggal beberapa bulan saja dan saat ini saya sedang berbahagia menyaksikan kakak saya sesudah terapi dan memakai alat dari Dr Warsito sehat kembali dan sudah melewati bbrapa bln dari vonis kematian. Tolong jangan renggut harapan hidupnya, karena kakakku masih butuh perawatan selanjutnya…jangan rampas kami sedang berbahagia….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s