Skip to content
Advertisements

Rindu kami pada Yesus atau Nabi Isa as dan Bunda Maria atau Maryam, seperti rindu pada semua nabi dan rasulNya

  
Tidak ada perempuan manapun yang mendapat kehormatan dengan diabadikan namanya sebagai salah satu nama surat dalam Al Quran selain Bunda Maryam, atau yang sering disebut Bunda Maria.

Tak ada nabi yang ditugaskan Allah untuk turun kembali ke muka bumi sebagai “juru selamat” di akhir zaman selain Nabi Isa as, atau Yesus.

Sebagai Muslim, aku dan keluarga sangat merindukan perjumpaan dengan Yesus dan Bunda Maryam, apakah di muka bumi di akhir zaman, atau di Taman Surga nanti.

Kelahiran Yesus atau Nabi Isa as adalah kelahiran yang membawa kesejahteraan 

Ada banyak ayat yang Allah sampaikan pada kita semua mengenai kehidupan Nabi Isa as, tersebar di berbagai surat dalam Al Quran. 

Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

Kelahiran Nabi Isa as

Nabi Isa as diberi kemampuan berbicara dalam buaian Bunda Maryam saat baru lahir. Inilah yang diucapkan Nabi Isa as saat baru lahir pada para pendeta Yahudi yang menghina Ibunya:

Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.” Maryam 30-33.

Ajaran Nabi Isa as dan perintahnya agar manusia menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa

Dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata: “Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada)ku. Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus.” Az-Zukhruf:63-64

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.” Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. Al-Mā’idah:116-117

Diangkatnya Nabi Isa

Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepadaNya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka. An-Nisā’:157 –159.

Mengenai hal ini ada pula riwayat dari Ibnu Abas ra:

“Ketika Allah ingin mengangkat Isa -‘alaihis salam– ke langit, beliau pun keluar menuju para sahabatnya dan ketika itu dalam rumah terdapat 12 orang sahabat al Hawariyyun. Beliau keluar menuju mereka dan kepala beliau terus meneteskan air. Lalu Isa mengatakan, “Sesungguhnya di antara kalian ada yang mengkufuriku sebanyak 12 kali setelah ia beriman padaku.” Kemudian Isa berkata lagi, “Ada di antara kalian yang akan diserupakan denganku. Ia akan dibunuh karena kedudukanku. Dia pun akan menjadi teman dekatku.” Kemudian di antara para sahabat beliau tadi yang masih muda berdiri, lantas Isa mengatakan, “Duduklah engkau.” Kemudian Isa kembali lagi pada mereka, pemuda tadi pun berdiri kembali. Isa pun mengatakan, “Duduklah engkau.” Kemudian Isa datang lagi ketiga kalinya dan pemuda tadi masih tetap berdiri dan ia mengatakan, “Aku, wahai Isa.” “Betulkah engkau yang ingin diserupakan denganku?” ujar Nabi Isa. Kemudian pemuda tadi diserupakan dengan Nabi Isa. Isa pun diangkat melalui lobang tembok di rumah tersebut menuju langit. Kemudian datanglah rombongan orang Yahudi. Kemudian mereka membawa pemuda yang diserupakan dengan Nabi Isa tadi. Mereka membunuhnya dan mensalibnya. Sebagian mereka pun mengkufuri Isa sebanyak 12 kali setelah sebelumnya mereka beriman padanya. Mereka pun terpecah menjadi tiga golongan. Kelompok pertama mengatakan, “Allah berada di tengah-tengah kita sesuai kehendak-Nya kemudian Dia naik ke langit.” Mereka inilah Ya’qubiyah. Kelompok kedua mengatakan, “Di tengah-tengah kita ada anak Allah sesuai kehendak-Nya kemudian ia naik ke langit.” Mereka inilah Nasthuriyah. Kelompok ketiga mengatakan, “Di tengah-tengah kita ada hamba Allah dan Rasul-Nya sesuai kehendak-Nya kemudian ia naik ke langit.” Merekalah kaum muslimin.

Kelompok pertama dan kedua yang kafir akan mengalahkan kelompok ketika yang muslim. Kelompok yang muslim itu pun sirna, sampai Allah mengutus Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Ibnu Katsir mengatakan bahwa hadits ini sanadnya shahih sampai Ibnu ‘Abbas. An Nasa-i meriwayatkan hadits ini dari Abu Kuraib dan dari Abu Mu’awiyah serta semisalnya.

Kedatangan kembali Nabi Isa as di akhir zaman

Banyak hadits menjelaskan kedatangan Nabi Isa as sebelum akhir zaman. Antara lain:

Abu Hurairah, beliau bersabda,

“Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya. Sebentar lagi Isa bin Maryam akan turun di tengah-tengah kalian sebagai hakim yang adil. Beliau akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah (upeti)13, harta semakin banyak dan semakin berkah sampai seseorang tidak ada yang menerima harta itu lagi (sebagai sedekah, pen), dan sujud seseorang lebih disukai daripada dunia dan seisinya.” 

Abu Hurairah lalu mengatakan, “Bacalah jika kalian suka:

“Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” QS. An Nisa’: 159

Kedatangan Nabi Isa as sebelum akhir zaman ini pun ditunggu-tunggu oleh Umat Kristiani.

Jadi kita punya kesamaan di sini:

  • Umat Muslim pun sangat mencintai Yesus dan Bunda Maria, atau Nabi Isa as dan Maryam.
  • Umat Muslim dan Umat Kristiani sama-sama akan menerangi dajjal dan Nabi Isa as ditunggu-tunggu sebagai tokoh penting dalam proses mengatasi Dajjal di muka bumi.

Jadi marilah kita cari kesamaannya dan bersatu untuk memerangi berbagai tatanan yang sudah disiapkan berbagai Kelompok untuk menyambut Dajjal. Tatanan tersebut berupa sekulerisme, pembiaran bahkan legalisasi perbuatan-perbuatan keji dan maksiat.

Untuk bisa bersatu, fokus pada persamaan. Perbedaan bisa saja kita kedepankan kembali saat kebersamaan sudah terbangun dan perbedaan akan lebih mudah diterima.

Sumber:

Turunnya Nabi Isa as di akhir zaman

The Muslim Story of Christmas

Advertisements

3 Comments »

  1. If we understand your writing rightly, you and your family as Muslims “really missed an encounter with Jesus and the Virgin Mary, whether on earth in the last days, or in the Garden of Heaven later.”

    But as believers in Only One True God our most important task is to come to the Elohim Hashem Jehovah, as our Only One God. Jesus , who was a man of flesh and blood is not a god son as so many believe. We should follow the Holy Scriptures and know that Isi/Jesus/ Jeshua was the sent one from God and the Kristos (Christos). With him too we should built up a right relationship, but nowhere in the Holy Books is written that we do that too with his earthly mother. She died and as such we cannot have any contact with her. Jesus after his death was taken out of the dead by Allah and taken up in heaven to come to sit at God’s right Hand. Jesus is the mediator between God and man and as such we can use Jesus Christ for that reason and pray to Allah in Jesus’ name.

    But we should never pray to others than to God.Only the most High Allah, the Adonai Elohim Hashem Jehovah deserves worshipping. so do not worry you did not have contact with Mary (Myriam) because none of us can have contact with the deceased.

    Like

  2. Great !! Banyak.hikmah yg bisa dipetik dr kisah bunda maria & Nabi Isa. Sebenarnya muslim yahudi nasrani bersaudara. Tp dari mereka pemahaman ttg Nabi Isa yg salah. saya juga merindukan Nabi Isa & Bunda Maria

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: