Skip to content
Advertisements

Membangun akhlak mulia meneladani Rasulullah saw

  
Rasulullah saw telah disifati dengan berbagai akhlak luhur, sehingga berbagai buku pun tak sanggup menuliskannya. Beliau saw seorang yang paling baik dalam fisik maupun akhlaknya, mempelopori seluruh perilaku mulia, serta paling luas kasih sayang dan kelembutannya kepada kaum mukminin. Selalu berbuat baik dan penuh kasih sayang, tidak pernah berbicara maupun berlaku kecuali dalam kebaikan.

Beliau memiliki karakter yang mudah, serta ucapan yang mengandung makna luas. Jika diundang seorang miskin pasti dijawab dengan cepat. Beliau adalah seorang ayah pengasih bagi anak yatim dan janda.

Di samping kelembutannya, beliau memiliki kharisma yang hebat, membuat gemetar orang-orang yang kuat. Dari keharuman aroma tubuhnya, rumah dan jalan menjadi wangi pula. Dan dengan menyebutnya, perayaan dan majlis menjadi mulia.

Beliau saw mencakup seluruh karakter sempurna, serta memiliki kekhususan dalam fisik dan akhlak yang tiada duanya. Tidak ada satupun akhlak baik pada manusia yang layak dipuji, kecuali terambil dari beliau sang penghias alam semesta.

(Simthud Duror, karya Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi).

Salah satu cerita yang dapat kita jadikan teladan adalah sebagai berikut.

Seorang wanita berpikir hingga larut malam dan memutuskan untuk melakukan balas dendam terhadap seorang laki-laki. Ia tak dapat tidur sepanjang malam saking besarnya semangat untuk balas dendam, demi berhala-berhala yang disembahnya. Bahkan sebelum sinar matahari menerpa daun jendelanya, dia sudah sibuk menyapu rumahnya. Dikumpulkan semua jenis sampah lalu dimasukkan ke dalam sebuah keranjang. Ia meletakkan keranjang sampah itu di loteng rumahnya, mengamatinya beberapa saat dengan rasa bangga. Kemudian, dengan ketidaksabaran yang tampak di wajahnya, ia melongok ke jalan di depan rumahnya. Wanita itu berkata dalam hatinya, “Tak seorang pun pernah melihat laki-laki itu marah. Semua orang akan memujiku jika aku berhasil membuat laki-laki itu berteriak dan marah kepadaku. Orang-orang akan menertawai dan mengolok-olok laki-laki itu.” Wanita itu melihat lagi ke arah keranjang sampahnya sambil meringis.

Tak lama kemudian, ia mendengar suara langkah kaki, inilah pertanda akhir saat penantiannya. “Akhirnya sasaranku datang,” pikirnya. Ia melihat seorang laki-laki dengan pakaian warna putih bersih lewat di jalan depan rumahnya. Segera diraihnya keranjang sampah itu lalu ia tumpahkan semua isinya tepat ke tubuh laki-laki itu. Sejenak ia menunggu reaksi, namun wanita itu benar-benar kecewa: laki-laki yang disiram sampah itu hanya berhenti sebentar, kemudian meneruskan perjalanannya tanpa berucap sepatah kata pun.

Pada hari berikutnya, wanita itu melakukan hal yang sama sambil berpikir, “Mungkin kali ini aku akan mampu membuatnya jengkel.” Tetapi sekali lagi, laki-laki itu tidak sedikit pun mengeluarkan kata-kata kepadanya. Wanita itu menyangka bahwa diamnya laki-laki itu disebabkan karena rasa takut. Karenanya ia memutuskan untuk melakukan perbuatan jahatnya itu setiap hari, agar laki-laki itu makin merasa takut sampai akhirnya dia berhenti mendakwahkan keesaan Tuhan.

Laki-laki yang sangat dibenci wanita itu adalah Muhammad Rasulullah saw, Nabi terakhir yang diutus Allah SWT. Beliau tidak ingin mengecewakan si wanita sehingga beliau tetap melintasi jalan itu setiap hari, dan selalu dengan sampah yang menghujani tubuhnya. Padahal, jika mau, beliau dapat mengambil rute jalan lain untuk menghindarinya. Beliau hanya mendoakan wanita itu agar kelak menerima kebenaran yang didakwahkannya.

Suatu hari, Rasulullah saw tidak mendapati wanita itu berada di atas loteng rumahnya dengan keranjang sampah, seperti biasanya. Hal itu membuat beliau khawatir, jangan-jangan terjadi sesuatu atas wanita itu. Maka beliau mengetuk pintu rumah si wanita.

“Siapa ini?” terdengar suara lemah dari balik pintu.

“Muhammad bin Abdullah, bolehkah aku masuk?”

Wanita itu merasa takut. “Aku sedang sakit dan terlalu lemah untuk melawan atau mendebat,” pikirnya. “Itulah sebabnya ia datang untuk membalas atas apa yang telah kulakukan terhadapnya.”

Tetapi karena permohonan untuk masuk ke rumahnya itu diucapkan dengan suara yang amat lembut, wanita itu akhirnya mengizinkan Rasulullah saw masuk.

Rasulullah saw berkata kepada si wanita, bahwa hari ini beliau tidak melihatnya di loteng rumahnya sehingga beliau khawatir dan menanyakan tentang kesehatannya. Mendapati wanita itu menderita sakit sedemikian rupa, Rasulullah saw bertanya apa yang bisa beliau lakukan untuk membantunya.

Terkesima dengan nada bicara yang penuh kasih sayang dari Rasulullah saw, wanita itu lupa akan rasa takutnya, lalu meminta air minum. Dengan penuh kasih sayang Rasulullah saw memberikan segelas air, dan wanita itu segera meminumnya untuk memuaskan dahaganya. 

Rasulullah saw kemudian mendoakan wanita itu agar segera sehat kembali. Apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw itu membuat si wanita merasa bersalah. Ia menyadari bahwa selama ini ia telah berbuat begitu kejam terhadap Rasulullah saw. Ia lalu memohon maaf atas perbuatan buruknya itu.

Rasulullah saw memaafkan wanita itu. Tidak cuma memaafkan, bahkan beliau datang ke rumah wanita itu setiap hari untuk membersihkan, memberinya makan, dan mendoakannya, sampai ia benar-benar sembuh dan sehat seperti sediakala. 

Ketinggian akhlak Rasulullah saw itu menggugah dan mendorong hati wanita itu untuk menerima kebenaran dengan memeluk Islam. Akhlak seperti itulah yang menyebabkan makin bertambahnya jumlah kaum Muslimin.

Demikianlah akhlak mulia Rasulullah saw yang layaknya selalu menjadi teladan bagi kita semua.

Halus, lemah lembut, sopan santun dan penuh penghormatan kepada siapapun yang ditemuinya.

Bagaimanakah kita dapat lebih baik lagi membangun akhlak mulia seperti Rasulullah saw?

Karakter Rasulullah saw yang mana yang paling menarik bagi kita untuk mulai diteladani dengan lebih baik lagi?

Apa hal yang paling sederhana yang dapat mulai kita lakukan sekarang secara rutin, untuk membangun karakter tersebut, meneladani Rasulullah saw?

Kalau Rasulullah saw ada di sisi kita saat ini, kira-kira apa pesannya pada kita, umatnya yang sangat dicintainya dan selalu ada dalam doanya?

Sumber: bahasan di group SSS oleh Asad Alwi dan Bruce Willy.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: