Tak bertangan, tak berkaki? Tak ada batas untuk sukses

  
Namanya Nick Vujicic. Ia lahir di Australia dengan cacad bawaan Phocomelia. Cacad ini membuatnya tak berkaki dan tak bertangan. Ia hanya punya sedikit daging yang disebutnya chicken drumstick di pangkal pahanya.

Nick beruntung punya orang tua yang sangat menyayanginya, membawanya ke sekolah biasa, bukan sekolah khusus, dan membuatnya merasa bahwa ia adalah bagian dari masyarakat biasa, bukan masyarakat cacad. Orang tuanya juga rajin membawa Nick ke gereja, sehingga Nick sangat kuat agamanya.

Awalnya Nick sering merasa frustasi, di bully, dan dikecilkan oleh orang-orang lain. Ia pun pernah terus berdoa minta tangan dan kaki pada Tuhan. Tapi kemudian ia mulai melihat bahwa ternyata keberhasilannya tetap tegar dan bahagia di tengah cacadnya membawa inspirasi bagi banyak orang.

Suatu hari Ibunya datang menghampirinya dan memperlihatkan sebuah artikel di surat kabar mengenai seseorang yang juga mengalami cacad berat. Nick mulai menyadari bahwa ia bukan satu-satunya yang paling merana di dunia. Saat itulah ia mulai berketetapan untuk menjadikan cacadnya sebagai sumber inspirasi banyak orang.

Nick berhenti meminta kaki dan tangan, dan mulai berterima kasih bahwa ia masih bisa hidup, bernafas dan diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menikmati satu hari lagi dalam hidupnya.

Di usia 17 tahun Nick mulai mendirikan organisasi nir labanya, Life Without Limbs. Ia mulai banyak berceramah di mana-mana. Ia mulai membangun kehandalannya menjadi pembicara publik dan motivator.

Disampaikannya kepada semua oarng bahwa harapan selalu ada, dan bersyukurlah atas apa yang ada. Teruslah berusaha. 

Di sekolah menengah Nick terpilih menjadi kapten  Runcorn State High School di Queensland dan bekerja menggalang dana untuk berbagai kegiatan sosial dan kampanye mengatasi kecacadan. Di tahun 2005 Nick terpilih sebagai penerima penghargaan Young Australian of the Year Award.

Nick lulus dari Griffith University di usia 21. Mulailah ia menjadi motivator kelas dunia, mengunjungi berbagai negara, dan membantu para remaja mengatasi berbagai masalah remaja. Kini ia telah berbicara di hadapan jutaan orang di 57 negara.

Nick menjadi pembicara di World Economic Forum, Davos tahun 2011, dengan topik  “Inspired for a Lifetime.”

Nick banyak muncul di acara TV, menulis buku serta memproduksi DVD. Bukunya antara lain adalah  Life Without Limits: Inspiration for a Ridiculously Good Life.  DVD nya berjudul Life’s Greater Purpose,  No Arms, No Legs, No Worries!

Nick membintangi sebuah film pendek The Butterfly Circus, yang memenangkan penghargaan Doorpost Film Project dan dua penghargaan di Method Fest Independent Film Festival di mana Nick juga memenangkan penghargaan pemain terbaik, serta The Feel Good Film Festival.

Nick menikah dengan Kanae Miyahara di tahun 2012. Anak pertamanya, Kiyoshi James, lahir di tahun 2013 dan anak keduanya di tahun 2015.

Inspirasiku

Sejak pertama kali tahu tentang Nick aku sering menampilkan video Nick dalam berbagai seminar. Video Nick selalu sukses menginspirasi yang hadir.

Saat aku dicurigai kanker, aku pun berterima kasih pada Allah. Aku masih bisa punya tangan dan kaki, tapi aku bisa berbuat seperti yang Nick lakukan, menginspirasi banyak orang. Alhamdulillah.

Nick akan terus menjadi sumber inspirasiku. Kelemahannya menjadi kekuatannya. Bencana menjadi anugerah. Dengan pemikiran ini hidup akan selalu penuh dengan anugerah.

Jadi sahabatku, apa arti cerita Nick ini bagimu?

Bagaimanakah kita dapat mengubah kelemahan menjadi kekuatan?

Sumber: Nick Vujicic, Wikipedia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s