Kertas kematian. Sudahkah kita siapkan kertas yang satu ini?

IMG_9429
“SELEMBAR KERTAS”

Akte kelahiran adalah kertas. Kartu imunisasi, kertas. Piagam kelulusan, kertas. Ijazah, juga kertas.

Semuanya hanya berupa kertas!! 
Akad nikah, kertas. Paspor, kertas. Surat kepemilikan rumah, juga kertas. Resep dokter, kertas. Undangan acara, juga kertas. Uang pun berupa kertas.
Kehidupan kita layaknya kertas-kertas. Seiring waktu berlalu, dirobek, kemudian dibuang.
Dunia itu semuanya terdiri dari kertas-kertas.

Berapa banyak orang bersedih karena “kertas-kertas” yang dimilikinya. Dan berapa banyak orang begitu bahagia dengan “kertas-kertas” yang dimilikinya.    
Tetapi, ada satu lembar kertas yang tidak mungkin dilihat manusia selama nya, yaitu: #SURAT KEMATIAN#.
Maka persiapkanlah untuk menghadapi kematian karena itu adalah “KERTAS” terpenting.
Dua hal yang tidak akan selamanya ada dalam diri seseorang: “masa muda nya dan kekuatannya.”
Dan dua hal yang berguna untuk setiap orang: “hati yang mulia dan hati yang lapang.”
Dan dua hal pula yang akan mengangkat derajat seseorang: “sikap rendah hati dan menolong kesulitan orang lain.”
Dan dua hal pula yang menjadi penolak bala: “amal & pelayanan.”

Ada tiga fase hidup yang tampak :
1. Masa puber: kita punya waktu dan kekuatan, tetapi tidak punya uang.
2. Masa bekerja: kita punya uang dan kekuatan, tetapi tidak punya waktu.
3. Masa tua: kita punya uang dan punya waktu, tetapi tidak punya kekuatan.

Inilah kehidupan, ketika kita mendapat sebuah karunia. Maka akan hilang karunia lainnya.
Kita selalu yakin bahwa kehidupan orang lain, selalu lebih baik dari kehidupan kita.
Dan orang lainpun meyakini, bahwa kehidupan kita lebih baik darinya.
Hal itu dikarenakan kita melupakan hal terpenting dalam hidup kita, yaitu bersikap mensyukuri apa yang kita miliki.
Jadikan hidup kita selalu lebih baik dari kemarin dan penuh syukur. 

Kiriman Eddy Purwito, Alumni Qi

🍃🌿🌹🍃🌿🌹🍃🌿🌹

Semoga menjadi renungan bagi kita semua.

One thought on “Kertas kematian. Sudahkah kita siapkan kertas yang satu ini?

  1. Bu Indira tulisan tentang Kertas Kematian ini sangat “nyantol” di hati saya. Saya menjadi saksi. Ya, kertas/surat kematian, dengan stempel dari kelurahan.
    Bahkan sampai kini setelah sebulan ayah saya meninggal, tulisan ini msh menohok. Satu2nya dokumen pribadi yg diperlukan tapi tdk bisa beliau lihat.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s