Nasehat Ali bin Abi Thalib ra.

  
Sahabat blog, 

Kita simak yuk nasehat Ali bin Abi Thalib ra di bawah ini. Marilah kita tetapkan target untuk bisa menerapkan pesan-pesan ini dalam keseharian kita.

Kalau:
1 = belum dilaksanakan
10= sudah dilaksanakan dengan sempurna,
berapakah nilai kita untuk setiap nomor?

Berapa angka yang ingin kita capai di tahun depan?

Apa hal paling sederhana yang dapat kita lakukan untuk mencapai angka target tersebut di akhir tahun depan?

Ali r.a. berpesan:

1. Dari sekian banyak nikmat dunia, cukuplah Islam sebagai nikmat bagimu.

2. Dari sekian banyak kesibukan, cukuplah ketaatan sebagai kesibukan bagimu.

3. Dari sekian banyak pelajaran, cukuplah kematian sebagai pelajaran bagimu.

– Islam adalah nikmat terbesar, pangkal keselamatan, hal yang paling diinginkan oleh orang-orang kafir kelak di akhirat

Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim. (15:2) 

– Ketaatan adalah bekal kehidupan, sumber kebahagiaan. Siapa yang di dunia sibuk dengan ketaatan, maka di akhirat dia akan sibuk dengan kebahagiaan

Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu sibuk dengan bersenang-senang. (36:55)

– Kematian adalah akhir dari masa beramal dan awal dari masa memetik hasil amal. Kematian adalah hal yang pasti datang, siap tidak siap, mau tidak mau.  

Orang yang cerdas adalah orang yang dapat menundukkan hawa nafsu dan beramal untuk bekal sesudah mati. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah dengan panjang angan-angan. (HR Tirmidzi)

Dinukil dari Nashaihul Ibad

Imam Nawawi al Bantani

🍃🌿🌻🍃🌿🌻🍃🌿🌻

Sahabatku,

Nah marilah kita pindahkan ke kertas untuk setiap nomor:

Nilai saat ini: ….

Nilai yang diinginkan: ….
Tanggal nilai ini ingin dicapai: …
Yang akan dilakukan untuk mencapai nilai tersebut: ….

Nomor manakah yang prioritas? ….

Bagaimanakah kita dapat menjaga komitmen mencapai nilai-nilai tersebut? …

Semoga Allah meridloi kita mencapai angka kecerdasan tersebut dan meridloi semua pemikiran, perkataan dan perbuatan kita dalam mencapainya.

Kiriman Dwi Oktaviani, ODOJ fasil 21

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s