Terimalah apapun yang menjadi ketentuanNya dengan penuh syukur

IMG_3672
Al Kisah, Imam Syaqiq Al Balkhi membeli buah semangka untuk istrinya. Ketika disantapnya ternyata buah semangka tersebut terasa hambar.

Sang istri pun marah. 

Imam Syaqiq menanggapi amarah istrinya itu, beliau bertanya dengan halus:

“Kepada siapa kau marah? 
Kepada pedagang buah itu ? 
Kepada pembelinyakah ? 
Kepada petani yang menanamnya? 
Atau yang Menciptakan Semangka itu?” Tanya Imam Syaqiq.

Istri beliau terdiam.

Sembari tersenyum, Imam Syaqiq melanjutkan :
“Seorang pedagang tidak menjual sesuatu kecuali yang terbaik. 
Seorang pembeli pasti membeli sesuatu yang terbaik pula. 
Seorang petani tentu merawat tanamannya agar bisa menghasilkan yang terbaik. 
Maka sasaran kemarahanmu berikutnya yang tersisa tidak lain kepada yang
Menciptakan semangka itu.”
Nasehat Imam Syaqiq menembus sanubari hati istrinya. 

Sang istri terperangah. 
Terlihat butiran air mata menetes dikedua pelupuk matanya.

“Bertaqwalah wahai istriku. 
Terimalah apa yang sudah menjadi ketetapanNya.” 

“Mendengar ucapan suaminya itu, sang istri merunduk menangis, mengakui kesalahannya dan ridla dengan apa yang telah Allah tetapkan.”

*Imam Syaqiq Al Balkhi, Guru para Sufi (wafat 194 H / 810 M)
Robbana Taqobbal Minna.

Kiriman Hijab Rajut, fasil 8

2 thoughts on “Terimalah apapun yang menjadi ketentuanNya dengan penuh syukur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s