Belajar dari Matahari, hanya memberi, tak harap kembali

    

Matahari bersinar setiap hari
Tanpa syarat tanpa kondisi
Dari pagi hanya memberi
Tak pernah berharap kembali

Matahari tak butuh terima kasih
Tak butuh ucapan puja puji
Tak peduli kata orang lain
Yang suka atau yang benci

Matahari tetap bersinar
Meskipun ada yang menghujat
Meskipun banyak yang mengeluh panas
Ia tak berhenti atau merasa terhina

Matahari terlalu besar untuk berhenti
Terlalu bijaksana untuk gundah hati
Hanya karena ada yang benci
Atau menghujat tanpa henti

Hangatnya mencipta kehidupan
Membawa kesejahteraan
Memberi energi kesehatan
Tak ada yang bisa memperdebatkan

Tapi seterang apapun ia bersinar
Tak akan sampai pada hati yang kelabu
Yang sedang butuh hidup tanpa sinar
Dan merasa nikmat dalam gelap dan sendu

Matahari tak khawatir
Memang sinarnya bukan untuk semua
Allah yang membolak balik hati
Mengatur siapa saja yang berhak menerima

Teruslah bersinar seperti matahari
Menjadi berkah bagi alam semesta
Tumbuhlah besar tanpa pretensi
Kuat dan tangguh menjalankan pesanNya

Fukuoka, 1 Desember 2015 

Setelah tulisan ini selesai dirangkai baru saya sadar saya sedang berkunjung ke Negara Matahari. Tanpa sadar aku terinspirasi penuh akan budaya dan adat istiadatnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s