Skip to content
Advertisements

Bersihkan hati dengan bersihkan diri dari dosa.

   
Sahabat,

Setiap kali kita melakukan dosa kita menutup hati dengan kotoran dosa kita. Semakin banyak dosa kita perbuat, hati akan makin tebal tertutup kotoran, sehingga hati tak lagi mampu menerima pesanNya. 

Jangan mengira kotoran datang hanya dari dosa-dosa yang jelas terlihat  seperti zina dan korupsi. Kotoran juga datang dari kebiasaan gosip, tidak memaafkan, tidak suka melihat keberhasilan orang lain, rendah diri atau merendahkan orang lain, tidak bersyukur, tidak menghargai suami dan hal-hal kecil sehari-hari.

Padahal kondisi hati menentukan kondisi tubuh dan jiwa. Kalau hati baik, baik pula seluruh tubuh, hati buruk buruk pula seluruh tubuh.

Nah untuk menjaga hati, marilah kita lakukan hal-hal ini:

🌻 Carilah ilmu, kuasai Quran dan Hadits

Ketahuilah yang mana yang membawa dosa dan yang membawa pahala. Banyak sekali tipuan dunia, kita tak bisa hanya mengandalkan akal sehat. 

🌻 Jangan remehkan dosa, sekecil apapun.

Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu ‘anhu berkata,”Orang beriman melihat dosa-dosanya seolah-olah ia duduk di bawah gunung, ia takut gunung tersebut menimpanya. Sementara orang yang fajir (suka berbuat dosa) dosanya seperti lalat yang lewat di atas hidungnya.”


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Janganlah kamu meremehkan dosa, seperti kaum yang singgah di perut lembah. Lalu seseorang datang membawa ranting dan seorang lainnya lagi datang membawa ranting sehingga mereka dapat menanak roti mereka. Kapan saja orang yang melakukan suatu dosa menganggap remeh suatu dosa, maka itu akan membinasakannya.” (Ahmad dengan sanad yang shahih)

🌻 Taubat Nasuha dan istighfar yang tulus dan terus menerus

Bertaubatlah sepenuh hati. Basahilah mulut dengan ucapan istighfar karena kita sering tak sadar melakukan kesalahan. Rasulullah yang dijamin masuk surga pun mengucap istighfar lebih dari 100x setiap hari.

Ali bin Abi thalib radhiyallahu ‘anhu berkata,”Sebaik-baik kalian adalah setiap orang yang diuji (dengan dosa) lagi bertaubat.” Ditanyakan,”Jika ia mengulangi lagi?” Ia menjawab.”Ia beristighfar kepada Allah dan bertaubat.” Ditanyakan,”Jika ia kembali berbuat dosa?” Ia menjawab,”Ia beristighfar kepada Allah dan bertaubat,” Ditanyakan,”Sampai kapan?” Dia menjawab,”Sampai setan berputus asa.”

🌻 Niatkan sepenuh hati untuk hijrah total dari dosa.

Jangan biarkan diri tergoda mengulangi dosa. Ingat ajal bisa datang setiap saat termasuk dalam kondisi dosa. Teguhkan hati untuk benar-benar meninggalkannya, dan mohonlah kepada Allah untuk mendapat perlindungan dan kekuatan dariNya.

🌻 Jaga kesucian dengan wudlu dan shalat.

Wudlu bukan hanya pembersih tubuh tapi juga dosa. Shalat adalah penggugur dosa dan penjaga dari dosa berikutnya.

Siapa yang bereudhu’ dan memperbagus wudhu’nya, maka akan keluar kesalahan-kesalahan dirinya dari jasadnya hingga keluar pula melalui bawah kuku-kukunya.” (HR. Muslim).

Seungguhnya, shalat akan mencegah perbuatan keji dan munkar.” (Qs. al-‘Ankabut: 45).

🌻 Bayarlah dosa dengan kebaikan 

Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, dan iringilah keburukan dengan kebaijkan maka kebajikan itu akan menghapus keburukan tersebut, serta perlakukanlah manusia dengan akhlak yang baik.” (Ahmad dan Tirmidzi)

🌻 Menjaga tauhid.

Rasulullah besabda,”Allah ‘Azza wa jalla berfirman:

  • “Barangsiapa yang melakukan kebajikan maka ia mendapatkan pahala sepuluh kebajikan dan Aku tambah
  • barangsiapa yang melakukan keburukan, maka balasannya satu keburukan yang sama, atau diampuni dosanya.
  • Barangsiapa yang mendekat kepadaKu sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta dan barangsiapa yang mendekat kepadaKu sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa, 
  • barangsiapa datang kepadaKu dengan berjalan, maka Aku datang kepadanya dengan berlari. 
  • Barangsiapa yang menemuiKu dengan dosa sepenuh bumi tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, maka Aku menemuinya dengan maghfirah (ampunan) yang sama.” (Muslim-Ahmad)

🌻 Banyaklah berteman dengan orang-orang shaleh yang menjaga agama.

Bersama mereka kita bisa saling mengingatkan dan mendorong pada kebaikan. Kekuatan ibadah secara berjamaah tak perlu diragukan lagi.

🌻 Jangan pernah merendahkan orang lain karena dosanya.

Rasulullah menceritakan kepada para sahabat bahwasanya seseorang berkata,”Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni si fulan.” Allah berfirman,”Siapakah yang bersumpah atas nama-Ku bahwa Aku tidak mengampuni si fulan? Sesungguhnya Aku telah mengampuni dosanya dan Aku telah menghapus amalmu.” (Muslim)

Betapa ruginya kita kalau amal dihapus karena merendahkan perbuatan dosa orang lain.

Jadi, apakah hal termudah yang dapat kita lakukan hari ini untuk mensucikan diri dengan menjauh dari dosa?

Bagaimanakah agar kita dapat terus membersihkan hati sedikit demi sedikit setiap hari?
Sumber: kitab Sabiilun Najah min Syu’mil Ma’shiyyah (13 Penawar Racun Kemaksiatan), karya Muhammad bin Abdullah Ad-Duwaisy.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: