Ajaklah anak mengamati hal-hal biasa untuk mendapat pelajaran luar biasa setiap hari – #HariAyah

  
Masih dalam rangka Hari Ayah, marilah kita simak sebuah percakapan antara seorang ayah dengan anaknya, mengajarkan mengenai pelajaran hidup.

Seorang anak memperhatikan ayahnya yang sedang mengganti ban mobil mereka. 

“Mengapa ayah mau repot-repot mengerjakan ini dan tidak memanggil orang bengkel saja untuk mengerjakannya?” tanya si bocah dengan penasaran.

Sang ayah tersenyum. “Sini, nak, kau lihat dan perhatikan. Ada enam hal tentang ban yang bisa kita pelajari untuk hidup kita,” katanya sambil menyuruh sang bocah duduk di dekatnya. 

“Belajar dari ban?” Mata sang anak membelalak. “Lebih pintar mana ban ini daripada Bu guru di sekolah?”

Sang ayah tertawa. “Gurumu tentu pintar, Nak. Tapi perhatikan ban ini dengan segala sifat-sifatnya. 

🍀 Pertama, ban selalu konsisten bentuknya. 

Bundar. Apakah dia dipasang di sepeda roda tiga, motor balap pamanmu, atau roda pesawat terbang yang kita naiki untuk mengunjungi kakek-nenekmu. Ban tak pernah berubah menjadi segi tiga atau segi empat.”

Si bocah mulai serius. “Benar juga ya, Yah. Terus yang kedua?”

🍃 “Kedua, ban selalu mengalami kejadian terberat. 

Ketika melewati jalan berlubang, dia dulu yang merasakan. Saat melewati aspal panas, dia juga yang merasakan. Ketika ada banjir, dia juga yang harus mengalami langsung. 

Bahkan ketika ada kotoran hewan atau bangkai hewan di jalan yang tidak dilihat si pengemudi, siapa yang pertama kali merasakannya?” tanya sang ayah. “Aku tahu, pasti ban ya, Yah?” jawab sang bocah antusias. “Benar sekali. 

🌵 Yang ketiga, ban selalu menanggung beban terberat. 

Baik ketika mobil sedang diam, apalagi sedang berjalan. Baik ketika mobil sedang kosong, apalagi saat penuh penumpang dan barang. Coba kau ingat,” ujar sang ayah. Si bocah mengangguk.

🍀 “Yang keempat, ban tak pernah sombong dan berat hati menolak permintaan pihak lain. 

Ban selalu senang bekerja sama. Ketika pedal rem memerintahkannya berhenti, dia berhenti. Ketika pedal gas menyuruhnya lebih cepat, dia pun taat dan melesat. 

Bayangkan kalau ban tak suka kerjasama dan bekerja sebaliknya? Saat direm malah ngebut, dan saat digas malah berhenti?” 

“Wow, benar juga Yah,” puji sang bocah sambil menggeser duduknya lebih dekat kepada sang ayah.

🌿 “Nah, sifat kelima BAN adalah, meski banyak hal penting yang dilakukannya, dia tetap rendah hati dan tak mau menonjolkan diri. 

Dia biarkan orang-orang memuji bagian mobil lainnya, bukan dirinya.”

“Maksud ayah apa?” tanya si bocah bingung.

“Kamu ingat waktu kita ke pameran mobil bulan lalu?” tanya sang ayah disambut anggukan sang bocah. “Ingat dong, Yah, kita masuk ke beberapa mobil kan?”

“Persis,” jawab sang ayah. “Biasanya di show room atau pameran mobil, pengunjung lebih mengagumi bentuk body mobil itu, lalu ketika mereka masuk ke dalam, yang menerima pujian berikutnya adalah interior mobil itu. Sofanya empuk, AC-nya dingin, dashboardnya keren, dan lain-lain. 

Jarang sekali ada orang yang memperhatikan ban apalagi sampai memujinya. Padahal semua kemewahan mobil, keindahan mobil, kehebatan mobil, tak akan berarti apa-apa kalau BANnya kempes atau bocor.”

“Wah, iya ya, Yah, aku sendiri selalu lebih suka memperhatikan kursi mobil untuk tempat mainanku.”

Sang ayah selesai mengganti bannya, dan berdiri menatap hasil kerjanya dengan puas. 

🍃 “Yang keenam tentang BAN adalah, betapa pun bagus dan hebatnya mobil yang kau miliki, atau sepeda yang kau punya, atau pesawat yang kita naiki, saat BAN tak berfungsi, kita tak akan bisa kemana-mana. 

Kita tak akan pernah sampai ke tujuan.” Sang anak mengangguk-angguk.

Sang ayah menuntaskan penjelasannya, “Jadi saat kau besar kelak, meski kau menghadapi banyak masalah dibanding kawan-kawanmu, menghadapi lumpur, aspal panas, banjir, atau tak mendapat pujian sebanyak kawan-kawanmu, bahkan terus menanggung beban berat di atas pundakmu.

Tetaplah kamu konsisten dengan kebaikan yang kau berikan, tetaplah mau bekerja sama dengan orang lain, dan jangan merasa hebat sendiri, dan yang terpenting, tetaplah menjadi penggerak dalam ketaatan dan kedisiplinan di manapun kau berada.

Itulah yang ayah maksud dengan hal-hal yang bisa kita pelajari dari ban untuk hidup kita.”

Kiriman Mas Ken Haswo

🍀🍃🌿🍀🍃🍀🍃🌿

Sahabat,

Indah sekali rasanya kalau setiap ayah dapat meluangkan waktu untuk bisa mengajak anak melakukan pengamatan terhadap berbagai hal biasa yang ada sehari-hari untuk mendapat pelajaran luar biasa.

Bukan hanya ayah, ibu, guru, kakak, sahabat pun perlu melakukannya sebagai coach, pemberi energi pada lingkungannya.

Dunia ini penuh dengan pelajaran, disediakan di depan mata kita oleh Sang Kuasa. Kita hanya tinggal mengamati, menganalisa dan mengambil pelajaran yang bermanfaat darinya. Ajaklah anak, keluarga dan sebanyak-banyaknya orang untuk belajar bersama. Bahaslah bersama karena kita dapat menjadi lebih kaya dari berbagai percakapan tersebut. Tulislah pelajaran tersebut untuk menjadikannya abadi dan siap digunakan oleh sebanyak-banyaknya manusia.

Langit dan bumi diciptakan untuk manusia belajar. Jangan sampai kita lalai darinya.

“Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) dariNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Al-Jaatsiyah, 45: 13)

“Dan berapa banyak tanda-tanda (kebesaran Allah) di langit dan di bumi yang mereka lalui, namun mereka berpaling darinya.” (QS. Yusuf [12]: 105)

Apakah hal kecil yang dapat kita ambil pelajarannya hari ini?

Bagaimanakah kita dapat tumbuh menjadi manusia yang lebih baik dengan pelajaran tersebut?

Bagaimanakah kita dapat mengajak anak kita turut belajar darinya?

Seberapa besar komitmen kita untuk terus berbagi setiap hari dengan anak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s