Hadirkan diri di dalam peristiwa Isra Miraj saat duduk dua sujud

wpid-img_14456131300642.jpeg
Sahabat blog tercinta,

Ada satu saat dalam shalat di mana kita bisa menghadirkan diri dalam peristiwa dahsyat Isra Miraj. Saat itu adalah saat kita membaca tahiyat, duduk di antara dua sujud.

Kita simak yuk ..

Saat malaikat Jibril mengantar Rasulullah SAW naik ke Sidratul Muntaha, Jibril tidak diperkenankan untuk mencapai Sidratul Muntaha, maka Jibril pun mengatakan kepada Rasulullah SAW untuk melanjutkan tanpanya.
Rasulullah melanjutkan berjalan perlahan sambil terkagum-kagum melihat indahnya istana Allah hingga tiba di hadapan Arsy (singgasana Allah).

Setelah sekian lama menjadi seorang Rasul, inilah pertama kalinya Muhammad SAW berhadapan dan berbincang secara langsung dengan Allah SWT.

Inilah percakapan antara Nabi Muhammad Rasulullah SAW dengan Allah subhanahu wata’ala :

a. Rasulullah SAW mendekat dan memberi sapaan penghormatan kepada Allah SWT:

ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH 

Semua ucapan penghormatan, pengagungan, dan pujian hanyalah milik Allah

b. Kemudian Allah SWT membalas sapaannya :

ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.

Segala pemeliharaan dan pertolongan Allah untukmu wahai nabi, begitu pula rahmat Allah dan segala karuniaNya.

c. Mendapatkan jawaban sperti ini, Rasulullah SAW tidak lupa dengan umatnya (ini yang membuat kita sangat terharu). 

Beliau menjawab dengan ucapan :

ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN. 

Semoga perlindungan dan pemeliharaan diberikan kepada kami dan semua hamba Allah yang shalih.

Percakapan antara Sang Pencipta dan hambaNya menggambarkan hubungan yang saling menghormati, menghargai satu sama lain. 

Percakapan ini juga menggambarkan kecintaan Rasulullah saw kepada kita, umatnya.

d. Melihat peristiwa ini, para malaikat yang menyaksikan dari luar Sidratul Muntaha tergetar dan terkagum-kagum

Betapa mulianya Allah, betapa mulianya Muhammad saw dan kemudian para malaikat pun mngatakan dengan keyakinan penuh:

ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.

Kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan kami bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan RasulNya.

Jadi setiap membaca tahiyat awal ini, hadirlah dalam sebuah peristiwa agung dan penuh kedahsyatan. Ajaklah segenap indra membayangkan, melihat, mendengar dan merasakan pertemuan dahsyat ini.

Lanjutkan dengan tahiyat akhir, doakan Nabi Muhammad saw dan Nabi Ibrahim as beserta segenap keluarganya. Hadirkan diri di dalam Masjidil Haram yang dibangun oleh Nabi Ibrahim dan dimuliakan berkat perjuangan Nabi Muhammad saw.

Kita ada di dalam shalat berkat kedua nabi besar ini. Bawalah mereka dalam segenap penghayatan kita.

Dengan demikian, shalat tidak hanya akan menjadi sembarang shalat. Shalat pun dapat menjadi pengalaman batin luar biasa.

Semoga Allah meridloi pengalaman batin ini.

Aamiin yra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s