Yuk bantu GOGO CAMPUS memotivasi murid SMA  mendaftar di universitas

  

Beberapa bulan lalu aku diminta untuk menjadi coach dalam program Jenius Lokal (JLo).

Program Jenius Lokal adalah program pemberdayaan yang digagas oleh Komunitas SuksesMulia untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah dengan mendayagunakan kekuatan Jenius Lokal di daerah tersebut. 

Tujuan program ini adalah menemukan, melatih dan membimbing para talenta lokal yang terdiri dari inovator sosial, pemberdaya masyarakat, dan social entrepreneur dari berbagai daerah di Indonesia.

Beberapa coach yang telah mendapat sertifikasi internasional diminta berpartisipasi melakukan coaching untuk para Jenius Lokal ini. Aku memilih Chandra, jenius lokal pendiri Gogo Campus di Lampung.

Gogo Campus memotivasi dan membantu murid-murid SMA di Lampung masuk universitas. Sejak tahun 2013 mereka mendorong murid-murid SMA di Lampung untuk mendaftar ke universitas dan mencari anak-anak yang mau mendapat mentoring online gratis dari mahasiswa.

Ternyata di pedalaman Lampung tak banyak siswa SMA yang tertarik masuk universitas. Beasiswa ada, tapi tidak banyak yang tertarik meraihnya. Bagus kalau alternatifnya adalah program D3, menjadi pengusaha, atau mencari keahlian yang cepat dijual. Sayang sekali kebanyakan merasa lebih nyaman kerja kasar, atau bahkan jadi TKW. Mereka sudah cukup bangga bisa bekerja menjadi kasir. 

Faktanya di Lampung banyak pengangguran. Beberapa di antara mereka pernah masuk universitas. Hal ini memperkuat dorongan untuk tidak mendaftar ke universitas dan memilih pekerjaan kasar. Padahal kalau dibedah lebih banyak pengangguran yang tidak masuk universitas sama sekali. Mereka tak punya keahlian dan modal untuk bisa produktif di masyarakat.

Bung Imad, Program Manager Jenius Lokal dan Sekjen Komunitas Sukses Mulia yang mengelola program Jenius Lokal, memfasilitasi pertemuan saya dengan Chandra dan kawan-kawan di Lampung. Sebelumnya sudah beberapa kali saya adakan phone coaching untuk Chandra. Tapi tetap saja, kunjungan dan tatap muka ternyata sangat penting dan berdampak lebih signifikan dibanding coaching jarak jauh.

Coaching di sekolah

Hari itu kami (aku, Bung Imad dan tim GoGo Campus) berkunjung ke SMAN 1 Seputih Agung di desa Simpang Agung, 2 jam dari Bandar Lampung yang aksesnya tak terlalu mudah. Jalannya pun tadinya rusak. 

Kami disambut Bapak dan Ibu pengurus sekolah. Ternyata sampai saat itu baru 25% siswa di sekolah itu yang menyatakan tertarik masuk universitas. 
 

Bapak dan Ibu pengurus sekolah menyatakan bahwa ada beberapa hal yang menyebabkan hanya 25% murid mau mendaftar universitas:

  • Murid tidak tertarik belajar lagi, mereka ingin segera bekerja, apapun yang dapat dikerjakan, termasuk kerja kasar
  • Orang tua tidak mengharapkan anaknya belajar lagi. Untuk apa? 
  • Fasilitas internet tidak baik, online mentoring tidaklah mudah
  • Kisah sukses pemuda Lampung lulusan universitas jarang mereka dengar, sehingga ketidakberhasilan lulusan universitas yang ada lebih mempengaruhi opini mereka

Kuajak Bapak dan Ibu pengurus sekolah berdiskusi untuk menyelami kehidupan murid dan orang tua murid, kegiatan mereka sehari-hari dan siapa saja yang bisa mempengaruhi mereka. Tujuannya adalah untuk memahami murid dan orang tua murid, apa yang mereka hadapi, serta bagaimana memotivasi mereka untuk mendaftar ke universitas.

Lebih jauh kuajak Bapak, Ibu pengurus sekolah bersama tim Gogo Campus menyelami lagi kehidupan pihak-pihak yang mampu mempengaruhi opini murid dan orang tua murid tersebut untuk mencari apa saja hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan angka 25% pendaftaran ke universitas tersebut. 

Aku ajak pula tim Gogo Campus melihat berbagai kemungkinan untuk membantu team pengurus sekolah mengangkat angka pendaftaran ke universitas tersebut. 

Dari diskusi tersebut muncullah berbagai strategi untuk memotivasi murid, orang tua murid dan berbagai pihak yang dapat mempengaruhi opini mereka, agar lebih banyak murid terdaftar di universitas. Keluar pula ide untuk bisa membantu sekolah mengatasi permasalahan infrastruktur teknologi.

Setelah mereka menemukan berbagai strategi, aku pun bertanya, kalau semua strategi tersebut dijalankan, kira-kira bisa naik jadi berapa % jumlah pendaftar ke universitas? keluarlah angka 50% sebagai target angka pendaftaran ke universitas sebagai target baru yang ingin dikejar pengurus sekolah.

Team  Gogo Campus terkejut. Itu angka yang cukup tinggi bagi mereka. Bagus juga optimisme pengurus sekolah ini.

Kucoba angkat lagi, apa lagi yang bisa dilakukan agar bisa lebih tinggi lagi jumlah murid yang mau mendaftarkan diri ke universitas.

Pengurus sekolah bertahan di 50%. “Itu pun sudah sangat bagus,” tegasnya.

Aku tak menyerah. Aku menggali lebih dalam lagi dan bertanya lagi ke tim GOGO Campus, siapa tahu mereka bisa ketemu lagi strategi lain. Tapi akhirnya semua sepakat, fokus dulu kerjakan strategi yang tadi. Kalau sampai 50% murid SMA di sekolah itu mau mendaftar ke universitas, berkat dijalankannya semua strategi yang ditemukan selama diskusi tersebut, tim Gogo Campus dan pengurus sekolah sudah sangat bahagia.

Baiklah. 

Sepulangnya ke Bandar Lampung, tim Gogo Campus bingung, kok bisa diskusi berjalan sampai bisa ditemukan strategi dan target? Pengurus sekolah bersama tim Gogo Campus bisa bersama-sama menemukan berbagai jalan agar 50% murid mau mendaftar ke universitas. Padahal tadinya hanya 25% yang mendaftar.

“Ya itulah coaching,” kata Bung Imad. Tidak ada yang sadar bahwa sesungguhnya aku melakukan coaching selama percakapan tadi. Semua berjalan begitu natural, ide-ide yang sebelumnya tak terfikir bisa muncul dan terlontar dari mulut mereka, membangun komitmen terhadap sebuah target yang tak terfikirkan sebelumnya.

Coaching untuk tim Gogo Campus

Di Bandar Lampung giliran mereka yang di coaching, berangkat dari visi bersama, menggali angka target 5 tahun yang mereka bisa sepakati bersama dengan nyaman, dan apa kemungkinan yang bisa terjadi kalau semua tercapai, di sini terjadi allignment antara visi besar bersama dengan visi pribadi tiap anggota JLO, sehingga visi ini bukan hanya menjadi visi Chandra sebagai inisiator.

Di tahun kelima tim ini mentargetkan untuk menjangkau 34.000 siswa SMA dan membantu langsung 3.900 untuk sukses masuk ke universitas. Mereka bercita-cita untuk setidaknya membantu meningkatkan angka 2% siswa SMA Lampung yang sukses masuk ke universitas menjadi 5%. 

Mereka pun akan mengkomunikasikan program ini agar dapat diduplikasi di berbagai daerah lain di seluruh Indonesia.

      
  

Ketemu pula identitas dan nilai-nilai yang harus dibangun untuk bisa mencapai visi dan target tersebut. Akhirnya dibahas pula bentuk organisasi yang diinginkan. Pembahasan ini alot sekali karena semua punya rencana yang berbeda-beda. Kubantu dengan menggambarkan berbagai bentuk organisasi social start up yang ada dan akhirnya mereka bisa menemukan satu bentuk yang mereka sepakati bersama dengan nyaman dan semangat.

Sesi 2 jam murni untuk awareness building. Ide-ide keluar mengalir lancar melalui penggalian dengan berbagai metode. Yang tadinya tidak jelas tiba-tiba menjadi jelas, disepakati dan tervisualisasi dengan baik. Saya murni bertindak sebagai fasilitator, semua ide keluar dari tim Gogo Campus sendiri. Beberapa anggota tim sampai menangis melihat impiannya tervisualisasikan. Nilai hari itu adalah “JELAS.”

Selanjutnya coaching akan dilanjutkan via phone/skype karena kami sudah harus pulang. 

Coaching diri

Berikutnya adalah giliranku meng-coach diri sendiri. Jujur aku pun membeli visi yang muncul hari itu. 

Visi mereka untuk membuat lebih banyak anak SMA masuk universitas adalah impianku saat belajar S2 di School of Education, Boston University. Impian yang belum pernah berubah bentuk menjadi target. 
Apa artinya pertemuan ini bagi impian tersebut?

Apakah Allah sedang menuntunku untuk memperjelas impian ini menjadi sebuah komitmen target dengan membantu JLO ini mencapai targetnya?

Bagaimana aku bisa membantu mereka lebih jauh?

Bagaimana aku bisa mengajak lebih banyak orang membeli visi ini untuk Indonesia yang lebih cerdas?

Kalau sampai aku meninggal nanti, bagaimana caranya agar aku bisa ikut menyebutkan hal ini sebagai “laporan pertanggungjawabanku” pada Allah?

Bagaimana ini mungkin di tengah kepadatan kegiatanku?

Seberapa penting laporan pertanggung jawaban dalam bidang pendidikan ini bagiku nanti?

What will I become?

What values do I need?

Coaching yang ini masih terus berjalan. Coach pun berubah menjadi coachee.

Sahabat blog sekalian,

Aku mengundang sahabat sekalian turut membeli impian mulia ini. Apakah hal terkecil yang dapat sahabat lakukan untuk membantu Gogo Campus menciptakan impian bagi para lulusan SMA, mencerdaskan bangsa? 

Anggota tim Gogo Campus bukanlah mereka yang sangat berkecukupan. Mereka masih harus berjuang untuk hidup keluarga masing-masing. Dan mereka masih mau menyisihkan tenaga dan waktu membantu anak-anak SMA untuk mau maju, tumbuh dan meraih cita-cita. Bagaimana dengan kita? Cukupkah kita – yang kuat dan mampu membantu – hanya duduk manis melihat mereka bekerja keras?

Yuk kita bantu, yuk. Semoga bantuan ini mendapat ridlo dan keberkahan dariNya.

Kalau ada yang ingin memberikan donasi, silakan transfer ke BCA : 2920504089, atas nama Barry Afriyando. Silakan konfirmasi dengan wa/sms ke +6285279795334.

Kalau ada yang mau membantu menjadi online mentor, mau memberikan masukan, ide, silakan pula sampaikan kepada Chandra di  +6285279795334.

Bismillah, let’s do our best and Allah will do the rest.

2 thoughts on “Yuk bantu GOGO CAMPUS memotivasi murid SMA  mendaftar di universitas

  1. Thanks, Coach Indira atas kesediaan berbagi semangat, keahlian, dan kebaikan melalui Jenius Lokal. Kehadiran Coach Indira ke Lampung membantu menjernihkan visi dan komitmen yang telah dibuat teman-teman Gogo Campus sehingga menguatkan langkah teman-teman.

    Haturnuhun pisan, Coach Indira. Salam SuksesMulia.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s