Mabrurkah haji kita?

image
Sahabat blog,

Bagi semua sahabat yang sudah selesai menunaikan kewajiban berhaji dan pulang kembali ke tanah suci, penting bagi kita untuk selalu bertanya, mabrurkah haji kita? Apa nilai-nilai yang ditinggalkannya? Apa saja perbedaan yang dihasilkannya?

Bagi sahabat yang sedang mempersiapkan perjalanan haji, penting untuk benar-benar faham apa saja yang dapat membuat ibadah haji ini menjadi haji mabrur? Apa saja yang harus disiapkan agar haji menjadi haji mabrur? 

Mereka yang hajinya mabrūr pulang dalam keadaan bagaikan bayi yang lahir dari perut ibunya. 

Seorang ulama besar di masa tābi’īn, Al-Hasan Al-Bashri rahimahullāhu Ta’āla mengatakan:

“Haji yang mabrūr adalah pulang dari pergi haji dalam keadaan menjadi orang yang zuhud dengan dunia dan semangat untuk mencari bekal akhirat.”

Berdasarkan perkataan ini ada dua ciri haji yang mabrūr:

  1. Zuhud dengan dunia 
  2. Semangat mencari bekal akhirat 

Zuhud dengan dunia 

Haji mabrur bisa dilihat dari kesungguhan kita meninggalkan kemelekatan terhadap dunia yang ada sebelum pergi haji. Contoh-contohnya adalah sebagai berikut:

🌹 Yang sebelumnya takut mati karena tak merasa nyaman meninggalkan dunia, kini merasa tenang karena tahu akhirat lebih baik apabila kita bersungguh-sungguh mengejarnya

🌹 Mendahulukan urusan dunia, dan bukan ibadah. Misalnya saat adzan datang, yang sebelumnya tak mampu meninggalkan semuanya untuk shalat, kini kontan fokus untuk shalat 

🌹 Terlalu banyak mengkhawatirkan berbagai urusan dunia, banyak galau. Misalnya yang sebelumnya resah karena si A bilang begini dan si B bilang begitu tentang kita, kini lebih   berfikir mengenai apa pendapat Allah.

  • Menghitung segalanya dengan uang dan materi. Misalnya yang sebelumnya malas sedekah karena takut harta berkurang, kini gemar sedekah karena tahu besaran nilainya di mata Allah.

Semangat mencari bekal akhirat

Haji mabrur dapat dilihat dalam kesungguhan menjadi orang yang “rāghiban fil ākhirat” yaitu orang yang semangat untuk berburu bekal yang akan di bawa ke akhirat. Contoh-contohnya adalah:
🌹 Lebih mendahulukan berdoa untuk mendapat surga, dihindarkan dari azab dunia akhirat, dibanding berdoa minta kenikmatan dunia untuk diri sendiri

🌹 Mengukur segalanya dengan nilai di sisi Allah, dan bukan nilai duniawi 

🌹 Sangat bersemangat dalam urusan ibadah dan mengajak banyak orang bersama mengerjakannya 

🌹 Mampu mengendalikan nafsu dan emosi karena sadar ajal bisa datang kapan saja. Di akhirat semua nafsu dan emosi itu tak ada gunanya.

Marilah kita evaluasi baik-baik, mabrurkah haji kita?

🌻 Kalau dinilai 1-10, 1 masih jauh dari zuhud dan semangat mengejar akhirat, dan 10 sudah 100% zuhud dan semangat mengejar akhirat, ada dithe angka berapakah kita?

🌻 Apa yang dapat kita lakukan untuk terus meningkatkan angka itu setiap hari?

🌻 Dalam skala 1-10, seberapa besar komitmen kita ubtuk meningkatkan angka itu?

🌻 Siapa saja yangand harus kita ajak agar bisa bersama-sama mengejar komitmen di atas?

🌻 Apa saja yang kita butuhkan untuk bisa menjaga komitmen di atas?

Sumber gambar : laman facebook I💖Muhammad

Sumber konten:

________________________
📦 Donasi Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam 
| Bank Mandiri Syariah 
| No. Rek : 7103000507 
| A.N : YPWA Bimbingan Islam 
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

📝 Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut: 
🌐 http://www.bimbinganislam.com/kritikdansaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s