Setiap kebaikan yang dilakukan akan membawa kebaikan untuk diri sendiri

  

Saat kita memberi, kita akan menerima

Saat kita menolong orang lain, pada saat yang sama kita sedang menolong diri kita sendiri. Apa yang kita lakukan untuk orang lain, sebenarnya kita sedang melakukan untuk diri kita sendiri. Inilah rahasia kehidupan yang tersembunyi bagi banyak orang. Bukan karena mereka tidak melihat kebenaran ini, tapi mereka tidak mempercayainya.

Karena itu banyak orang lebih berbahagia menerima daripada memberi. Lebih suka ditolong daripada menolong. Hidup hanya berpusat kepada diri sendiri.

Αda ilustrasi menarik di bawah ini.

Seorang buta sedang berjalan dengan tongkatnya di malam hari. 

Tangan kanannya memegang tongkat sementara tangan kirinya membawa lampu. Pemandangan ini cukup mengherankan bagi seorang pria yang kebetulan melihatnya.

Supaya tidak penasaran, pria itu bertanya,

“Mengapa anda berjalan membawa lampu?”

Orang buta itu menjawab, “Sebagai penerangan.”

Dengan heran pria iτu bertanya lagi, “Tetapi bukankah anda buta dan tetap tidak bisa melihat jalan meski ada lampu penerangan?” 

Orang buta itu tersenyum sambil menjawab, “Meski saya tidak bisa melihat, orang lain melihat saya. Selain membuat jalanan menjadi terang, hal ini juga menghindarkan orang lain untuk tidak menabrak saya.”

Disaat kita melakukan sesuatu untuk orang lain, sebenarnya kita sedang melakukan sesuatu untuk diri kita sendiri.

Kita diingatkan untuk tidak jemu-jemu berbuat baik.

Ini sebuah rahasia kehidupan untuk hidup yang membawa damai, berkelimpahan dan hidup bahagia.

Meski demikian, rahasia kehidupan ini tersembunyi bagi orang-orang yang egois, kikir, pelit dan melakukan sesuatu berdasarkan apa yang untung bagi dirinya sendiri saja.

Kiriman Mas Dwiatmoko Setiono

🌿🌻🌿🌻🌿🌻🌿🌻

Sahabat blog,

Rajin-rajinlah membukakan jalan, karena sesungguhnya kita membukakan jalan bagi diri kita sendiri.

Rajin-rajinlah memberikan bantuan, karena sesungguhnya kita membantu diri sendiri.

Banyak-banyaklah berbagi ilmu, dengannya kita menambah ilmu yang sudah ada.

Dan jangan tunda.
Mulai dari diri sendiri.
Mulai sekarang.
Ajal tak menunda,
Ajal tak menunggu orang lain.

Kebaikan apa yang paling mudah dimulai saat ini?
Sekarang juga?
Dan tak membutuhkan orang lain?
Bagaimana hal itu dapat ditularkan?
Kepada siapa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s