Uangmu adalah modal dan ujian untuk mendapatkan penghasilan sesungguhnya di surga.

  
Sahabat blog,

”Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui(nya).” Yunus : 55
Semua harta kita adalah hadiahNya bagi kita, benar. Tapi hadiah itu diberikan bukan tanpa syarat.

”Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman diantara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar” Al-Hadid : 7].

Sesungguhnya hadiah itu hanyalah alat, cara yang diberikan sebagai modal dalam permainan kehidupan di dunia untuk meraih hadiah yang sesungguhnya, surgaNya.

Ingat kan, dalam permainan komputer kita sering diberi uang sebagai modal? Nah itulah gambaran termudah untuk menggambarkan konsep uang bagi kita.
Ada yang dengan senang hati menjalankannya, ada yang rela tapi malas dan ada yang tak sadar akan kewajiban tersebut. Sehingga akhirnya harta pun menjadi ujian.

Yuk kita simak yuk, apa saja tips-tips tulisan Pak Kamal yang saya dapatkan dari group Al Maarij mengenai hal ini.
🌹 Keinginan VS Kebutuhan

Kita harus mampu membedakan antara Keinginan dan Kebutuhan. Contoh yang sederhana, makan adalah kebutuhan tapi kalau mau makannya pake apa, tempat makannya dimana, makannya sama siapa nah itu sudah keinginan. Dalam mengelola keuangan usahakan fokus pada kebutuhan kurangi keinginan.

🌹 Beli sesuatu ketika ada uangnya. 

Ketika dapat penjelasan ini langsung teringat nasehat abang ipar, ” Jangan pernah beli pake hutang.” 

Selama ini kita berpikir kalau ngga hutang mana bisa punya barang, ternyata pendapat ini salah. Kalau mau beli barang yah ketika sudah ada uangnya kalau belum ada yah sabar, tabung uangnya nanti bila sudah ada baru beli. Karena sifat hutang itu selalu bertambah sampai kita bertekad untuk menghentikannya atau kita tidak sanggup lagi walaupun sekedar membayar bunganya. 

🌹 Biasakan melakukan Tracking Cash Out.

Mendata kembali kebutuhan hidup kita, jangan-jangan lebih banyak untuk makan dan minumnya (jajannya). Coba buat daftarnya mulai dari biaya makan, minum, bensin, transportasi, listrik, sekolah,dan pengeluaran lainnya. 

Dari pembahasan ini diceritakan ada pengusaha pengeluaran kebutuhan keluarga sebulan bisa sampai 40 juta, ketika ditanya kebutuhan makan dan minum (jajan) sampai 30 juta, dan 10 juta baru kebutuhan lainnya. Nasehat untuk pengusaha ini untuk merubah pola hidupnya makan dan minum dengan cara masak atau buat sendiri, ternyata bisa menekan pengeluaran signifkan sampai pengeluaran makan minum hanya 11 juta. Intinya coba tracking cash out kita kemudian coba cari cara bagaimana bisa efisien.

🌹 Optimasi Aset

Aset adalah barang atau sesuatu yang mampu menghasilkan uang. Contoh mobil yang jarang dipakai bisa direntalkan.

Dalam pembahasan ini kita diminta untuk membuat tabel. Sebelah kiri ditulis Asetnya dan disebelah kanan kesempatan ya. Kalau sudah kita buat seperti ini diharapkan kita mampu mengoptimalkan aset kita.

🌹 Mengelola kebutuhan masa lalu, saat ini dan masa yang akan datang.

🌻🌻🌻 Prioritas utama adalah perbaiki pengeluaran MASA DEPAN (Sisihkan dari pendapatan minimal 10%).

🌻🌻🌻 Bagi seorang muslim masa depan adalah kehidupan akhirat, maka uang di alokasikan untuk membuka pintu surga. Bagaimana caranya? biasakan sedekah dengan uang pecahan terbesar yang ada didompet kita.

🌻🌻🌻 Uang dikeluarkan untuk urusan leher keatas.

Sesuatu yang telah membawa diri saya pada level kesuksesan saat ini bisa jadi sudah tidak relevan lagi untuk membawa diri saya pada level kesuksesan berikutnya. Maka kita perlu siapkan dana untuk belajar dan menambah pengetahuan.

🌻🌻🌻 Mulailah belajar investasi

Mulai mencari investasi untuk bisnis kita.

🌻🌻🌻 Masa Lalu (maks 30%)

Yang berhubungan dengan masa lalu adalah Hutang. Maka bersegeralah untuk melunasi hutang sehingga alokasi dana untuk masa depan bisa maksimal.

🌻🌻🌻 Masa Kini (60%)

Kebutuhan masa kini yah yang berhubungan dengan kebutuhan hidup. Buatlah seefisien mungkin sehingga alokasi kebutuhan masa kini bisa kita masuk ke alokasi kebutuhan masa depan.
Demikian yang bisa saya share hari ini.

Kamal, 21 september 2015 @Dkandang Depok

Pembahasan di group Al Maarif.

🌻🌻🌻🌻🌻

Syukurilah semuanya. Bukan jumlahnya yang menjadi tantangan dan cobaan, tapi cara kita menggunakannya yang diuji Allah.

Harta yang banyak dan tak dimanfaatkan dengan baik bisa mejadi sumber kehancuran di dunia dan akhirat.

Sebaliknya uang yang sedikit dan dikelola dengan baik bisa menjadi modal peraih nikmat sesungguhnya di dunia dan di akhirat. 

Apakah yang dapat anda lakukan agar lebih baik lagi mengelola uang untuk membangun jalan di surga?

Bagaimanakah anda dapat mulai melakukannya saat ini juga?

Berapa besar komitmen anda mengelola uang untuk membangun jalan ke surga?

Bagaimana anda akan menjaga komitmen anda tersebut?

Semoga Allah ridloi semua upaya kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s