Hartamu tak menambah umurmu. Sedekahlah agar umurmu berkah dan hartamu abadi menjadi milikmu.

  
Sahabat blog,

Dalam sejarah banyak kita pelajari bahwa banyak raja yang ingin “membeli” keabadian di dunia.

Sesungguhnya hal itu tidaklah mungkin. Sebanyak apapun uang yang dikeluarkan untuk membeli perpanjangan umur, ajal akan tetap datang.

Sayangnya banyak manusia tak mau belajar. Dicarinya uang sebanyak-banyaknya, jabatan setinggi-tingginya. Ajakan beribadah ditampik dengan dalih “tak ada waktu.”

Ajakan sedekah ditampik dengan alasan “tak ada uang.”

Jadi untuk apa kita diberi waktu hidup di dunia oleh Allah?

Untuk apa kita diberi uang?

Untuk apa kita diberi hidup?

Yuk kita simak wejangan Syeikh Maher al-Mueaqly hafidzahullah, Imam Masjidil Haram, Mekah al-Mukarramah, di bawah ini. Apa sesungguhnya yang penting kita lakukan dengan waktu dan uang?

🌷🌷🌷🌷
🌷 Saat terbetik dalam hatimu bahwa hartamu akan menambah umurmu, maka sungguh engkau seperti yang disebutkan oleh Allah ttg orang yg terus mengumpulkan harta dan pelit karena menyangka hartanya akan menambah usianya.

“Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung, dia mengira bahwa hartanya itu kami dapat mengkekalkannya.

QS. Al-Humazah : 2-3

🌷 Justru sikap pelitlah yang merusak umur dan menghilangkan keberkahannya, sebaliknya perbuatan baik terlebih lagi bersedekah bagi kerabat dan fakir miskin serta anak-anak yatim yang akan menambah umurnya.

🌷 Ingatlah engkau dilahirkan dalam kondisi tak membawa sepeser pun harta, maka demikian pula tatkala kau dibangkitkan tidak membawa sepeser pun harta yang selama ini engkau kumpulkan siang dan malam tanpa mengenal lelah.

🌷 Namun jika hartamu kau sedekahkan di Jalan Allah, maka amal sedekahmu akan menemanimu di alam kubur dan pada hari kiamat kelak.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Setiap orang dibawah naungan sedekahnya hingga diputuskan hukum diantara manusia.”

(HR Ahmad dan Hakim dan dishahihkan oleh Al-Albani)

🌷 Kenapa seorang mayit memilih “bersedekah” jika bisa kembali hidup ke dunia?

Sebagaimana firman Allah:

“Wahai Rabbku, sekiranya Engkau berkenan menunda kematianku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah.”

QS. Al Munafiqun:10

Kenapa dia tak mengatakan :

“Maka aku dapat melaksanakan umroh”

“Maka aku dapat melakukan sholat atau puasa” 

🌷 Berkata para ulama : Tidaklah seorang mayit menyebutkan “sedekah” kecuali karena dia melihat besarnya pahala dan imbas baiknya setelah dia meninggal.

🌷 Maka, perbanyaklah bersedekah, karena seorang mukmin akan berada dibawah naungan sedekahnnya.

Dan, bersedekah-lah atas nama orang-orang yang sudah meninggal diantara kalian, karena sesungguhnya mereka sangat berharap kembali ke dunia untuk bisa bersedekah dan beramal shalih, maka wujudkanlah harapan mereka.

Dan, biasakan, ajarkan anak-anak kalian untuk bersedekah…

Oleh :

Syeikh Maher al-Mueaqly hafidzahullah 

[Imam Masjidil Haram, Mekah al-Mukarramah]

‪”Kematian adalah sesuatu yang paling jauh dari pikiran kita, walaupun pada hakikatnya ia begitu dekat dengan kita.”

🌷🌷🌷🌷🌷

Jadi,

Apa lagi yang dapat kita lakukan untuk bisa bersedekah lebih baik, lebih banyak, lebih konsisten, lebih bermanfaat?

Bagaimanakah kita dapat menjaga komitmen tersebut?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s