Hidup adalah pilihan. Apakah anda memilih amarah, benci, dendam untuk menghadapi cobaan hidup? atau bersyukur dan bangkit?

  
Di sebuah konferensi mahasiswa pada sebuah Universitas terkenal di AS, ada seorang Wanita didaulat memperkenalkan diri.
“Saya adalah seorang anak HARAM, ibuku bisu tuli dan sangat miskin.”

“Suatu hari, ibu diperkosa hingga hamil. Saya lahir tanpa pernah kenal siapa ayah saya.”

Lanjutnya dengan berkaca-kaca ia berkata, “Kami hidup sangat miskin, hingga dalam umur yang masih sangat muda, saya terpaksa bekerja dengan ibu untuk hidup.” 

Hadirin pun terdiam.

“Saya bekerja sebagai buruh kasar di sebuah perkebunan kapas. Saya BENCI keadaan saat itu.
Saya PERNAH KECEWA pada TUHAN. Karena DIA tidak ADIL atas hidup saya. Disaat kebanyakan anak-anak nikmati hidup layak, saya harus bergumul dlm penderitaan. 
Sungguh, saya tidak paham kenapa saya dilahirkan tanpa melihat kehidupan yang baik di MASA DEPAN.” Suaranya bergetar…

“Suatu hari saya berbicara dengan hati nurani saya,”Azie, tahukah kamu.. bahwa hidup ini adalah PILIHAN?
Mau tetap seperti ini atau keluar dari ketidak-bergunaan ini?

PILIHAN itu ada di TANGANMU!”
Perlu kamu tahu, RENCANA TUHAN atasmu bukan rencana KECELAKAAN, melainkan hari depan yang penuh HARAPAN. 
Selama bisa memilih, pilihlah yg TERBAIK!” Nadanya lirih penuh makna.

“Akhirnya saya pilih KELUAR dari rasa kecewa dan tak berguna ini.” Nadanya mengelegar memecah keheningan.

Singkat cerita, sang wanita mulai bekerja dengan GIAT membiayai sekolah dan kehidupan ibunya. Dia bekerja keras dan ulet, hingga akhirnya meraih KESUKSESAN. 

Tahukah anda siapa dia..?

Dia adalah: Azie Taylor Morton, Menteri Keuangan AS 

“From Zero to HERO” 

Pesan Moral: Jangan bandingkan diri anda dengan orang lain. Lepaskan dan merdekakan diri dari rasa iri, dengki dan benci kepada orang lain.

Bangkitlah, berjuang dari keterpurukan untuk saling peduli terhadap sesama. Maka hidup kita akan jadi lebih bermakna, sehingga menjadi saluran berkah yang berguna bagi buat sesama.

Kiriman Mas Ken, GCP 5, AMN HOME

🌹🌹🌹🌹🌹

Sahabat blog,

Bahkan seorang anak haram miskin pun mampu bangkit dari keterpurukannya,
rasa benci
rasa marah
rasa dendam
rasa tak berharga
rasa diperlakukan tidak adil

Dan memilih untuk bisa melihat hidup sebagai sebuah kesempatan.

Bagaimana dengan kita?
Masihkah kita berkubang dengan
rasa benci?
rasa marah?
rasa dendam?
rasa tak berharga?
rasa diperlakukan tidak adil?

Kapankah kita akan bangkit dan memilih untuk mensyukuri segala pemberian dan karuniaNya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s