Skip to content
Advertisements

Kejar rizki dengan subuhan di masjid yuk


Seorang penceramah bertanya kepada jemaahnya:

+ Siapa yang memberi kita rejeki, Allah atau konsumen kita?
“Allah..”

+ Yakin? Bener yakin Allah yang Maha Kaya? Allah Maha Pemberi Rezeki?

“Yakiiiinn… Seyakin-yakinnya!”

+ Tadi pagi subuhan jam berapa? Subuhan di mana? Jamaah atau enggak?

“Tiba-tiba hening…”

Meskipun yakin sumber rizki adalah dari Allah, belum tentu seseorang mau memintanya di saat yang tepat untuk meminta. Lalu kalau rizki tak kunjung datang ia marah menyalahkan Allah yang tak adil karena ia terus ada dalam kesulitan, sementara yang lain kaya raya.

Bahkan banyak orang yang terjun ke dunia haram dengan dalih, “Yang haram saja susah apa lagi rizki yang halal.”

Sudahkah jalan rizki yang halal itu sungguh-sungguh diminta kepada Sang Pemberi Rizki?

Sudahkah kenikmatannya tidur dan mimpi indah dikorbankan sejenak untuk Sang Pemberi Kenikmatan dengan bangun lebih pagi dan tidur lebih cepat?

Sudahkah ia benar-benar mengorbankan waktu untuk belajar dan mencari cara mengambil hati Sang Pemberi Rizki?

Come on… Menyalahkan nasib, menyalahkan Tuhan, tapi tak mau berkorban?

Pesan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” (HR. Muslim725).

Bahasa singkat namun tersirat, dua rakaat sebelum shalat subuh nilainya lebih baik dari dunia dan isinya.

Bayangkan ketika hari masih gelap, dingiiin, orang-orang ini rela ke masjid lebih dahulu, sholat sunnah  dua rakaat sebelum subuh, pertanda dia datang lebih dulu. Ketika Allah Yang Maha Pemilik Rezeki memanggil di pagi hari, dia berangkat menyambutnya…

“Ini dia Tuhanku, yang memberiku hidup hari ini, yang menjamin rejekiku hari ini.. Subuh ini kuratakan kepalaku dengan tanah hanya menyembahmu.”

Betapa indahnya.

Marilah kita sambut Sang Maha Pemberi Rizki di pagi hari sebelum kita berangkat mengejar rizki yang telah disediakanNya untuk kita.

Apakah yang dapat kita lakukan mulai hari ini untuk dapat lebih baik lagi menjalankan shalat subuh berjamaah?

Apakah yang dapat kita lakukan untuk bisa menjaga dan terus meningkatkan kualitas shalat subuh kita?

Yuk, kita jemput berkah shalat subuh dan shalat sunnah sebelumnya yuk.

Disempurnakan dari artikel kiriman Santi Mia Sipan, WISE group.

Advertisements

1 Comment »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s