Malulah kepada Allah dengan menjaga pikiran, perut dan segala isinya.

  
Malu Kepada Allah 

Seorang hamba hendaklah merasa malu kepada Allah ta’ala dengan sebenar-benarnya rasa malu kepadaNya. Demikian inilah yang diperintahkan utusanNya Muhamad shallallahu ‘alaihi wasallam, dalam sabdanya:


“Malulah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu.” (HR. at Tirmidzi, no. 2458)

Selanjutnya Rasulullah saw menjelaskan bahwa “malu yang sesungguhnya kepada Allah” adalah sebagai berikut:


“…malu kepada Allah dengan sebenarnya adalah hendaknya kamu menjaga kepala dan apa yang terkumpul di dalamnya, menjaga perut beserta apa yang terhimpun padanya, hendaknya kamu mengingat kematian dan hancurnya jasad sesudahnya, barangsiapa menginginkan akhirat, niscaya dia meninggalkan perhiasan dunia, barang siapa melakukan hal itu, maka dia telah malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya.”

Jadi ada dua hal “malu kepada Allah” yaitu;

  • Menjaga kepala dan apa yang terkumpul di dalamnya 
  • Menjaga perut serta apa yang terhimpun padanya 

🌹 Menjaga kepala 

Menjaga kepala adalah menjaga pikiran kita. Malulah kepada Allah yang tahu apapun yang kita pikirkan.

Jagalah pikiran positif karena inilah dasar dari prasangka baik kepada Allah. Prasangka kita kepada manusia bisa saja tak diketahui oleh manusia itu tapi prasangka kepada Allah langsung diketahuiNya.

Marilah kita evaluasi, sudahkah kita:

  • Selalu jujur, lurus dalam jalanNya dan “tidak coba-coba melanggar laranganNya” karena yakin Allah selalu melihat semua niat buruk?
  • Selalu optimis karena yakin Allah Maha Menjaga, Maha Mencukupi?
  • Selalu bahagia karena yakin Allah hanya memberikan apapun yang terbaik bagi kita?
  • Selalu berusaha memberikan yang terbaik meskipun tak ada imbalan atau pujian yang didapat, karena yakin Allah pasti membalas setiap kebaikan?
  • Selalu menerima berbagai cobaan dengan penuh syukur, seburuk apapun bencana yang ada, karena yakin Allah selalu memberikan kebaikan di balik setiap bencana di dunia?
  • Selalu menerima caci maki, hinaan, perilaku buruk orang lain dengan penuh maaf dan lapang dada, karena tahu Allah pun penuh dengan maaf pada segala kesalahan kita, dan bahwa semua maaf akan meningkatkan derajat kita di sisiNya?

 Sudahkah kita malu padaNya dengan menjaga semua pikiran kita?

Apakah hal paling sederhana yang dapat kita lakukan mulai hari ini untuk menjaga rasa malu padaNya dengan menjaga segala isi kepala kita?

🌹 Menjaga perut 

Perut adalah sumber segala penyakit kalau tak dijaga dengan baik. Makanan kita dapat menjadi sumber kekuatan dan dapat menjadi sumber kerusakan.

Perut harus selalu rajin dibersihkan melalui berbagai proses detoksifikasi agar selalu bersih dan bebas racun sisa makanan.

Marilah kita evaluasi:

  • Sudahkah kita berprinsip makan untuk hidup dan bukan hidup untuk makan?
  • Apakah kita menganggap hidup hanya sekali dan harus dinikmati tanpa ada aturan halal dan baik dalam makanan?
  • Apakah kita merasa bebas makan apa saja karena selalu ada obat kalau sampai sakit?
  • Sudahkah kita selalu memeriksa apakah yang kita makan benar-benar halal? Termasuk restoran yang kita datangi?
  • Sudahkah kita jalankan contoh Rasulullah dalam menjaga makanan dan tak mencampur apa yang tak dapat dicampur dalam satu piring? (Rasulullah memberikan contoh food combining dengan sangat baik).
  • Sudahkah kita menjaga prosentase 80% sayur buah dan 20% daging untuk yang sehat, sesuai petunjuk yang ada dari komposisi gigi kita?
  • Sudahkah kita rajin membersihkan perut kita dengan detoks, pencahar atau enema?
  • Sudahkah kita rajin menjaga pola pengeluaran kita agar selalu reguler dan lancar setiap hari?

Sudahkah kita benar-benar jaga perut kita karena malu padaNya dan ingin segala yang ada dalam perut kita baik di mataNya?

Apa hal yang paling sederhana yang dapat kita lakukan mulai hari ini untuk lebih menjaga perut kita?

Bagaimanakah kita dapat kembali kepadaNya dalam kondisi bersih suci karena rajin menjaga kepala dan perut serta segala isinya?

One thought on “Malulah kepada Allah dengan menjaga pikiran, perut dan segala isinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s