Skip to content
Advertisements

Berapapun hartamu tak akan mengangkat derajatmu kalau kau tak dicintai Allah dan manusia 

  
Tulisan dari Erizeli Jely Bandaro…


Jangan pernah merasa bangga terhadap dirimu karena orang menghargai hartamu.
Banggalah karena kamu bisa merangkul orang yang membencimu dan berteman dengan orang yang tak bertanya siapa kamu dan berapa hartamu.

🌹🌹🌹

Teman saya pernah ikut lelang makan malam bersama Warren Buffet. 

Lelang ini diselenggarakan oleh Alibaba ketika Warren Buffet berkunjung ke Hong Kong. Pemenang lelang adalah mereka yang paling tinggi menawar. 

Hasil lelang akan disumbangkan untuk kegiatan amal. Pemenangnya adalah seorang pengusaha kreatif dibidang IT dari China. Dia membayar USD 1 juta. 

Dalam acara makan malam itu bukan hanya pemenang lelang bisa ikut makan malam dalan satu table dengan sang super billoner nomor 5 didunia ini tapi juga ikut gabung mereka yang dipilih sendiri oleh Warren buffet.  

Salah satunya adalah teman saya. 

Mengapa teman saya terpilih ? 

Karena dia adalah peserta lelang dengan harga terendah. 

Acara makan malam diadakan di Financial Club, Ritz Carlton dikawasan paling bergengsi di Hong Kong, Financial Center

Kebetulan saya members Financial Club bisa hadir dalam acara makan malam itu walau tidak satu table dengan sang billionare legendaris itu. 

Semua datang dengan pakaian terbaik dengan aksesoris mahal. 

Tapi tahukan anda?

Sang billionare datang dengan pakaian sederhana. Celana jeans (denim), t-shirt warna merah tanpa merek. Topi koboi. Itulah sosok kakek yang disegani dunia, yang pernah membuat Menteri Keuangan Amerika memohon agar dia membantu Amerika dari krisis Mortgage di tahun 2008.  

Pada acara makan malam itu, teman saya bertanya kepada Warren Buffet : Mengapa dia terpilih duduk satu table padahal dia adalah penawar terendah. Anda tahu apa kata Warren Buffet ? 

Warren Buffet menjawab :

“Mereka yang mengajukan penawaran tertinggi untuk menghargai saya tidak membuat saya bahagia bahkan saya takut dengan diri saya sendiri. 

Tapi anda menawar dengan harga terendah membuat saya terharu karena semakin mengingatkan bahwa saya bukanlah siapa siapa dan saya senang bila dunia hanya mengenal saya sebagai seorang Warren Buffet, sebagai seorang kakek, ayah dan sahabat tanpa perlu melihat apa yang saya miliki. Saya rindu ketulusan dan dunia ini akan sangat berbeda bila semua kita bersahabat karena dasarnya ketulusan tanpa terpengaruh dengan merek dan credit card, clubs mewah.”

Para hadirian dalam acara makan malam itu nampak menundukkan muka merasa malu akan kata kata Warren Buffet. 

Kemudian pemenang lelang itu bertanya kepada Warren buffet bertanya :

“Apa nasehat anda untuk saya” 

Dengan tersenyum Warren Buffet berkata :

“Teruslah berkerja keras, raihlah apa saja yang menjadi cita citamu, setelah mendapatkannya maka kembalilah kepada Tuhan, berbagilah, dan rendah hatilah Jangan pernah merasa bangga terhadap dirimu karena orang menghargai hartamu tapi banggalah karena kamu bisa merangkul orang yang membencimu dan berteman dengan orang yang tidak bertanya” siapa kamu, berapa hartamu,”

Kiriman:  Ibu Yuni Subali Andi Firman, Lavender Ribbon Cancer Support Group.

🌹🌹🌹🌹

Sahabat-sahabatku,

Sekaya-kayanya manusia, setinggi-tingginya pangkat di dunia, kita hanya kembali ke sebuah liang di tanah.

Dan apalah artinya duduk dengan seorang bilyuner kalau kita tak bisa duduk disertai dengan ridloNya.

Apalah artinya jadi bilyuner selama maksimal 100 tahun kalau tak mendapat tempat baik di surga?

Apalah artinya mendapat tempat di samping orang terkaya di dunia kalau tak bisa mendapat tempat terbaik di sisiNya?

Karena dunia hanya sementara dan surga ada selamanya, tempat di sisiNya adalah kemuliaan abadi.

Tak perlu menjadi pemberi harga di lelang untuk mendapat tempat di sisiNya. Tapi harta yang disedekahkan dalam jalanNya bisa membawa kita memesan tempat di sana.

Tak perlu menjadi bilyuner untuk menjadi orang paling terhormat secara abadi. Yang kita butuhkan adalah sabar, syukur, ikhlas dan taqwa. 

Harga yang harus dibayar bukanlah uang satu juta dolar, tapi disiplin tak pantang menyerah untuk beribadah dalam jalanNya, menghindari laranganNya dan selalu berprasangka baik padaNya.

Simpel kan? Sederhana?

Semoga suatu hari kita diberikan tempat semeja dengan Rasulullah saw, dan rasul serta nabi-nabiNya di surga yang tertinggi nanti. Dengan baju sutra hijau, piring dan gelas emas. Dengan anggur yang nikmat tapi tak memabukkan, dengan sungai yang mengalir di bawah kita, memercik nikmat didengar. Semua damai dan penuh keselamatan dan kenikmatan.

Inilah hadiah bagi semua yang ikhlas mensyukuri, menerima hadiahNya, termasuk kanker dan berbagai bencana lainnya dengan bahagia, karena yakin akan kebaikan Allah swt di balik kanker dan semua yang diberikanNya.

Aamiin yra

🌹🌹🌹🌹🌹

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: