Skip to content
Advertisements

Orang beriman fokus pada cintanya untuk Allah, semua menjadi mudah dan indah 

  
Kisah seorang pemuda jelalatan, yang selalu memandang wanita dan tidak bisa menundukkan pandangan. 

Kisah ini kami terjemahkan dari salah satu fans page berbahasa Arab (ثقف نفسك).

Pernah ada seorang pemuda yang datang kepada seorang Syaikh lalu mengatakan, 

“Aku ini seorang pemuda yang memiliki banyak keinginan dan tak bisa menundukkan pandanganku dari apa yang diharamkan (wanita non mahram) di pasar. Apa yang harus aku lakukan?”

Syaikh tersebut lalu memberikannya segelas susu penuh dan menyuruhnya untuk membawa gelas tersebut ke suatu tempat dengan melewati pasar tanpa menumpahkan setetes pun air susu yang ada di dalam gelas. 

Lalu Syaikh tadi memanggil salah seorang muridnya untuk pergi menemani pemuda tadi berjalan di pasar. Tugasnya adalah memukul dan mempermalukan pemuda tersebut di hadapan khalayak ramai apabila ia gagal dan menumpahkan air susu dalam gelas. 

Ternyata, pemuda itu berhasil membawa gelas susu itu tanpa menumpahkan sedikit pun darinya. 

Kemudian Syaikh berkata, 

“Berapa wanita yang engkau lihat tadi wahai anak muda?”

Maka pemuda itu menjawab, 

“Wahai Syaikh, aku tak memperhatikan apa pun di sekelilingku selain gelas ini. Aku takut menumpahkannya, lalu dipukul dan dipermalukan di hadapan orang banyak.!”

Syaikh itu pun berkata, 

“Begitulah keadaan orang beriman wahai anak muda. Orang beriman itu takut kepada Allah dan takut kalau sekiranya ia dipermalukan di hadapan seluruh manusia hari kiamat kelak apabila ia mengerjakan maksiat. Orang beriman itu selalu menjaga dirinya dari dosa dan maksiat. Hatinya selalu fokus dan tertuju pada hari kiamat.”

Semoga menjadi bahan renungan dan muhasabah. 

Silahkan disebarkan kalau bermanfaat.
Kiriman Citra Moeslim Roesli, YKM FEUI

🌻🌻🌻

Sahabat blog tercinta,

Tantangan hidup apa yang sedang dijalani sekarang? Marilah kita evaluasi, apakah tantangan tersebut dapat kita atasi apabila kita lebih fokus membangun iman kita kepadaNya?

Dapatkah kita atasi dengan lebih fokus pada upaya kita menggapai ridloNya?

Sudah seberapa jauh rumah kita dibangun di surga? Apa lagi amalan yang bisa kita lalukan? Apa lagi laranganNya yang dapat kita tinggalkan?

Marilah kita fokus hanya pada ridloNya, insya Allah masalah hidup apapun dapat kita atasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: