Bahagia bukan karena posisi. Bahagia hanya datang bagi hati yang penuh cinta 

  
Kisah dua ranjang 

Di sebuah kamar di rumah sakit ada dua ranjang. Ranjang pertama dekat jendela dan ranjang yang satu lagi jauh dari jendela. Setiap hari seorang gadis kecil yang terbujur lemah yang berada di ranjang dekat jendela menceritakan apa yang dia lihat ke seorang ibu yang terbaring di ranjang satunya lagi.

“Apa yang kamu lihat hari ini, Dik?” tanya ibu itu. Gadis itu menjawab, “Di luar ada banyak anak-anak kecil sedang bermain, mereka bernyanyi gembira dan tertawa riang. Ada tanaman-tanaman bunga yang sangat cantik, dan rumput taman yang indah. Ada sepasang angsa yang cantik di kolam taman.” Dengan riang Gadis itu bercerita.

Hari demi hari ibu itu bertanya pada gadis itu, dan gadis itu terus menceritakan apa yang ia lihat di luar jendela.

Akhirnya pada satu malam gadis itu sesak nafas. Ibu itu bisa saja membantu gadis itu dengan memencet bell agar suster cepat datang, tapi justru dibiarkan saja. Dalam hatinya, ini kesempatanku untuk bisa pindah ke ranjang dekat jendela jika gadis itu mati jadi aku bisa lihat pemandangan luar.

Esok harinya gadis itu meninggal, dan ibu itu berkata kepada suster, “Aku mau pindah ke ranjang yang dekat jendela itu.”

Suster memindahkan ibu itu ke ranjang yang didekat jendela, ranjang si gadis kecil terdahulu. Dengan riang si ibu melongok ke jendela begitu pindah. Apa yang dia lihat? Ternyata yang dilihat hanyalah “atap dan tembok” karena rupanya gadis kecil itu buta.

🌹🌹🌹
Sahabatku,

Sering kita iri pada orang yang tampak lebih bahagia. Dengan sangat mudah kita menyalahkan posisi kita, kondisi kita, kekurangan kita, dan berbagai hal lain yang kita tidak punya.

Jarang kita sadari bahwa orang yang membuat kita iri bisa menjadi bahagia bukan karena hal-hal tersebut, tapi karena ia mampu memandang hidup dengan mata hati cinta.

Anak yang penuh keceriaan setiap hari bisa melihat keindahan dunia bukan karena posisinya yang lebih dekat dengan jendela, tapi karena ia selalu bersyukur atas segala karuniaNya dan merasakan cintaNya setiap hari. Cinta Sang Kuasa ini yang membuatnya melihat dengan hati yang penuh cinta. 

Allah mengambil matanya tapi Allah memberikan cinta yang besar ke dalam hatinya. Dan cinta inilah yang ia sebarkan dan berikan kepada ibu di sebelahnya.

Dan saat sang ibu mendapatkan posisi dekat jendela yang disangkanya adalah sumber kebahagiaan anak yang membuatnya iri, barulah ia sadari bahwa sumber kebahagiaan anak itu bukanlah posisinya tapi mata hatinya.

Sahabatku,

Pernahkah kita merasa kurang beruntung? Kurang kaya? Kurang jaya? Kurang cerdas? Kurang ini dan kurang itu?

Sadarilah bahwa sumber bahagia ada di dalam setiap hati manusia yang mampu bersyukur atas apa yang ia punya termasuk kekurangannya. Kekurangan pun dapat menjadi kelebihan bagi setiap orang yang pandai bersyukur. Kanker dapat menjadi berkah saat diyakini menjadi alat Allah mensucikan dan mendekatkan diri kepadaNya.

Apapun di dunia ini bisa menjadi indah, seperti yang dilihat oleh gadis buta di dekat jendela, apabila dilihat dengan hati yang penuh syukur dan cinta.

Mulailah melihat cintaNya yang dilimpahkan luar biasa pada kita. Isilah hati dengan cintaNya dan mulailah melhat dunia melalui hati yang penuh dengan cintaNya dan cinta kita untukNya. 

Dan dunia menjadi amat sangat indah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s