Tak perlu mengkritik. Fokuslah pada solusi yang lebih baik untuk mencapai tujuan.

  
Seorang Ustad pernah mengingatkan bahwa peristiwa Perang Uhud yang menyebabkan 70 sahabat syahid, jika dicari kambing hitamnya, maka pasukan pemanah yang disalahkan. Namun tidak ada ayat dalam Al Qur’an yang menyalahkan pasukan pemanah. Karena orang yang salah tidak perlu dikritik bila sudah menyadari kesalahannya.

Sebaliknya di saat kaum muslimin menang dalam Perang Badar, maka ayat pertama dalam surat Al-Anfaal justru berupa kritikan. Sebab yang dibutuhkan oleh pemenang bukan sanjungan, melainkan teguran agar terjadi keseimbangan jiwa dan euforianya tidak berlebihan. Sementara yang dibutuhkan oleh orang yang kalah itu bukanlah kritikan, melainkan kata-kata yang menyemangati agar tercapai pula keseimbangan jiwanya dan ia tidak menyerah.

Memang benar, kritikan yang disampaikan dengan keras kepada mereka yang kalah bisa jadi bukannya menyemangati tapi malah menjatuhkan mental, sementara pujian berlebih pada yang menang bisa jadi melenakan.

Sebagai pemimpin, ada satu tips yang saya pelajari dalam ilmu coaching saat memberikan feedback.

🌹Bahaslah dua hal saat memberikan feedback:

1. Apakah yang sudah berjalan dengan baik?

Di awal kita bisa melihat bersama apa saja yang sudah dilakukan dengan baik dan harus dilanjutkan.

Dengan membuka evaluasi secara positif, mengingat keberhasilan yang sudah dilakukan, kita akan lebih berbesar hati dan mampu melihat bahwa kita mampu, kita bisa. Dan kalau saat ini kita bisa, insya Allah ke depan pun kita bisa, dalam hal-hal lain.

2. Apa yang dapat membuat pencapaian ini lebih baik lagi?

Ajaklah mereka yang kita evaluasi atau berikan feedback untuk melihat ke depan dan bahas apa yang dapat dilakukan dengan lebih baik untuk mencapai tujuan bersama. Tak perlu membahas masalah, apa lagi menyalah-nyalahkan, apalagi melampiaskan kemarahan untuk kompensasi ego. Semua itulah sumber kehancuran.

Fokus ke depan, cari solusi bersama. Hal ini akan membangun suasan hati yang lebih menyenangkan, kreatif dan produktif.

Yuk, kita ganti kritikan dengan cara fokus pada solusi, mencari cara yang lebih baik untuk mencapai tujuan.

Jangan buat asumsi, jangan menghakimi, percayalah bahwa semua orang baik, punya intensi baik dan akan berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki.

Bismillah…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s