Berusaha hidup baik tanpa dosa 1 jam ke depan tentu kita bisa. Ulanglah terus satu jam itu hingga kebaikan menjadi karakter dan nasib kita.

  

Hidup satu jam untuk satu kehidupan

Suatu hari seorang anak kecil datang kepada ayahnya dan bertanya :

”Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita?“

Ayahnya memandang kepada anak kecil itu dan berkata, “Tidak, Nak.”

Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan berkata lagi.

” Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun?”

Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putrinya.

”Oh, Ayah, bagaimana kalau 1 bulan, apakah kita bisa hidup tanpa melakukan kesalahan?”

Ayahnya tertawa.

”Mungkin tidak bisa juga, Nak.”

” OK Ayah, ini yang terakhir kali.”

Apakah kita bisa hidup tidak berdosa dalam 1 jam saja?”

Akhirnya ayahnya mengangguk.
“Kemungkinan besar bisa, nak.”

Anak ini tersenyum lega.
” Jika demikian, aku akan hidup benar dari jam ke jam, ayah. Lebih mudah menjalaninya, dan aku akan menjaganya dari jam ke jam, sehingga aku dapat hidup dengan benar.”

🌹🌹🌹

Sahabatku,

Sungguh cerdas anak ini. Janganlah kita ribet dan pusing dengan yang belum tiba. Nikmatilah dan jagalah tiap detik dalam hidup kita, agar minimal dalam satu jam ini kita berbuat kebaikan. Detik demi detik, jam demi jam. Akan lebih mudah berfikir untuk fokus berbuat kebaikan dalam satu jam daripada berfikir berbuat kebaikan seumur hidup.

Bahkan anak kecil pun tahu itu. Seringkali anak kecil yang sederhana pemikirannyalah and yang mampu fokus untuk satu jam kehidupan yang sedang dijalaninya.

Inilah yang disebut present moment, atau mindfulness. Bukan saja hal ini penting bagi pencatatan amal kita, tapi sangat penting bagi kesehatan kita. Ribet mengkhawatirkan masa yang belum datang adalah sumber dari berbagai penyakit.

Marilah kita biasakan fokus menikmati hidup dengan berbuat kebaikan, dalam satu jam ini, untuk dilanjutkan setiap jam.

Sesuatu hal yang dilakukan berulang kali akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang dijaga dan dipupuk akan menjadi karakter. Karakter akan membangun nasib dan kemudian takdir. Takdir akhirnya menentukan kebahagiaan dunia akhirat.

Takdir, kebahagiaan dunia akhirat kita ada akhirnya ditentukan oleh fokus kita pada jam ini saja.

Marilah kita fokus untuk hidup pada jam ini:

🌻Tanpa kemarahan,

🌻Tanpa hati yang jahat,

🌻Tanpa pikiran negatif,

🌻Tanpa menjelekkan orang,

🌻Tanpa keserakahan,

🌻Tanpa pemborosan,

🌻Tanpa kesombongan,

🌻Tanpa kebohongan,

🌻Tanpa kepalsuan

Hiduplah juga dalam satu jam:
🌻 Dengan kasih sayang kepada sesama

🌻 Dengan damai,

🌻 Dengan kesabaran,

🌻 Dengan kelemah lembutan,

🌻 Dengan kemurahan hati,

🌻 Dengan kerendahan hati

🌻 Dengan ketulusan

Dan mulailah dari jam ini, dan lanjutkan satu jam berikutnya dan satu jam setelahnya, seumur hidup kita.

🌹 Jadi kebaikan apa yang dapat kita lakukan lebih baik lagi dalam satu jam ke depan?

🌹 Keburukan apa yang dapat mulai kita hilangkan dalam satu jam ke depan?

🌹 Mengapa hal itu penting bagi kita?

Terinspirasi artikel kiriman Gunawan Yasni melalui what’s app group YKM FEUI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s