Hati-hatilah, kita bisa masuk neraka karena tidak mau memaafkan

  
[Yaitu] orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri [sambil berkata]; “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. [Malaikat menjawab]: “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahannam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “[Allah telah menurunkan] kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat [pembalasan] yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa. 16:28-30


Sahabat blog tercinta,

Ayat di atas mengingatkan kita bahwa ada sekelompok orang yang tidak sadar bahwa apa yang mereka lakukan membawa mereka ke neraka.

Inilah manusia yang menyimpan dendam, tidak mau memaafkan manusia lain, atau bahkan menyalahkan Allah atas segala yang terjadi pada dirinya.

Rasa marahnya dan simpanan dendamnya membuatnya sakit, menghambat aliran energi dalam tubuhnya, menekan sel-selnya. Dzalimlah mereka pada dirinya sendiri.

Sudah rugi didzalimi orang lain, rugi pula karena mendzalimi diri sendiri.

Dzalimnya manusia lain yang kita maafkan, kita ikhlaskan dan kita terima sebagai bagian hidup yang berharga, disyukuri sebagai pembelajaran dari Allah swt, akan meningkatkan derajat kemuliaan kita. Memaafkan adalah sesuatu hal yang diutamakan dan diperintahkan oleh Allah.

Dzalimnya manusia lain yang tidak kita maafkan, membuat kita marah berkelanjutan bertahun-tahun, ibarat menikam pisau ke tubuh sendiri. Pisau berkarat dan menyebar penyakit hati. Penyakit hati dapat pula menyebabkan penyakit jiwa dan akhirnya juga penyakit badan.

Kita sebagai yang didzalimi merasa lebih tinggi karena kita tak berbuat salah dan merasa harus menuntut balas.

Tak mau memaafkan membuat kita sombong, tak mau mengasihi orang lain yang menyakiti kita, lupa bahwa kita pun kerap berbuat salah dan butuh maaf dari banyak orang.

Sombong menempatkan diri kita pada tingkat paling hina, seperti iblis yang tak mau sujud pada Nabi Adam as karena dirasanya lebih rendah dari dirinya. Dan sombong itulah yang menempatkannya terkutuk di neraka.

Marilah kita lepaskan satu demi satu pisau yang telah kita tikamkan pada diri kita sendiri. Sadarilah bahwa kita punya banyak salah dan sangat butuh dimaafkan manusia lain dan sangat butuh ampunanNya.

Kasihilah semua umat karenaNya tanpa berhitung, atas nama Yang Menciptakan kita dan mereka, karena Sang Pencipta pun melimpahkan kasih sayangnya tanpa dapat dihitung pada kita semua.

🌹 Jadi, siapakah yang harus kita maafkan hari ini?

🌹 Pembelajaran apa yang kita dapatkan darinya?

🌹 Kesempatan apakah yang terbuka di depan dengan maaf yang kini terbuka baginya?

🌹 Mengapa itu penting?

🌹 Siapa lagi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s