Ke mana perginya amalan Ramadlan? Kenapa hilang tak berbekas?

Lupa Diri #noyor diri #selfreminder

Tadi malam aku lupa
Lupa terbangun untuk bermunajat kepada Nya
Ah, padahal baru saja dua malam lalu terjaga
Dengan berharap penuh pada ridhaNya

Seharian berkeliling silaturahmi
Makan segala apa yag tersaji
Seakan tak pernah makan berhari-hari
Padahal hari sebelumnya masih bisa menahan diri

Bertemu sanak saudara bercanda haha hihi
Diselingi ghibah sana sini
Atau membuat lelucon tak berarti
Hanya ingin jadi pusat perhatian famili

Ah, padahal sebulan sdh latihan
Menahan makan juga lisan
Tak peduli teman memulai pertengkaran
Hati tetap tenang dengan segala ucapan

Hari raya ini tilawah tidak kholas
Bahkan selembarpun tak tuntas
Sebulan penuh kemarin dua kali khatam tak berbekas
Bahkan japrian adminpun malas untuk dibalas
Ah..ah..ah …

Aku kenapa
Sebulan tampak sholih
Sehari liwat sudah beralih
Aku mau berubah
Aku janji tidak lagi bertingkah
Aku ingat suatu tausiyah
Rugi diri jika makin hari taqwa tak bertambah

Ya Allah…
Tetapkan hatiku di atas jalanMu
Istiqomahkan aku
Jadikan aku termasuk bagian orang sholih
Dan berharap mendapat surgaMu

Aamiin…
Kiriman Citra Roesli Moeslim, YKM FEUI.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Sahabat blog,

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra : Rasulullah SAW pernah bersabda, “Perbuatan yang engkau lakukan tidak akan menyelamatkan engkau dari api neraka”, mereka berkata, “Bahkan tuan sendiri ya Rasulullah?” Nabi Muhammad SAW bersabda, “Bahkan aku sendiri, kecuali Allah melindungiku dengan kasih dan rahmatNya. Oleh kerana itu lakukanlah perbuatan baik sepatut mungkin, setulus mungkin, sedapat mungkin dan beribadahlah kepada Allah pada pagi dan petang hari, pada sebagian dari malam hari dan bersikaplah al-qashd (mengambil pertengahan dan melaksanakannnya secara tetap) kerana dengan cara itulah kamu akan mencapai (syurga)”.

Jadi Allah tidak ingin meyulitkan kita. Yang kita harus lakukan untuk bisa mencapai surga, adalah:

  • Perbuatan baik sepatut mungkin, pada pagi dan petang
  • Setulus mungkin
  • Sedapat mungkin
  • Pertengahan dan tetap

Bukan yang berat, tapi yang pertengahan, asal patut, ikhlas, tetap, dengan kemampuan kita.

Ramadlan adalah masa di mana kita membuktikan pada diri kita sendiri apa yang sesungguhnya mampu kita lakukan. Kalau kita mampu melakukan sebuah amalan di bulan Ramadlan artinya kita pun mampu melaksanakannya di bulan lain. Yang penting tetap dan ikhlas.

Berbekaskah hasil ibadah Ramadlan?Masih gencarkah beribadah, menghalau godaan bermalas-malasan atau sibuk dengan kesibukan bisnis dan pergaulan?

Amalan apakah yang ingin sahabat jaga, pertahankan dan lanjutkan dari ibadah Ramadlan kemarin?

Bagaimanakah sahabat ingin meningkatkan kedekatan dengan Allah?

Bagaimanakah sahabat ingin membangun investasi akhirat yang lebih besar lagi?

Semoga Allah jaga ibadah kita, agar selalu istiqomah.

Aamiin yra.

🌹🌹🌹

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s