Taqabalallahu Minna Wa Minkum. Taqabal Ya Karim. Bagaimanakah adab Iedul Fitri?

  
Sahabat blog tercinta,

Taqabalallahu minna wa minkum. Taqabal ya karim.

Berganti sudah Bulan Kemuliaan, Bulan Ramadlan, bulan penuh rahmah, maghfirah dan pengampunanNya.

Selesai sudah masa pelatihan iman kita, saat Allah menempa keteguhan hati, komitmen diri untuk menahan nafsu, membangun fokus ibadah seperti tujuanNya menciptakan kita.

Dimulai sudah kehidupan nyata, di mana syaithan dan iblis berkeliaran menggoda sampai ke aliran darah kita, di mana nilai ibadah sudah kembali ke nilai umum sepanjang tahun, sampai tiba Ramadlan kembali.

Mampukah kita tetap menjaga iman? Tetap fokus pada ibadah, dan tetap mengingatNya di saat berbaring, duduk dan berdiri?

Di sinilah tantangan yang Allah berikan. Surga tidak mudah, kawan.

Hari ini marilah kita rayakan dulu Perayaan Kemenangan Iedul Fitri yang Allah berikan pada kita. Hari lulus-lulusan tahunan. Perayaan lulus masa pelatihan intensif satu bulan.

Semoga semua dosa kita telah digugurkanNya, semoga semua amal ibadah telah mendapat ridloNya, dan semoga sebuah rumah di surga telah kokoh menanti.

Taqabalallahu minna wa minkum, taqabal ya karim.

Aamiin yra.

🌹🌹🌹

ADAB-ADAB DI HARI ‘IEDUL FITHRI 

🌹 Mandi sebelum berangkat shalat

🌹 Memakai pakaian terbaik dan minyak wangi. Untuk wanita dilarang memakai wewangian dan hanya boleh dipakai untuk suaminya.

🌹 Menyantap makanan sebelum berangkat shalat Idul Fitri. Adapun pada hari raya Idul Adha disunnahkan untuk tidak makan terlebih dahulu sebelum pelaksanaan sholat.

🌹 Pergi menuju lapangan tempat pelaksanaan shalat Ied. Lebih utama melaksanakan sholat Ied di tanah lapang ketimbang di masjid. Karena Rasulullah tidak pernah melaksnakan sholat Ied di dalam masjid kecuali saat hujan. Namun dibolehkan untuk melakukannya di masjid bila tidak menemukan tanah lapang.

🌹 Bagi kaum wanita dan anak-anak dianjurkan keluar menuju tanah lapang, untuk menghadiri sholat Ied dan mendengarkan khutbah.

🌹Mengeraskan Takbir Ketika Berjalan Menuju Lapangan Tempat Shalat ‘Ied

🌹 Melaksanakan Sholat Ied

🌹 Mendengarkan khutbah

🌹 Mengambil jalan lain ketika berangkat dan pulang

🌹 Dianjurkan berjalan kaki sampai ke tempat shalat dan tidak memakai kendaraan kecuali jika ada hajat. 

🌹 Tidak ada Shalat Sunnah Qobliyah ‘Ied dan Ba’diyah ‘Ied

🌹 Mengucapkan selamat hari raya: “taqabbalallahu minna wa minka” / “taqabbalallahu minna wa minkum.”

🌹 Menjawab ucapan selamat idul fitri, dengan ucapan yang sama : “taqabbalallahu minna wa minka” / “taqabbalallahu minna wa minkum.”

🌹Bersenang-senang dan bergembira dengan mengadakan pesta atau permainan yang halal/mubah.
⛔ Peringatan ❗
🌹 Hindari ikhtilat (bercampur baur) atau berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram. Karena hal tersebut termasuk hal yang diharamkan secara syar’i berdasarkan sabdanya:

“Andaikata kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya”. 

(HR. Ar-Ruyany dalam Musnadnya no.1282, Ath-Thobrany 20/no. 486-487 dan Al-Baihaqy dalam Syu’abul Iman no. 4544 dan dishohihkan oleh syeikh Al-Albany dalam Ash-Shohihah no. 226)

Demikian semoga bermanfaat.

📝 Oleh : Abu Syamil Humaidy 

🌹🌹🌹🌹

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s