Hiduplah seakan setiap bulan adalah bulan Ramadlan dan setiap hari adalah hari Jumat. Semoga ajal menjadi Idul Fitri

  

Rasulullah saw bersabda, “Bila hari terakhir bulan Ramadhan tiba, maka menangislah langit, bumi, dan para malaikat karena musibah menimpa umat Muhammad SAW.”

Rasulullah ditanya, “Musibah apakah itu ya Rasulullah? Nabi menjawab, “Perginya bulan Ramadhan, karena di bulan Ramadhan itu semua doa diijabah, semua sodaqah diterima, semua kebaikan dilipatgandakan pahalanya dan siksaan dihentikan.” (Diriwayatkan dari Jabir).Bersedihlah karena kita akan kehilangan keistimewaan diatas, kehilangan kenikmatan beribadah, saat kita tarawih bersama para tetangga, saat berbuka dan sahur bersama keluarga.

‘Alaa kulli haal, mari kita berdoa dan bermunajat dengan doa perpisahan bulan Ramadhan seperti yang diungkapkan  oleh Imam Zainal Abidin al-Sajjad cicit Rasulullah SAW yaitu:

“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan puasa kami saat ini sebagai puasa yang terakhir dalam hidup kami. Sekiranya Engkau jadikan puasa ini sebagai puasa yang terakhir dalam hidupku, maka jadikanlah puasa kami sebagai puasa yang dirahmati, dan janganlah Engkau jadikan sebagai puasa yang hampa (ditolak).

Saudaraku…manfaatkan sisa ramadhan dengan sebaiknya, tamu agung itu belum pergi, jangan terlalu sibuk menyambut tamu lain (lebaran) yang belum datang.

Jika saatnya tiba nanti, barulah kita berucap “wadaa’an yaa syahro romadhon, selamat tinggal bulan kemuliaan.”

Kiriman Citra Muslim Roesli, YKM FEUI.

🌹🌹🌹🌹

Sahabatku,

Dalam Ramadlan yang tadinya tak pernah berpuasa rajin berpuasa. Yang tak shalat mau merasakan tarawih. Yang jarang sedekah merogoh saku untuk berbagi.

Seperti juga hari Jumat, yang tak shalat wajib mau ikut shalat Jumat. Yang tak pernah mengikuti pengajian mau sabar mendengar khutbah Jumat.

Kini Iedul Fitri hampir tiba. Ada rasa gembira karena sebentar lagi kita lulus-lulusan dari masa pelatihan bulan Ramadlan. Tapi sudahkah kita benar-benar menang? 

  • Apakah kemenangan kita sudah lebih baik dari tahun lalu? 
  • Apakah iman kita sudah lebih kuat? 
  • Sudahkah jiwa kita menjadi jiwa yang tenang? 
  • Sudahkah kita menjadi manusia yang dimaksud Allah sebagai manusia yang taqwa? Yang khusuk? Yang sabar?

Sudahkah kita layak merayakan Hari Kemenangan?

Sahabatku, 

Teruskanlah ibadah seakan setiap hari adalah hari Jumat dalam bulan Ramadlan. Karena Ramadlan bertujuan meningkatkan nilai kita sebagai manusia sampai ajal menjemput, bukan hanya dalam satu bulan.

Lanjutkan perjuangan karena masa pelatihan Ramadlan tak ada manfaatnya kalau kita tak mampu naik kelas dalam hidup.

Perkuat pertahanan iman karena setelah Ramadlan usai iblis dan setan akan kembali menggoda dan membujuk kita ikut bersamanya masuk api neraka.
Jagalah intimnya ibadah keluarga karena kita akan dimintai pertanggung jawaban atas mereka.

Ajaklah sebanyak-banyaknya orang untuk terus beribadah seperti di hari Jumat bulan Ramadlan, karena kemenangan mereka akan menambah kemenangan kita.
Semoga Allah menyambut kita dengan berlari saat kita berjalan tertatih-tatih menujuNya, mencari ridloNya.

Insya Allah kita layak merayakan Iedul Fitri. Dan Insya Allah ajal kita akan menjadi Iedul Fitri yang sesungguhnya bagi kita semua, saat kemenangan kita mendapat ridloNya.

Aamiin yra.

🌹🌹🌹

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s