Siap mudik? Jangan lupa adab perjalanan agar nilainya bertambah.

  
Sahabat blog tercinta,

Mudik adalah fenomena yang sangat khas Indonesia. Setiap tahun, sejak seminggu sebelum Idul Fitri sampai seminggu setelah Idul Fitri warga Jakarta berbondong-bondong pulang kampung. Perekonomian di sepanjang jalur mudik melonjak dan mencapai puncak tahunan. Banyak yang bekerja setahun penuh menunggu momen ini, momen kembali ke rumah penuh cinta di kampung. 

Nah agar nilai perjalanan mudik jadi lebih berharga, marilah kita simak beberapa hal di bawah ini. Tentu hal-hal di bawah ini berlaku untuk semua perjalanan, bukan hanya mudik.

Sebelum berangkat

🌹Memilih waktu

Dianjurkan memilih waktu hari Kamis dan pagi hari atau malam hari.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju perang Tabuk pada hari Kamis. Dan telah menjadi kebiasaan beliau untuk bepergian pada hari Kamis. HR Bukhari

Berjalanlah pada waktu malam karena bumi dijadikan lebih pendek pada waktu malam. HR Imam Abu Daud

🌹Berpamitan dan memohon doa selamat.

Apabila seseorang dari kamu akan bermusafir, hendaklah meminta izin kepada saudara-saudaranya, sebab sesungguhnya Allah menjadikan kebaikan pada doa mereka. Kitab al-Azkar Imam Nawawi

Tiga doa yg sangat mustajab; doa orang yang puasa, doa orang yang didholimi dan doa orang yang musafir. HR Bukhari, Ahmad dan Tirmidzi.

Dari Umar Bin Khattab r.a dia berkata : aku meminta izin kepada Nabi S.A.W untuk melaksanakan ibadah umroh dan baginda mengizinkanku serta bersabda: “Jangan engkau lupakan kami dalam doamu, wahai saudaraku”.

🌹Mencari minimal dua teman seperjalanan dan mengangkat pemimpin rombongan.

Jika tiga orang keluar untuk safar maka angkatlah salah satu di antara kalian sebagai pemimpin. HR Abu Daud

🌹Mencari mahram bagi perempuan.

“Jangan sekali-kali seorang lelaki berada di tempat yang sepi dengan seorang wanita, dan jangan sekali-kali seorang wanita safar (bepergian jauh), kecuali bersama mahramnya.”

Kemudian ada seorang lelaki berdiri seraya berkata, “Ya Rasulullah, aku sudah mendapat tugas dalam perang begini dan begini,sementara istriku pergi haji. Beliau lantas bersabda, ”Berangkatlah pergi haji berrsama istrimu.” HR Al-Bukhari 3006

Dalam perjalanan

🌹Doa perjalanan

Subhaanalladzii sakhkhoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniina wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibuun. Alloohumma innaa nas-aluka fii safarinaa haadzal birro wat taqwaa, wa minal ‘amali maa tardloo. Alloohumma hawwin ‘alainaa safaronaa haadzaa wathwi ‘annaa bu’dahu. Alloohumma antash shoohibu fis safari wal kholiifatu fil ahli. Alloohumma innii a’uudzu bika min wa’tsaa-is safari wa kaabatil mandhori, wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.

Maha suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan kami ini kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridlai. Ya Allah, berikanlah kemudahan kepada kami dalam perjalanan kami ini, dan dekatkanlah bagi kami jauhnya perjalanan. Ya Allah, Engkaulah yang bersama kami dalam perjalanan dan yang memelihara keluarga yang ditinggal. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan perjalanan dan dari pandangan yang menyedihkan dan tempat kembali yang tidak menyenangkan pada harta dan keluarga.

Pilihan lainnya adalah:

Ketika meletakkan kaki di pijakan: Bismillah, ketika sudah di atas kendaraan: Alhamdulillah. Kemudian:

Subhaanalladzii sakhkhoro lanaa haadzaa wamaa kunnaa lahuu muqriniina wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibuun. 

Maha suci Allah yang telah menundukkan bagi kami semua ini, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kepada Tuhan kami, kami akan kembali.

Al-hamdu lillaahX 3,Alloohu AkbarX 3. Subhaanaka innii qod dholamtu nafsii faghfirlii, fainnahuu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta.

Maha suci Engkau ya Tuhan, sesungguhnya aku telah berbuat aniaya terhadap diriku, maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau. (HR Tirmidzi)

🌹Diperbolehkan shalat jama, qashar dan shalat di atas kendaraan sesuai arah kendaraan berjalan.

🌹Tidak ada shålat sunnah kecuali shalat sunnah fajar, witir (Imam Nawawi).

🌹Apabila mendengar adzan, bergabunglah shalat bersama berjamaah di masjid yang dilalui.

🌹Boleh puasa atau tidak berpuasa.

Dari Ibnu Abbas ra: “Janganlah engkau mencela orang yang tidak puasa dalam perjalanan karena Rasulullah saw pernah puasa dan tidak puasa dalam perjalanan.” HR Muslim 1084

Tidaklah termasuk kebajikan puasa dalam perjalanan, apabila dengan puasa itu ia mendapat kesulitan karena perjalannnya jauh dan berat. HR Muslim 1085

Berbuka puasa dalam perjalanan adalah keringanan dari Allah. Siapa yang menggunakan keringanan itu baik, dan yang lebih suka puasa tidak berdosa. HR Muslim

🌹Mendoakan semua kota yang dimasuki.

🌹Bertasbih dan bertakbir sepanjang jalan

Jabir ra berkata, “Kami bertakbir ketika melewati jalan yang naik, dan bertasbih ketika melewati jalan yang turun”. HR Al-Bukhari

🌹Lama bertamu: 3 hari, dan tidak merepotkan.

“Menjamu tamu adalah tiga hari, adapun memuliakannya sehari semalam dan tidak halal bagi seorang muslim tinggal pada tempat saudaranya sehingga ia menyakitinya.” Para sahabat berkata: “Ya Rasulullah, bagaimana menyakitinya?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Sang tamu tinggal bersamanya sedangkan ia tidak mempunyai apa-apa untuk menjamu tamunya.” HR Muslim

🌹Tidak membawa anjing atau lonceng

Malaikat tidak akan menemani safar seseorang yang ditemani anjing dan membawa lonceng/alat musik. HR Muslim

Setelah tiba di tempat tujuan

🌹 Shalat dua rakaat di masjid

 Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , apabila beliau tiba dari suatu perjalanan pada waktu dhuha,beliau mendatangi masjid lalu mengerjakan shalat dua raka’at sebelum beliau duduk. HR Bukhari, Muslim dan Ahmad.

🌹Doa kembali dari perjalanan: doa perjalanan di atas ditambah:

Aayibuuna taaibuuna ‘aabiduuna lirobbinaa haamiduun.

Kami kembali, kami bertaubat, kami beribadat dan kepada Tuhan kami, kami memuji. HR Muslim

🌹Menginformasikan kepulangan

Jika salah seorang dari kalian datang dari suatu perjalanan, janganlah mengetuk pintu rumah istrinya hingga istrinya tersebut telah merapikan dan menyisir rambutnya. HR Muslim

Selamat mengadakan perjalanan. Mohon doanya ya, Semoga berkah. Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s