Saat berniaga terbaik

  
Sahabat blog,

Perniagaan dengan Allah adalah perniagaan terbaik yang tak pernah rugi. Allah menyatakan penawaranNya:

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (Faathir : 29-30)


“Sesungguhnyà Allah telah membeli dari orang-orang mü’min, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka dibunuh atau terbunuh. Itu yang menjadi janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al Qur-an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan, dan itulah kemenangan yang besar.” (At Taubah: 111)

“Ketahuilah, sesungguhnya barang dagangan Allāh itu mahal. Ketahuilah, sesungguhnya barang dagangan Allah itu adalah surga.” (HR. Al-Tirmidziy, dll; dan beliau menghasankannya)

Allāh membeli seorang muslim dengan surga, inilah karunia Allāh yang berlipat-lipat. 

Mega Bonus dari Allah: Ramadlan

Transaksi terbaik dengan Allah dilakukan pada bukan Ramadlan. Pada bulan inilah Allah memberi penawaran berlipat ganda kepada mereka yang menjalankan tugasnya di muka bumi, yaitu untuk beribadah. Jabir bin Abdullah mengisahkan bahwa Rasulullah saw bersabda: 

Pada bulan Ramadhan, umatku diberikan lima perkara tidak diberikan kepada seorang nabi pun sebelumnya. 

🌹Pertama, bila datang awal malam Ramadhan, Allah azza wa jalla melihat mereka. Dan barangsiapa dilihat oleh Allah, dia tidak akan mendapatkan azab selamanya.

🌹Kedua, bau mulut mereka di sore hari (saat puasa) lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak kesturi. 

🌹Ketiga, para malaikat memohonkan ampun untuk mereka siang dan malam. 

🌹Keempat, Allah azza wajalla telah menyuruh surga. Dia berfirman kepada SurgaNya itu, “Bersiap-siap dan berhiaslah untuk hamba-hambaKu. Sudah dekat waktunya mereka (hamba-hambaKu) itu beristirahat dari kesusahan dunia menuju rumah dan rahmat-Ku.”

🌹Kelima, bila telah tiba akhir malam (Ramadhan), Allah mengampuni dosa mereka semua.

Seorang sahabat bertanya, “Apakah itu yang dimaksud dengan Lailatul Qadar (malam keagungan)?” Jawab beliau, “Lain! Tidakkah kamu melihat para pegawai (buruh). Bukankah jika telah rampung pekerjaannya mereka disempurnakan gajinya (mendapatkan bonus)?” (H.R Baihaqi)

Nah, dalam hadits di atas jelas sekali bahwa Ramadlan adalah bulan “Mega Bonus” di mana Allah memberikan penawaran luar biasa, yang tak diberikanNya di bulan lain.

SUPER MEGA BONUS: Malam Lailatul Qadr

Dan di dalam bulan Ramadlan ada satu malam di mana penawaran Allah jauh lebih besar lagi, dan tak bisa didapatkan di saat-saat lain. Inilah malam kemuliaan, malam seribu bulan, Lailatul Qadr.

Barangsiapa berdiri (untuk) shalat pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan ihtisab (dengan keyakinan yang sempurna dan harapan yang ikhlas untuk memperoleh ganjaran), maka dosa-dosanya yang lalu akan diampuni (HR Bukhari Muslim -at Targhib).

Dari Anas ra berkata : “Ketika bulan Ramadhan tiba, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya telah tiba bulan ini di hadapan kalian yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Barangsiapa yang terhalang darinya, maka sungguh dia telah terhalang dari segala kebaikan. Dan tidaklah seseorang itu terhalang dari kebaikan, melainkan orang yang benar-benar terhalang (bernasib buruk).” (Hr. Ibnu Majah – at Targhib) 

Dari Anas ra berkata : Rasulullah saw bersabda , “Pada malam Lailatul Qadar, malaikat Jibril as turun ke dunia dengan sekumpulan malaikat lainnya, lalu berdoa memohonkan rahmat untuk setiap hamba Allah yang sedang berdiri shalat malam atau duduk sambil berdzikir kepada Allah. kemudian pada hari Idul Fitri Allah membanggakan mereka di hapadan para malaikat, lalu berfirman, “Wahai malaikat-malaikatKu, apakah ganjaran bagi orang yang telah menyempurnakan pekerjaannya?” Mereka menjawab, ‘Wahai Allah sepatutnyalah ganjaran yang penuh diberikan kepada mereka.’ Maka Allah menjawab . ‘Wahai malaikat-malaikatKu sesungguhnya hamba-hambaKu ini, laki-laki dan wanita telah menyempurnakan kewajiban yang diberikan ke atas mereka, kemudian mereka pun keluar menuju lapangan tempat shalat Idul Fitri dan meninggikan suara untuk kehormatan-Ku, ketinggianKu dan kedudukanKu yang tertinggi, pasti Aku akan mengabulkan doa orang-orang ini.’ kemudian Allah berfirman kepada manusia, ‘Kembalilah kamu sekalian , sungguh Aku telah mengampuni dosa-dosa kalian dan menggantikan keburukan-keburukan kalian dengan kebaikan (hasanah).’ Rasulullah saw bersabda ‘Orang-orang itu pun kembali dengan memperoleh ampunan atas dosa-dosa mereka ” (Hr. Baihaqi – Syu’abul Iman) 

Kapankah Malam Seribu Bulan?

Dari Aisyah ra berkata : Rasulullah saw bersabda ” Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam yang ganjil pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan .” (Hr. Bukhari – Misykat) 

Dari Ubadah bin shamit ra, sesungguhnya ia pernah bertanya kepada Rasulullah saw mengenai Lailatul Qadar, maka Rasulullah saw menjawab : 

“Lailatul Qadar itu terdapat pada bulan Ramadhan, pada sepuluh yang terakhir, pada malam-malam yang ganjil atau malam ke 21, 23, 25, 27 , 29 atau malam terakhir Ramadhan. Siapa saja yang berjaga malam untuk beribadah dengan iman dan berniat mengharapkan pahala di malam itu , maka diampunilah segala dosa-dosanya yang telah lalu. 

Diantara tanda-tanda Lailatul Qadar itu adalah malam itu terasa sunyi, sepi , penuh ketenangan, serta bercahaya, tidak panas dan tidak dingin seolah-olah bulan yang memancarkan cahaya terang. pada malam itu bintang-bintang di langit tidak kelihatan memanah (syetan-syetan). Keadaan ini tetap demikian hingga datangnya shubuh. 

Tanda-tanda lain ialah matahari akan naik tanpa memancarkan cahaya terang, muncul seolah-olah bulan purnama. pada hari itu Allah mengharamkan syetan naik bersama matahari.” (Hr. Ahmad , Baihaqi – Durrul Mantsur) 

Doa apa yang harus dibaca?

Dari Aisyah ra berkata : Aku bertanya “Wahai Rasulullah , seandainya aku mengetahui Lailatul Qadar, doa apakah yang harus kubaca?” 

Rasulullah saw bersabda, Katakanlah “Allahumma innaka ‘affuwwun karim tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” (artinya : Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Engkau menyukai sifat Pemaaf , maka maafkanlah aku)” (Hr. Ahmad, Ibnu Majah, dan Tirmidzi – Misykat) 

Di dalam kitab Nashaihud diniyyah disebutkan : 

Dan sungguh telah diriwayatkan sesungguhnya Nabi as bersungguh-sungguh di dalam bulan Ramadhan sebagaimana tidak sungguh-sungguh di bulan lainnya dan bersungguh-sungguh di sepuluh hari terakhir sebagaimana tidak sungguh pada hari lainnya di bulan Ramadhan.

Sahabat blog, kemuliaan pada malam Lailatul Qadr adalah ibarat piala kejuaraan yang Allah berikan kepada hambaNya yang rajin beribadah. Ibarat seorang pedagang, akan sulit memenangkan program mega bonus kalau sepanjang tahun tak pernah terjun langsung berdagang dan mempelajari seluk beluk berdagang. 

Jangan harap mendapat kemuliaan di satu malam tanpa mau tekun beribadah jauh-jauh hari.
Ingatlah bahwa Allah tak pernah salah janji. Kalau ingin mendapat kemuliaan, mendapat bonus super besar dariNya, mulailah fokus konsentrasi dari sekarang. Jangan tunggu malam ke27 untuk fokus sujud dan memohon padaNya. Jangan lupa itikaf di sepuluh malam terakhir.

🌹Apakah yang sahabat inginkan di dunia dan akhirat?

🌹Bagaimanakah sahabat dapat mulai menggapai ridloNya dan memohon dunia dan akhirat kepadaNya?

🌹Apa yang dapat dimulai hari ini?

Sumber: 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s