Berniaga dengan Allah: perniagaan yang tak kenal rugi.

  
Suatu hari aku belanja di Pasar Modern BSD, dan ketika aku harus membayar aku baru sadar bahwa dompetku tak ada dalam tas. Aku pun hampir mengembalikan apa yang aku beli, namun pedagangnya mengatakan, “Ambil saja, tidak apa-apa.”

Sungguh kaget aku dibuatnya. Bagaimana ia bisa untung kalau ia begitu baik. Namun aku kemudian sadar, sesungguhnya ia sedang bertransaksi, bukan denganku, tapi dengan Sang Pencipta.

Ketika masjid di lingkungan rumah kami sedang dibangun, material bangunan didapat dari sebuah toko bangunan. Pemiliknya mengizinkan material dibeli dengan hutang tanpa batas karena tahu material tersebut digunakan untuk masjid. “Tidak apa-apa. Aku banyak hoki meminjamkan untuk pembangunan masjid,” katanya. Lagi-lagi seorang Pedagang Kebaikan, bertransaksi dengan Sang Maha Kaya.

Investasi Kebaikan adalah investasi yang tak pernah rugi. Transaksi dengan Allah swt tak pernah mengecewakan karena janjiNya tak pernah salah. 

Apa yang kita jual, dan berapa harganya?

Dalam As Saf 10-13 Allah menyatakan penawaranNya:

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? [yaitu] kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan [memasukkan kamu] ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar.  Dan [ada lagi] karunia yang lain yang kamu sukai [yaitu] pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat [waktunya]. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman. QS As Saf 10-13

Diperkuat dalam:

“Sesungguhnyà Allah telah membeli dari orang-orang mü’min, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka dibunuh atau terbunuh. Itu yang menjadi janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al Qur-an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan, dan itulah kemenangan yang besar”. (At Taubah: 111)

Jadi di sini kita bisa melihat:

🌹Allah mengajak orang beriman, karena meskipun Muslim tapi kalau tidak beriman belum tentu ia mau menyerahkan segalanya hanya untukNya.

🌹Yang Allah minta adalah:

  • Beriman kepada Allah dan rasulNya
  • Berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa

🌹Yang Allah tawarkan sebagai “bayaran” adalah:

  • Ampunan dari dosa-dosa
  • Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.
  • Tempat tinggal yang baik dalam Surga Adn.
  • Keselamatan dari azab yang pedih

Di ayat berikutnya Allah memberikan contoh seperti yang terjadi dengan pengikut Nabi Isa as:

Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong [agama] Allah sebagaimana Isa putera Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku [untuk menegakkan agama] Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan [yang lain] kafir; maka kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang. QS As Saf 10-13
Di sini Allah menggambarkan bahwa orang yang menerima tawaran Allah menjadi penolong agama Allah akan menjadi pemenang.

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan solat dan menafkahkan sebahagian daripada rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. QS Fatir 29

Perumpamaan [nafkah yang dikeluarkan oleh] orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan [ganjaran] bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas [karunia-Nya] lagi Maha Mengetahui. (261) 

Di surat-surat di atas ini Allah memberikan tawaran juga untuk orang yang:

  • Membaca kitab Allah
  • Mendirikan shalat
  • Menafkahkan sebagian rizki dengan diam-diam atau terang-terangan

Dan bayaran yang Allah berikan adalah hal yang sungguh sangat mahal dan berharga: Surga.

“Ketahuilah, sesungguhnya barang dagangan Allāh itu mahal. Ketahuilah, sesungguhnya barang dagangan Allah itu adalah surga.” (HR. Al-Tirmidziy, dll; dan beliau menghasankannya)

Hal yang membatalkan penawaran Allah

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti [perasaan si penerima], mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak [pula] mereka bersedih hati. Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan [perasaan si penerima]. Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. 

Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan [pahala] sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti [perasaan si penerima], seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih [tidak bertanah]. Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir [4]. QS Al Baqarah 262-264
Hati-hati dalam surat ini Allah menyatakan apa yang membatalkan perniagaan ini:

  • Menyebut-nyebut pemberian dengan kata-kata yang menyakitkan hati

Kisah Utsman ra

Ketika kota Madinah ditimpa kemarau panjang, harga-harga barang keperluan di pasar mula meninggi. Sementara itu persediaan (stok) makanan semakin berkurangan. Di saat krisis seperti itu datanglah serombongan kafilah dagang dengan puluhan ekor unta yang membawa makanan, tepung, gandum, minyak zaitun, dan lain-lain dalam jumlah yang cukup untuk selüruh penghuni Madinah. Para pedagang mulai sibuk mencari siapa pemilik barang dagangan yang sangat diperlukan warga kota ini. Mereka segera menyambut barang tersebut dengan harapan mendapat kesempatan sebagai pengedar. Selidik punya selidik ternyata Utsman bin Affan RA iaitu menantu Rasulullah SAW itulah pemilik bahan-bahan makanan berharga tersebut.

Para pedagang tentu saja merasa gembira karena Utsman bin Affan RA termasuk hartawan yang jujur dan tidak pernah merugikan orang lain. Mereka segera menawarkan tawaran keuntungan kepada Utsman bin Affan RA.

“Saya siap memberi anda 4 persen,” kata salah seorang mereka. “Saya beri 5 persen!” “Saya 10 persen.” “Saya berani 20 persen,” kata mereka menawarkan pemberiannya. Utsman bin Affan RA tersenyum melihat tingkah laku para pedagang itu. Beliau berkata, “Saya akan menjualnya kepada pemberi keuntungan tertinggi.” “Berapa keinginanmu?” tanya para pedagang itu.

“Siapa yang dapat memberi 700 kali lipat akan aku berikan,” kata Utsman bin Affan RA pula.

Para pedagang itu terdiam semua karena terkejut dengan permintaan Utsman bin Affan RA. “Nah, para pedagang sekalian,” kata Utsman bin Affan RA, “Saksikanlah. Saya akan menjual barang- barang ini kepada Allah yang memberi pahala 700 kali lipat, bahkan berlipat ganda lebih dari itu. Tidakkah kalian dengar firman Allah SWT?”

Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat. QS Al Baqarah 265

Siapa yang mau perniagaan yang pasti untung? Yuk… Kita berniaga dengan Allah yuk.

Sumber-sumber: 

3 thoughts on “Berniaga dengan Allah: perniagaan yang tak kenal rugi.

  1. Kok gak bisa dibuka ysh mbak

    Sent from Yahoo Mail on Android

    From:”Indira Abidin’s Blog” Date:Fri, Jul 3, 2015 at 8:39 AM Subject:[New post] Berniaga dengan Allah: perniagaan yang tak kenal rugi.

    indiraabidin posted: ”   Suatu hari aku belanja di Pasar Modern BSD, dan ketika aku harus membayar aku baru sadar bahwa dompetku tak ada dalam tas. Aku pun hampir mengembalikan apa yang aku beli, namun pedagangnya mengatakan, “Ambil saja, tidak apa-apa.” Sungguh kag”

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s