Skip to content
Advertisements

Haid tak perlu menjadi halangan beribadah kalau tidak kita jadikan demikian

  
Kadang di bulan Ramadlan haid tidak diharapkan kehadirannya. Saat kita haid kita tidak shalat sehingga seringkali berdoa dan berdzikir pun ditinggalkan. Akhirnya haid dianggap sebagai penghalang untuk ibadah.

Haid adalah ketetapan Allah yang harus disyukuri setiap perempuan. Tentu ada hikmah di balik haid yang menjadi kebaikan bagi kita semua. Sesungguhnya haid tidak perlu menjauhkan hati kita dari mengingatNya. 

🌹 Shalat

Wanita haid dan nifas dilarang shalat dan tak perlu mengganti shalatnya. Namun bukan berarti kita tak bisa mendapat pahala di saat shalat. Kalau kita siapkan peralatan shalat untuk keluarga dan ikut berdoa di samping yang sedang shalat tentu kita mendapat pahala.

Di hari Iedul Fitri dan Iedul Adha Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada para wanita, termasuk yang haid, untuk keluar saat ied, lalu ikut bertakbir bersama kaum muslimin. Yang haid bisa duduk di belakang barisan shalat, tanpa ikut shalat.

🌹 Berpuasa

Wanita haid dan nifas juga dilarang berpuasa, dan wajib mengganti puasanya.

🌹 Berdzikir

Inilah ibadah yang dapat terus dijakankan wanita di saat haid dan tidak haid. Dzikir membuat kita terus dekat kepadaNya. Banyaklah berdzikir agar hati terus dekat kepadaNya. Tasbih, tahlil, takbir hendaknya terus membasahi bibir dan lidah kita.

🌹 Baca Quran

Dalam hal ini ulama berbeda pendapat. Ada yang mengatakan boleh, ada yang mengatakan hanya boleh sebagian, ada yang mengatakan dilarang. Yang terkuat adalah bahwa wanita haid boleh membaca Quran.

Seandainya wanita haidh terlarang membaca Al Qur’an, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menjelaskannya dengan penjelasan yang benar-benar gamblang, lalu tersampaikanlah pada kita dari orang-orang yang tsiqoh (terpercaya).

Para wanita di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sudah seringkali mengalami haidh, seandainya terlarangnya membaca Al Qur’an bagi wanita haidh/nifas sebagaimana larangan shalat dan puasa bagi mereka, maka tentu saja Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menerangkan hal ini pada umatnya.

Begitu pula para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetahuinya dari beliau. Tentu saja hal ini akan dinukil di tengah-tengah manusia (para sahabat). Ketika tidak ada satu pun yang menukil larangan ini dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka tentu saja membaca Al Qur’an bagi mereka tidak bisa dikatakan haram. Karena senyatanya, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melarang hal ini.

Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tidak melarangnya padahal begitu sering ada kasus haidh di masa itu, maka tentu saja hal ini tidaklah diharamkan

🌹 Umrah dan haji

Dalam riwayat Bukhari dan Muslim , dari ‘Aisyah, ia berkata:


“Aku pernah keluar, aku tidak ingin melakukan kecuali haji. Namun ketika itu aku mendapati haidh. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akhirnya mendatangiku sedangkan aku dalam keadaan menangis. Beliau berkata, “Apa engkau mendapati haidh?” Aku menjawab, “Iya.” Beliau bersabda, “Ini sudah jadi ketetapan Allah bagi kaum hawa. Lakukanlah segala sesuatu sebagaimana yang dilakukan orang yang berhaji kecuali thowaf keliling Ka’bah.”

Hadits Jabir bin Abdillah yang panjang tentang kisah haji Rasulullah. Di antaranya ia berkata:

Hingga ketika kami tiba di Dzul Hulaifah2, Asma’ bintu Umais melahirkan putranya yang bernama Muhammad bin Abi Bakr. Asma’ mengirim orang menemui Rasulullah untuk menanyakan, “Apa yang harus kuperbuat?” Rasulullah bersabda, “Mandilah dan tutuplah (tempat keluar darah nifas) dengan kain dan berihramlah.” (HR. Muslim no. 2941)

Wanita haid hukumnya sama dengan wanita nifas.

“Wanita nifas dan haid, bila keduanya mendatangi miqat, hendaknya keduanya mandi dan berihram serta menunaikan manasik seluruhnya selain thawaf di Baitullah.” (HR. Abu Dawud no. 1744 dan selainnya, dishahihkan dalam Shahih Abi Dawud)

Jadi wanita haid dapat melakukan semua ritual haji selain thawaf. Carilah kesempatan melakukan thawaf saat bersih dari haid. Bersihkan diri atau apabila benar-benar terpaksa dan tak dapat dihindarkan, mintalah solusi pada dokter kandungan. Ada obat yang dapat diminum untuk kebutuhan ini. Saya sendiri menghindari obat apapun, jadi ambillah solusi ini kalau benar-benar terpaksa. Kalaupun harus minim obat saya ambil yang tidak mengandung hormon.

Jadi, banyak sekali hal yang dapat terus kita lakukan agar kita terus merapat kepadaNya, meskipun dalam kondisi haid. Haid tak perlu menjadi halangan untuk ibadah kecuali kalau kita sendiri yang menjadikannya demikian.

Semoga Allah meridloi semua amal ibadah kita. Aamiin yra.

Sumber: 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: