Skip to content
Advertisements

Berdoalah saat semua doa dikabulkan di bulan Ramadlan

  
Sahabat blog,

Ada dua waktu setiap hari di bulan Ramadlan yang menjadi waktu baik untuk berdoa:

🌹1. Sepertiga malam terakhir.

Di waktu ini setap doa dikabulkan dan setiap shalat menjadi shalat yang diterima.

“Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya.” (HR Muslim no 757)

“Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata: ‘Siapa yang berdoa pada-Ku, aku akan memperkenankan doanya. Siapa yang meminta pada-Ku, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti akan Ku-ampuni’.” (HR Bukhari no 6321 dan Muslim no 758)

🌹2. Saat berbuka puasa

“Sesungguhnya bagi orang berpuasa itu ketika berbuka (atau hampir berbuka) doa yang tidak akan ditolak.” (HR Ibn Majah, no 1753)

Itulah sebabnya di Mekkah dan Madinah, tengah malam sampai adzan subuh kabah penuh dengan jemaah. Shalat malam terus berlanjut. 

Di sore hari satu jam sebelum adzan maghrib jemaah menengadahkan tangan ke langit berdoa dengan syahdu bahkan sampai menangis.

Nah sayangnya di Indonesia kedua waktu itu tidak diisi dengan ibadah. Saat sahur semua sibuk menyaksikan tontonan TV, saat berbuka restoran ramai orang ngabuburit. Doa pendek dianggap cukup di saat yang seharusnya diisi dengan berbagai doa solusi hidup.

Sayang sekali kalau kebiasaan ini tak kita ubah. Kita akan kehilangan kesempatan emas untuk meminta bantuan Allah menghadapi berbagai permasalahan yang kita hadapi. Di satu sisi kita banyak mengeluh doa kita tak juga dikabulkan, di sis lain kita menyia-nyiakan kesempatan dikabukannya doa.

Bangun kebiasaan baru 

Marilah kita bangun kebiasaan baru:

🌹1. Sempatkanlah shalat tahajud sebelum sahur.

🌹2. Sempatkanlah berdoa sejam sebelum berbuka.

Awali dengan puji-pujian pada Allah swt dan shalawat pada Baginda Rasulullah saw. Tumpahkanlah berbagai keluh kesah, permohonan dan harapan yang selamai ini membebani pikiran, meresahkan jiwa. Jadikan dua momentum ini sebagai momen emas membersihkan hati dan jiwa. Sehingga setelahnya tak ada lagi keresahan dan kegalauan. 

Hati yang tenang, jiwa yang damai dan pikiran yang baik karena yakin Allah akan mengabulkan permohonan kita atau mengganti dengan yang lebih baik, akan menghasilkan tubuh yang sehat pula. Tubuh akan menikmati hasil pensucian jiwa. Sebaliknya tubuh akan sakit dengan jiwa yang galau dan pikiran yang resah.

Semoga perubahan kebiasaan ini dapat membawa kebiasaan mendasar bagi kebahagiaan kita yang sesungguhnya di dunia dan akhirat. Aamiin yra.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: