Ramadan: momentum emas membangun keimanan keluarga. Sudahkah kita manfaatkan?

 

 
Sahabat blog,

Salah satu doa yang selalu kita doakan setiap hari adalah agar suatu hari kita dapat kembali berkumpul dengan keluarga kita. Nah, bagaimana caranya kita dapat diizinkanNya berkumpul kembali dengan keluarga kita dalam surgaNya?

Allah berfirman bahwa ada dua kelompok keluarga yang akan berkumpul kembali nanti:

🌹1. Keluarga yang beriman 

Dan orang-orang yang beriman dan anak keturunan mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, maka kami pertemukan mereka dengan anak keturunan mereka, kami tidak menyia-nyiakan amalan mereka sedikitpun, setiap orang akan mendapat balasan sesuai dengan amal perbuatannya. [Surat At-Thuur : 21]

🌹2. Keluarga yang shalih

Surga-surga ‘Adn, mereka memasukinya bersama orang-orang sholih dari bapak-bapak mereka, isteri-isteri mereka dan anak keturunannya, dan para malaikat menyambut mereka dari setiap pintu surga. [Surat Ar-Ra’d : 23]

Nah marilah kita manfaatkan bulan suci Ramadlan untuk membangun keluarga yang sholeh dan beriman agar suatu hari kita dapat masuki surgaNya bersama-sama.

Ciptakan kegembiraan

Jadikanlah bulan suci Ramadlan sebagai bulan yang membawa arti dan kesan mendalam bagi anak-anak kita. Ada beberapa strategi untuk melakukan hal ini:

1. Selalu bergembira 

Ciptakan suasana gembira untuk beribadah  menikmati buka puasa, shalat Maghrib, Isa, tarawih, subuh bersama-sama. Di hari libur lengkapi dengan ibadah-ibadah lainnya. Bergembiralah menyambut setiap jadwal ibadah, mengingatkan pada keluarga betapa berharganya tiap detik Ramadlan.

Di rumah kami Ramadlan disambut gembira, kami sibuk merencanakan berbagai hal seru selama bulan Ramadlan. Hana, anak kami berusia 8 tahun, paling senang “mencicipi” berbagai masjid. Ia pun selalu menanti-nanti saatnya itikaf di mana ia bisa bermalam di masjid.

Ingat bahwa kegembiraan tidak selalu harus mahal. Bahkan makanan minuman sederhana untuk berbuka pun bisa menjadi sumber kegembiraan. Selalu jaga rasa, emosi yang positif, bahagia dan ceria dalam mengajak anak dan juga pasangan untuk menjalankan ibadah Ramadlan setiap saat.

Rabī’ Bintu Muawwidz radhiyallāhu ‘anhā mengatakan: 

Kami dahulu para shahābat berpuasa dan kami memerintahkan anak-anak untuk berpuasa. Kami buatkan mainan bagi mereka mainan yang terbuat dari kain wol.” (kalau salah seorang anak menangis maka kami berikan mainan tersebut sampai mereka lupa/lalai sehingga datang waktu berbuka puasa). HR. Bukhari

2. Jaga kebersamaan

Usahakan agar kita dapat fokus pada keluarga di bulan ini agar keluarga dapat mengenang bulan ini dengan memori yang menyenangkan. Jangan padati bulan Ramadlan dengan kegiatan di luar rumah meniggalkan anak berbuka dan beribadah sendiri. Apabila ayah terpaksa tak dapat hadir, usahakan bunda hadir menemani anak berbuka dan menyemarakkan suasana ibadahnya. 

Dalam kebersamaan inilah kita dapat perlahan-lahan memperkenalkan manfaat ibadah Ramadlan, pintu surga Ar Rayan dan hal-hal lain yang dapat menarik hati anak untuk tekun beribadah selama bulan Ramadlan. Jangan hanya berikan keistimewaan ini pada guru les. Inilah sesungguhnya masa-masa menanam investasi akhirat, berupa anak sholeh/sholehah dan ilmu yang bermanfaat.

3. Apresiasi 

Berilah pujian pada anak dan pasangan atas prestasi dan ibadah-ibadah yang berhasil mereka lakukan. Ingatkan apa yang masih kurang tanpa harus mengkritik apalagi menyakiti hati.

Setiap apresiasi terhadap proses yang dilakukan akan sangat berharga memberikan dorongan untuk beribadah lebih baik lagi. Jangan apresiasi hasil, perbanyak apresiasi pada proses. Ingatlah.. Small things matter.

4. Mulai dari yang paling mudah

Jangan jadikan Ramadlan sebagai bulan yang sulit. Kalau belum pernah puasa sama sekali di tahun sebelumnya mungkin akan sulit untuk berpuasa penuh bagi anak. Mulailah dengan puasa setengah hari, atau berbuka dua kali, agar anak merasa mudah. 

Demikian pula dengan baca Quran. Tak harus langsung khatam satu bulan. Yang penting ada kemajuan dari tahun lalu.

5. Daftar dan checklist

Buatlah daftar kegiatan rutin setiap hari di bulan Ramadlan. Sahabat bisa lihat blog post di bawah untuk mendapat ide menyusun daftar:

Susun bersama agenda Ramadlan ini agar semua anggota keluarga menyepakati semua rencana kegiatan dan bersama-sama mengisinya sebagai kegiatan keluarga. Sekali lagi apresiasi prosesnya agar semua anggota keluarga merasa semangat mengevaluasi rencana ini dan membuat perbaikan setiap hari.

Tanggung jawab kalau pasangan atau anak tak mau beribadah

Mendidik anak adalah amanah yang tidak mudah. Bersungguh-sungguhlah berusaha. Amalan baik anak akan sampai kepada orang tua sampai di akhirat nanti. Amalan buruk akibat lalainya kita mendidik di saat anak kecil, atau mengajak pasangan untuk tekun beribadah, harus dipertanggungjawabkan nanti. Berhati-hatilah.

Kalau kita sudah berusaha semaksimal mungkin dan anak atau pasangan tetap tidak mau menjalankan ibadah di jalanNya, tak mau berusaha masuk ke dalam surgaNya, jangan merasa bersalah. Bahkan Nabi Nuh dan Nabi Luth pun tak dapat menyelamatkan keluarganya dari azab Allah.

Pertanyaannya,

🌹 Apakah kita benar-benar sudah maksimal mengajak keluarga kita tekun beribadah?

🌹 Apakah kita sungguh-sungguh sudah menyusun strategi jitu memanfaatkan momentum Ramadlan untuk membangun keimanan keluarga?

🌹 Apa lagi yang dapat kita lakukan agar waktu keluarga lebih optimal dimanfaatkan dalam meraih surgaNya?

🌹 Apa lagi yang dapat dilakukan untuk mendoakan keluarga di bulan suci ini agar seluruh anggota keluarga selamat dari api neraka, azab dunia dan akhirat?

🌹 Apa lagi yang harus kita evaluasi agar Ramadlan ini keluarga kita bersama-sama satu langkah lebih dekat kepadaNya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s