Dulu aku ingin mengubah dunia, sekarang aku sadar, aku harus mengubah diriku sendiri.


🌹Dulu …

Aku sangat kagum pada manusia cerdas, kaya, dan yang berhasil dalam karir. Hidup sukses dan hebat dalam dunianya.

Sekarang …

Aku memilih untuk mengganti kriteria kekagumanku.

Aku kagum dengan manusia yang bijaksana. Sekalipun kadang penampilannya begitu biasa dan bersahaja.

🌹Dulu …

Aku memilih marah кetika merasa harga diriku dijatuhkan oleh orang lain yang berlaku kasar padaku dan menyakitiku dengan kalimat-kalimat sindiran.

Sekarang …

Aku memilih untuk banyak bersabar san memaafkan.

Karena aku yakin ada hikmah lain yang datang dari mereka ketika aku mampu untuk memaafkan dan bersabar.

🌹 Dulu …

Aku memilih mengejar dunia dan menumpuknya sebisaku.

Ternyata aku sadari kebutuhanku hanyalah makan dan minum untuk hari ini.

Sekarang …

Aku memilih untuk bersyukur dan bersyukur dengan apa yang ada dan memikirkan bagaimana aku bisa mengisi waktuku hari ini, dengan apa yang bisa aku lakukan/perbuat dan bermanfaat untuk agama dan sesamaku.

🌹 Dulu …

Aku berpikir bahwa aku bisa membahagiakan  orang tua, saudara dan teman-temanku jika aku berhasil dengan duniaku.

Ternyata yang membuat mereka bahagia bukan itu, melainkan ucapan, sikap, tingkah dan sapaanku kepada mereka.

Sekarang …

Aku memilih untuk membuat mereka bahagia dengan apa yang ada padaku.

🌹 Dulu …

Fokus pikiranku adalah membuat rencana-rencana dahsyat untuk duniaku,

Ternyata aku menjumpai teman dan saudara-saudaraku begitu cepat meninggalkan dunia Ini.

Sekarang …

yang menjadi fokus pikiran dan rencanaku adalah bagaimana agar hidupku dapat berkenan dan bermanfaat bagi sesama jika suatu saat diriku telah tiada
•» Τak ada yang dapat menjamin bahwa aku dapat menikmati teriknya matahari besok.

•» Τak ada yang bisa memberikan jaminan bahwa aku masih bisa menghirup nafas esok hari.

Kiriman: Eddy Suwito, alumni Qi

🌹🌹🌹🌹🌹

Sahabat blogger,

Mendapat kiriman kanker dari Allah swt benar-benar telah menyadarkanku bahwa dunia ini sementara.

Bahwa waktu untuk mempersiapkan Hari Akhir sangat terbatas. Bahwa rasa marah, benci, kesal dan tidak terima sangat tidak bermanfaat, bahkan merusak, missi kita di muka bumi.

Marilah manfaatkan setiap detik dalam hidup kita untuk berbuat kebaikan, untuk melayani Allah melalui umatNya.

Jangan sampai kita merugi, karena Allah sudah ingatkan masalah keterbatasan waktu.

🌹Apakah yang dapat kita perbaiki mulai hari ini agar kita dapat lebih mempersiapkan hari akhir?

🌹 Apa lagi yang dapat kita lakukan untuk memanfaatkan sisa hidup untuk mengejar ridloNya dan meraih kebahagiaan abadi?

🌹 Apa yang harus kita hentikan mulai saat ini untuk mencapai kebahagiaanand abadi bersamaNya ketika saatnya tiba?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s