Sudahkah kita rutin memberi makan orang yang berbuka puasa? 

  

 
Hanya di Sudan Rebutan Menjamu Orang Berbuka Hampir Berakhir di Pengadilan Muslimina ..

Aneh tapi nyata, itulah mungkin yang ada di benak para pembaca saat melihat judul di atas. Aneh karena tidak ada di Indonesia, nyata karena memang terjadi demikian di negeri Sudan di bulan Ramadhan ini.

Di saat masih banyak orang berebutan makanan di Indonesia, orang malah berebut memberi makanan di Sudan. Bukan karena mereka lebih kaya, tapi mereka lebih mengetahui keutamaan bulan Ramadhan ini. Umat Islam berlomba berbuat kebaikan di bulan Ramadhan. Bukan hanya amal ibadah seperti shalat dan tilawah Al-Quran, tapi juga dengan membantu sesama.

Peristiwanya terjadi di kota Kamilin, negara bagian Aljazirah, Sudan. Pengadilan kota Kamilin menerima laporan kasus yang sangat aneh, yaitu persengketaan antar warga dalam masalah menentukan siapa pihak yang menjamu orang-orang yang berbuka puasa.

Satu pihak menuduh pihak kedua telah mencuri tetamu yang sedang bersafar dengan cara menggiring para penumpang bis dan pengendara menuju hidangan berbuka yang mereka sediakan. Sehingga tempat hidangan yang lain sepi pengunjung.

Hal ini memancing terjadinya keributan mulut sesama warga yang berakhir dengan pelaporan ke pengadilan. Namun demikian hakim menolak menangani kasus ini, gantinya hakim memberikan ceramah tentang sejarah kebaikan rakyat Sudan dalam menjamu tamu.

Hakim meminta kedua pihak bersengketa untuk bertoleransi dalam masalah menjamu orang berbuka, saling berbagi tamu, dan niat baik tidak berujung kepada perbuatan buruk.
Kebiasaan rakyat Sudan memang cukup aneh di bulan Ramadhan. Tidak ada kaum pria yang berbuka di dalam rumah. Para bapak dan anak laki-laki selalu menggelar tikar di jalanan bersama para tetangga dekat. Masing-masing membawa keluar hidangan berbukanya. Mulai dari bermacam minuman, makanan berbuka, hingga makanan berat tersedia di sepanjang jalanan. Jika menjelang maghrib, orang yang berlalu di dekat mereka harus ikut duduk dan berbuka puasa bersama mereka. (msa/dakwatuna)

Kiriman Kartika Riyandari, fasil akhwat 18

🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Sahabat blog tercinta,

Di saat rakyat Sudan sibuk bahkan berebut berbagi buka puasa bagi orang lain, rasanya sulit sekali mengumpulkan dana untuk memberi makan anak-anak yatim.

Lalu banyak pula yang mengeluhkan datangnya kaum dhuafa ke Jakarta untuk meminta-minta. Sudahkah kita memperhatikan kesejahteraan mereka di tempat mereka berada agar mereka tak merasa perlu datang ke Jakarta?

Di saat mereka berlomba-lomba membentangkan tikar untuk buka puasa bagi tetangga dan keluarga, untuk kemudian bersama menunaikan shalat Magrib, Isa dan tarawih, kita lihat berbagai jamuan mewah di mall-mall tanpa ada kesempatan shalat Magrib apalagi Isa dan tarawih.

Yuk, marilah kita ikut berlomba melakukan kebaikan, berbagi untuk mereka yang tak punya. Marilah kita raih kesejahteraan dengan mensejahterakan orang lain. Karena janji Allah tak pernah salah. Semua kebaikan akan dibalas kebaikan berlipat-lipat.

🌹Jadi, siapa lagikah yang akan kita jamin kesejahteraannya hari ini?

Dengan cara apa?

Kenapa hal itu penting bagi sahabat?

🌹Ini ada satu kesempatan:

Mau kasih makan pelajar Pesantren Yatim?20.000/anak/hari atau 600.000/anak/bulan. Silakan kirim ke Ustad Muchlis Nurdin 1320005351243@mandiri kode 008. Konfirmasi langsung ke beliau: +62 811 129804.

Bisa sebagai fidyah atau zakat ibnu sabil.
Semoga Allah meridloi semua amal ibadah kita semua. Aamiin 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s