Kesibukan mempelajari dan mengamalkan Al Quran akan menjadi penyelamat di akhirat. 

  
Bulan suci Ramadlan bukan hanya bulan untuk ibadah puasa, tapi juga bulan Al Quran.


“Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” QS Al-Baqarah 2:185

Dalam ayat itu jelas Allah mengatakan bahwa Bulan Ramadlan adalah bulan turunnya Al Quran yang menjadi pemandu dalam hidup kita. Maka inilah juga saatnya bagi kita untuk benar-benar mendalami kembali Al Quran agar hidup kita selalu ada dalam jalan yang benar.

Bagaimanakah kita harus mendalami Al Quran?

🌹 1. Menyibukkan diri dengan Al Quran.

Dalam sebuah hadits qudsi Allah SWT telah berfirman, ”Barangsiapa yang disibukkan dengan Al Qur’an dan berdzikir kepadaKu, hingga tidak sempat meminta kepadaKu, maka aku akan memberikan apa yang terbaik yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta. Dan keutamaan firman Allah atas perkataan makhluk-Nya adalah seperti keutamaan Allah atas semua makhluknya.” HR. Turmudzi.

“Disibukkan dengan Al Quran” artinya menjadikan Al Quran sebagai kesibukan kita yang utama. Sibuk membaca, sibuk mempelajari dan sibuk mengajarkan Al Quran serta mengesampingkan kesibukan lain dalam keseharian kita, akan membuat kita menjadi manusia yang dilimpahi karuniaNya.

Para ulama terdahulu memutus sementara hubungan dengan masyarakat khusus untuk mempelajari kembali Al Quran. 

Banyak yang bilang mereka terlalu sibuk mencari uang atau mengurus keluarga sehingga tak sempat, tak ada waktu untuk Al Quran. Padahal dengan menyibukkan diri dengan Al Quran di tengah kesibukan lainnya kita akan banyak mendapat kemudahan dan keberkahan dalam mengerjakan hal-hal lainnya.

Saat membaca Al Quran otomatis kita meminta berbagai hal urusan dunia dan akhirat dengan doa terbaik sesuai panduanNya.

Nah, sudah sibukkah kita dengan Al Quran? Sudah seriuskah kita mendalaminya? Sudah seringkah kita mengajarkannya kembali?

Bagaimanakah kita dapat meningkatkan keseriusan kita mempelajari Al Quran dan mengajarkannya pada yang lain?

Bagaimanakah kita mendasari kegiatan kita sehari-hari dengan Al Quran? 

Mampukah pemahaman kita menjauhkan kita dari keburukan, maksiat, hal-hal yang tak bermanfaat atau bahkan kekejian dan kejahatan? 

Mampukah kita mendapatkan berbagai jawaban dari berbagai permasalahan kita dari permasalahan-permasalahan kita?

Kalau di luar Ramadlan kita tak sibuk dengan Al Quran, setidaknya mulailah sibukkan diri dengan Al Quran di bulan Ramadlan. Program ODOJ (One Day One Juz) sangat baik untuk diikuti. Apalagi kalau bisa lebih dari 1 kali khatam. Lebih dari sekedar membaca, fahami artinya, selami pesan-pesan Allah yang relevan untuk hidup kita dan berbagilah dengan yang lain.

2. Mencari syafaat dengan Al Quran

Rasulullah bersabda: ”Puasa dan Quran itu nanti di hari kiamat memintakan syafaat seseorang hamba. Puasa berkata: Ya Allah, aku telah mencegah dia memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di siang hari, maka berilah aku hak untuk memintakan syafaat baginya.
Dan berkata pula Al Quran: Ya Allah, aku telah mencegah dia tidur di malam hari (karena membacaku), maka berilah aku hak untuk memintakan syafaat baginya. Maka keduanya diberi hak untuk memintakan syafaat.” (HR. Ahmad, Hadits Hasan) 

“Mencegah tidur di malam hari” dapat menjadi dasar bagi kita mendapat syafaat di hari akhir nanti.

Jadi mulailah mengatur jadwal sebaik mungkin untuk dapat melakukan hal ini. Kesampingkan dulu kesibukan malam untuk mengejar keutamaan ini.

🌹 3. Berusaha lebih baik dari yang lain

Rasulullah bersabda, “Tidak boleh hasad (iri) kecuali dalam dua perkara, yaitu: orang yang dikaruniai Allah Al-Qur’an lalu diamalkannya pada waktu malam dan siang, dan orang yang dikaruniai Allah harta lalu diinfakkannya pada waktu malam dan siang”. (Hadits Muttafaq ‘Alaih). 

Hadits tersebut menunjukkan bahwa kita harus berlomba-lomba dalam mempelajari dan mengamalkan Al Quran. Lihatlah contoh dari orang lain dan berusahalah untuk selalu lebih baik.

Jadikan keberhasilan orang lain dalam mengamalkan Al Quran sebagai motivasi positif yang memacu kita untuk terus mendalaminya.

Sahabatku semua,

Marilah kita evaluasi lagi kedekatan kita dengan Al Quran. Jadikan Ramadlan tahun ini lebih baik dari Ramadlan tahun lalu dalam hal pemahaman dan pengamalan Al Quran. Semoga Allah meridloi semua upaya kita ini, dan semoga kedekatan dengan Al Quran ini membawa kemuliaan dan kebahagiaan kita di dunia dan akhirat.
Aamiin.

Sumber: Berinteraksi dgn Qur’an Selama Ramadhan, oleh Ust Abdul Azis Abdur Rauf, kiriman Malikati Mahmudi, ODOJ fasil 21
💐💐💐💐💐

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s