Apa yang kau cari dalam hidup ini? Sudahkah kau temukan?

  
Sudah di gunung, pantai kau rindukan
Tiba di pantai, gunung yang kau inginkan
Saat kemarau, kau tanya kapan hujan
Diberi hujan, kering kau tanyakan.

Sudah tenang di rumah, pingin pergi
Begitu pergi, kau ingin ke rumah kembali
Sudah dapat ketenangan, keramaian kau cari
Keramaian kau temukan, ketenangan kau rindui.

Apa yang sebenarnya yang kau cari?
Belum berkeluarga, mencari istri/suami
Sudah berkeluarga, ngeluh anak belum diberi
Dapat anak, ngeluh lagi kurang rejeki.
Ternyata sesuatu tampak indah/ karena belum kita miliki.

Kapankah kebahagiaan akan kita dapatkan?, kalau yang belum ada selalu kita pikirkan
Sedang Yang sudah diberi Allah kita abaikan?
Bukankah telah banyak yang kau dapatkan.

Jadilah pribadi yang SELALU BERSYUKUR

Karena kesyukuran akan membuatmu subur
Mungkinkah selembar daun bisa menutup bumi?
Sedang itu tak bisa menutupi telapak tanganmu sendiri.
Tetapi saat selembar daun kecil itu kau tempel di mata
Maka bumi yang luas seperti tertutup semua.

Begitu juga bila hatimu ditutupi keburukan
Seolah-olah semua isinya selalu kejelekan, terlebih dengan sesuatu yang tak cocok denganmu.
Seluruh bumi seolah tak ada kebaikan
Padahal letaknya cuma hatimu yang ketutupan.

Jangan tutup matamu dengan daun kecil
Jangan tutup hatimu dengan kotoran secuil.
Syukuri nikmat Allah, meski kelihatan mungil
Terus istiqomah dengan sunnah maka kelak kau berhasil.

Bila buruk hatimu, buruk pula akhlaqmu
Bila tertutup hatimu, tertutuplah segala sesuatu.
Syukurilah semua apa yang ada padamu
Dari situ engkau memuliakan dirimu.

Belajarlah berterimakasih kpd Allah Tuhan mu,
Sebagai modal untuk meMULIAkanNYA.
Karena hidup adalah: “WAKTU yang dipinjamkan”
Dan harta adalah: “ANUGERAH yang dipercayakan.”
Kiriman Dewi Hanggraeni, WISE Group

🌹🌹🌹🌹🌹

Sahabatku,

Sudahkah kita bahagia mensyukuri apapun yang Allah tentukan untuk kita? 

Sudahkah kita merasa ikhlas dengan ujian yang diberikanNya bagi kita?

Karena susah, nikmat, sakit, sehat, sesungguhnya semua adalah ujian dan semua adalah karunia.

Katanya fakir dekat pada kafir. Tapi kaya pun banyak yang juga kafir dan lupa padaNya. Saat kekayaan diambil baru tobat datang, sehingga miskin menjadi karunia.

“Bermegah-megahan dengan harta telah mencelakakan kalian.” (QS. At Takatsur: 1).

Katanya sehat dan kuat dibutuhkan untuk beribadah. Buktinya banyak yang dalam sakit malah lebih rajin mendekat padaNya. Saat itulah sakit menjadi karunia.

Apapun yang diberikanNya, syukurilah, gunakan untuk ibadah sebanyak-banyaknya. Jangan sampai apapun yang ada pada kita masih diambilNya pula agar kita mau sujud merunduk tobat kepadaNya.

Dan jangan sampai kita menjadi manusia yang dilenakan olehNya dalam gelimang kenikmatan, melupakanNya. 

Semoga semua nikmatNya – apapun itu – sebanyak mungkin dapat menjadi ibadah dalam jalanNya, membuat setapak menuju surgaNya. Aamiin yra.

“Allahumma inni as-alukal huda wat tuqo wal ‘afaf wal ghina” 

Ya Allah, aku meminta pada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat ‘afaf dan ghina. (HR. Muslim no. 2721)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s