Sudah seberapa siap kita menyambut Ramadlan?

  

Tamu itu akan segera datang. Lantas apa sajakah yang sudah kita persiapkan? Jangan sampai semangat kita menurun dalam menjalankan ibadah Ramadhan karena kita sudah merasa Ramadhan hanyalah rutinitas biasa tiap tahun.

Ulama dulu berkata “seringnya berinteraksi bisa mematikan sensitivitas” dan bahayanya jika itu terjadi pada Ramadhan. 

Ramadhan bisa menjadi kuburan di hari kiamat bagi mereka yang tidak merasa bahwa Ramadhan itu istimewa. 
Dalam sebuah hadist Rasul bersabda:

“Sungguh celaka seseorang yang mendapatkan bulan ramadhan, kemudian berakhir bulan ramadhan tetapi dosanya tidak diampuni.” (HR. Tirmidzi)

Orang yang celaka itu adalah orang yang menyia-nyiakan bulan Ramadhan, tidak memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan.

Tujuh hari lagi tamu agung itu akan segera datang. Maka apa sajakah yang harus dipersiapkan untuk menyambutnya: 

1. Lakukan pemanasan

Karena Allah dalam QS 2:148 mengkiaskan ibadah itu ibarat perlombaan, fastabiqul khairat. Ramadhan itu olimpiade orang orang bertakwa. 

Layaknya kita akan memasuki sebuah pertandingan lari, maka kita harus melakukan pemanasan terlebih dahulu. Begitu pun dengan Ramadhan. 

Di 7 hari ini kita gunakan sebaik-baiknya untuk melakukan pemanasan dengan mulai membiasakan puasa sunnah, qiyamul lail, tilawah, perbanyak sedekah. 

Ramadhan itu sungguh berat. Jangan sampai semangat di awal dan kendor di tengah dan akhir. Jangan sampai acara-acara dunia malah melalaikanmu dari ibadah-ibadah yang harusnya diperbanyak di bulan Ramadhan.

2. Kuasai ilmu tentang Ramadhan

Apa makna ramadhan, keutamaannya, syaratnya, rukunnya, hal yang sunnah, makruh, yang membatalkan dan sebagainya.

Berilmu dulu baru beramal.

Janganlah mengikuti sesuatu yang tidak ada ilmunya. Qs Al Isra: 36

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy)

3. Fahami makna/substansi dibalik ibadah-ibadah di bulan Ramadhan.

Ramadhan adalah saat di mana Allah mengajarkan dan melatih kita menahan diri dari nafsu dalam 1 bulan sebagai bekal kita menghadapi dunia di sisa bulan yang lain. Ramadhan adalah madrasah langsung dari Allah. 

Analoginya kita pergi naik mobil tanpa menginjak rem sama sekali, maka kita tak akan sampai di tempat tujuan. Begitulah hidup jika tak pernah menginjak rem (menahan diri) maka jangan mengharapkan surga.

4. Perbanyak taubat dan istighfar

Untuk meringankan tubuh dan hati yang berat dengan dosa ini maka perbanyaklah istighfar karena dosa-dosa itulah yang menutup hati.

Disebutkan dalam Qs At Muthaffifin: 14, “sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.”

5. La Hawla wala Quwwata illah billah.

Jangan mengandalkan kemampuan, ilmu dan pengalaman sendiri. Sesungguhnya ibadah itu adalah taufik.

Adalah bumerang bagi orang yang terlalu percaya diri dengan ilmu dan pengalamannya!

Mohonlah kepada Allah agar dimudahkan dalam beribadah dibulan Ramadhan ini.

Doa indah Rasulullah:
“Ya Hayyu Ya Qayyum birahmatika astaghitsu, ashlih lii sya’ni kullahu walaa takilni ila nafsi thorfata ‘ain.”

“Wahai Dzat Yang Mahahidup lagi Maha Berdiri dengan sendiri-Nya. Dengan rahmat-Mu aku mohon pertolongan. Perbaikilah urusanku seluruhnya dan jangan Engkau serahkan aku kepada diriku walau hanya sekejap mata.”

6. Pasang target, buat jadwal, korbankan aktivitas dunia, dahulukan amalan-amalan akhirat. 

Ramadhan kali ini PRIORITAS kegiatan untuk AKHIRAT! 

Berlomba-lombalah dalam kebaikan, dalam beribadah.

7. Bangun perasaan khauf, takut kalau kalau tahun ini akan menjd Ramadhan terakhir kita

Orang yang merasa waktunya akan segera habis maka dia akan mengerahkan segala potensinya untuk beribadah. 
Dalam sebuah hadist dikatakan : 

“Jika engkau mengerjakan sholat, maka sholatlah seperti sholatnya orang yang akan berpisah (dengan dunia)”.

Semoga bermanfaat.

Mohon maaf lahir batin ❤️

M Fitriyadi, YKM FEUI.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Terima kasih peringatannya, Yadi.

Jadi sahabatku, sudah sesiap apakah kita menghadapi Ramadlan?

Yuk kita buat perencanaannya yuk..

Perencanaan Ramadlan

Semoga Allah meridloi semua amal ibadah kita. Aamiin yra.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s