Kehormatan diri kita yang sesungguhnya ada pada konsistensi mengejar ridloNya

  
Sahabat,

Konsisten mengejar ridloNya untuk menggapai surga memang tidak mudah. Hidup memang seperti permainan, kata Allah. Kalau kita ibaratkan seperti game di mana kita harus mendapatkan emas di ujung permainan, halang rintang nya memang banyak sekali. Maka Allah mengingatkan kita untuk mencari yang sholeh dan sholehah untuk meneladani kesabaran mereka.

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (Al Kahfi : 28).

Akan banyak tantangan yang kita hadapi. Kita akan merasakan lelah, mungkin kebingungan, bahkan frustasi. Di sinilah mencari pegangan dan tokoh teladan menjadi penting.

Bisa jadi Khalid bin Walid tidak pernah mengerti mengapa dirinya diganti dari posisi panglima perang yang demikian dihormati. Namun toh kehormatan dirinya tidak runtuh karena posisi itu tidak lagi dia miliki. Berbagai teladan ada di sekitarnya yang menguatkan kepeibadian dan jiwa besarnya sehingga hal sekecil kehilangan jabatan tak menggoyahkannya. 

Kita bisa saksikan betapa banyak perang terjadi karena hal yang sama dalam sejarah dunia, di berbagai negara.

Rasulullah dan para sahabat mengajarkan kita bahwa kehormatan diri kita terletak pada konsistensi menapaki kebenaran, konsisten menapaki jalan kebaikan, komitmen pada peraturan, keteguhan memegang keputusan.

Kehormatan diri bukan terletak pada posisi kita sebagai apa. Tidak menjadi apa-apa, tetap bisa dihormati. Kita terhormat karena karakter yang kuat, kita terhormat karena karya yang tiada pernah berhenti, kita terhormat karena kerja yang terus menerus, kita terhormat karena keteladanan, kita terhormat karena konsisten, kita terhormat karena kesabaran dan kesetiaan di jalanNya.

Sahabat blog ku,

Konsistensi sangatlah tidak mudah. Disiplin tidaklah mudah. Kadang manusia harus diberi sakit, diberi ujian dan musibah dulu baru mau membangun disiplin. Dan kadang setelah musibah hilang, disiplin pun turut hilang bersamanya.

Jadi jagalah diri sebaik mungkin untuk konsisten, menjaga hati, menjaga kata, menjaga karakter, menjaga kehormatan kita di mata Allah swt. 

🌹 Jadi, khusus untukmu sahabat, apakah yang harus sahabat lakukan untuk dapat menjaga konsistensi dan disiplin untuk selalu ada dalam jalanNya, mengejar ridloNya?

🌹 Apakah yang sahabat butuhkan agar sahabat dapat menghalau segala hambatan menuju surgaNya?

Terinspirasi tulisan tausyiah Ustad Anis Matta yang dikirim oleh Ukhti Triana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s