Jagalah diri dalam jalanNya, jadikan dzikir sebagai bagian nafas kita.

  
Sahabat blog tercinta,

Kita diciptakan hanya untuk beribadah, meraih ridloNya, menggapai surgaNya. Dalam perjalabannya memang ada saja tantangan yang menghadang. Ada sakit hati, ada rasa galau, apalagi malas dan terlena dengan kenikmatan dunia.

Saat kami baru pulang haji pun, saat saya dan suami mengikrarkan berbagai janji untuk rajin beribadah, ada saja hal yang membuat ikrar itu sulit terlaksana. Memang komitmen itu bukan hal yang mudah, apalagi kita punya musuh yang memang selalu menghadang. 

“Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah, mereka itulah golongan setan.” Al-Mujaadilah 19.

“Setan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan Allah.” Al-Ankabuut 38.

Segala tantangan ini harus kita lawan sesegera mungkin karena kalau tidak pelan-pelan jalan menuju Allah, dan kebahagiaan abadi, pelan-pelan akan samar dan kita akan makin dalam masuk ke dalam jalan yang sesat. Allah sudah mengingatkan dampak dari godaan yang melenakan ini:

🌹 Lupa diri 

“Janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.” Al-Hasyr 19

🌹 Hati yang membatu 

“Kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” Az-Zumar 22

Untuk itu jagalah selalu namaNya dalam hati, pikiran, mulut dan perbuatan. Berdzikir dengan rutin adalah salah satu cara untuk selalu ingat kepadaNya.

“Ingatlah Allah diwaktu berdiri, diwaktu duduk dan diwaktu berbaring.” An-Nisaa 103.

Mintalah pertolonganNya setiap detik dalam hidup kita. Setan dan iblis memang kuat. Mereka berumur jauh lebih panjang dari kita, bisa melihat kita tanpa kita bisa melihat mereka bahkan bisa merasuk ke dalam darah tanpa kita sadari. Cengkeramannya dalam hidup umat manusia saat ini sudah sangat kuat. Namun Allah Maha Kuat dan Maha Pelindung. Kita harus memohon perlindunganNya setiap saat dengan selalu mengungatNya.

“Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu.” Al-Baqarah 152

Yuk kita basahi mulut kita dengan selalu menyebut namaNya, menyinari hati kita dengan selalu mengulang dzikir untukNya. Setiap habis shalat sempatkan minimal dzikir istighfar, subhanallah 33x, alhamdulillah 33x dan Allahu akbar 33x, Al fatihah, Al Ikhlas, Al Falaq, An Nas, Ayat Kursi, shalawat. Lakukan dengan khusu tanpa memikirkan urusan dunia agar tubuh, pikiran dan perasaan benar-benar meresapi semua yang dibaca. Perhatikan naik turun nafas dan reaksi tubuh saat kita berdzikir. Yakinkan semua asmaNya masuk ke dalam aliran darah dan nafas kita.

Ulangi lagi setiap saat, apapun yang sedang kita kerjakan. Jadikan dzikir menyatu dalam nafas kita. Pelan-pelan hal ini akan menjadi kebiasaan yang menyatu dalam keseharian kita dan menjaga kita dalam jalanNya.

Insya Allah kita akan selalu sehat fisik mental lahir batin kalau berdzikir menjadi kesatuan dalam nafas kita.

Jadi, apakah yang dapat kita lakukan mulai hari ini untuk dapat menjadikan dzikir sebagai kesatuan dalam nafas kita?

Semoga hal ini dapat membangun jalan pertemuan kita dalam surgaNya nanti. Aamiin yra.

2 thoughts on “Jagalah diri dalam jalanNya, jadikan dzikir sebagai bagian nafas kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s