Wasiat Rasulullah saw: jaga shalat, jaga kata-kata, jauhi iri hati 

  
Seorang laki-laki mendatangi Rasulullah lalu mengatakan, “Berilah aku nasehat dengan ringkas! (dalam riwayat lain) Ajarilah Aku dengan ringkas!”

Lalu Rasulullah bersabda, 

🌹 “(1) jika kamu berdiri hendak melaksanakan shalat, maka shalatlah sebagaimana shalat orang yang akan pergi selamanya; 

🌹 (2) jangan kamu mengucapkan satu perkataan yang kamu akan meminta maaf karenanya pada esok harinya; 

🌹 (3) bertekadlah untuk tidak mengharapkan apa yang dimiliki orang lain.”

(HR. Ahmad, no. 23498 dan Ibnu Majah, no. 4171)

Tiga pesan yang pendek, sudah mampukah kita Jalankan?

🌹Shalat 

Kalau kita tahu shalat kita adalah shalat yang terakhir dan kita sadar bahwa kenikmatan hidup yang abadi benar-benar tergantung kualitas shalat kita, maka tentu kita akan berupaya sekeras mungkin dan minta waktu pada Allah untuk sebanyak-banyaknya menambah doa di dalamnya agar kita bisa selamat di akhirat nanti.

Shalat juga adalah pembersih, penyegar, penjaga agar hidup kita terus seimbang ada dalam jalanNya. Shalat yang benar-benar berkualitas juga akan membuat kita sehat lahir batin dan optimal dalam bekerja. 

Jadi, apakah yang dapat kita lakukan dengan lebih baik mulai hari ini untuk menjaga kualitas shalat, seperti kita melakukan shalat terakhir?

🌹Menjaga kata

Kata-kata yang terucap dan kemudian disesalkan pada umumnya adalah kata-kata yang muncul dari hati yang tidak enak, dan kata-kata yang tidak disaring.

Jadi, cobalah dua hal ini:

1. Selalu menjaga rasa. Jaga hati agar selalu penuh rasa syukur dan bahagia. Cukup tidur, shalat berkualitas, turut menjaga hati yang baik.

2. Saringlah kata-kata dengan tiga saringan:

  • Apakah hal itu benar, baik atau bermanfaat?

Kalau ya, sampaikan kata-kata itu. Kalau tidak, lebih baik tutup mulut.

Sahabatku, apakah hal yang dapat kita lakukan mulai hari ini untuk menjaga kata-kata kita agar tak ada sesal?

🌹Bersyukur, jauhi iri hati 

Syukurilah semua yang diberikanNya. Allah Maha Adil. Jadi apa yang tak menjadi milik kita tak perlu disesali. Allah pasti akan memberikan yang kita butuhkan pada saatnya.

Iri membebani jiwa dengan emosi negatif yang membawa penyakit. Bahkan kanker pun bisa datang dengan rasa iri yang terpelihara dan berakumulasi bertahun-tahun. Sungguh rugi, bukan? Untuk apa kita iri dan akhirnya mendapat berbagai gangguan penyakit akibatnya? 

Kata-kata kita pun akan sulit terjaga baik kalau ada hati yang penuh rasa iri. Reputasi tak akan terjaga baik. Jadi untuk apa iri?

Nah, apakah hal yang dapat kita lakukan mulai hari ini untuk menjaga hati dari rasa iri?

Semoga Allah jaga kita semua agar selalu dapat jalankanand tiga wasiat Rasulullah saw di atas. Aamiin yra.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s