Sudah taubat belum hari ini?

  

Ada seorang hamba yang berbuat dosa lalu dia mengatakan ‘Allahummagfirliy dzanbiy’ [Ya Allah, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa. Beramallah sesukamu, sungguh engkau telah diampuni.” HR. Muslim no. 2758

An Nawawi dalam Syarh Muslim mengatakan bahwa yang dimaksudkan dengan ‘beramallah sesukamu’ adalah selama engkau berbuat dosa lalu bertaubat, maka Allah akan mengampunimu.

An Nawawi mengatakan, ”Seandainya seseorang berulang kali melakukan dosa hingga 100 kali, 1000 kali atau lebih, lalu ia bertaubat setiap kali berbuat dosa, maka pasti Allah akan menerima taubatnya setiap kali ia bertaubat, dosa-dosanya pun akan gugur. Seandainya ia bertaubat dengan sekali taubat saja setelah ia melakukan semua dosa tadi, taubatnya pun sah.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17/75)

Setiap anak adam (manusia) berbuat kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yang bertaubat. [HR At Tirmidzi, no.2499 dan dihasankan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ Ash Shaghir, no. 4391]

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata: “Bertaubat dengan segera merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan dan tidak boleh ditunda. Setiap kali seorang hamba menunda taubat, berarti ia telah berbuat maksiat kepada Allah dan apabila ia sudah bertaubat dari dosa yang dilakukannya, maka tinggal kewajiban untuk bertaubat dari perbuatan menunda pelaksanaan taubat.”

Taubat mencakup:

🌹 1. Mengakui perbuatan dosa 

Jangan “ngeles” atau cari alasan pembenaran. Hati-hati. Lebih baik kita minta maaf, mohon ampun pada Allah kita belum mampu menjalankan sesuatu perintah atau menghindari sebuah larangan.

🌹 2. Ucapkan taubat 

Istighfar sesering mungkin. Lakukan setidaknya setiap habis shalat. Rasulullah saw melakukannya minimal 70x setiap hari. Hamba Allah yang sudah dijamin tempat tertinggi dalam surga pun mengucap istighfar 70x setiap hari, bagaimana kita?

Mohon ampun langsung, seketika setelah kita merasa melakukan sesuatu yang tidak diridloiNya. Shalat taubat dan sujudlah untuk memohon padaNya. Bertaubatlah selama kita masih bisa bertaubat, selama nyawa masih ada dalam raga. Karena kita tak pernah tahu kapan ia ditarik Pemiliknya.

🌹3. Jangan ulangi lagi 

Meskipun hadits di atas mengatakan Allah akan mengampuni semua dosa kita kalau kita bertaubat nanti, jangan berani-berani mengulangi lagi dosa ini. Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti, bahkan satu menit pun dari sekarang kita tak tahu. Umur kita sepanjang apa untuk punya waktu mohon ampun pun entah ada atau tidak. 

Setiap dosa menutup nurani dengan jelaga hitam yang membuatnya menjadi keras. Kalau sudah keras, ingat pun belum tentu untuk bertaubat.

Jadi kalau sudah diberi kemudahan dan petunjuk untuh taubat, jangan pernah ulang lagi.

Semoga taubat kita diterima. Dan semoga suatu hari kita masuk dalam surgaNya suci dan bersih.

Aamiin yra.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s