Membangun jiwa yang siap masuk dalam surgaNya

  

Manusia dikaruniai akal, ruh dan nafsu Oleg Allah swt, menjadikannya makhluk yang lengkap dan paripurna. Allah memberikan pilihan apakah kita mau memanfaatkannya untuk jalan taqwa atau fujur (keburukan).

“Jiwa manusia adalah pangkal kendali baik buruk  manusia secara keseluruhan. Allah telah mengilhamkan (memberikan kebebasan memilih) kepada jiwa manusia itu fujur atau taqwa” (QS. 91: 7 – 10).

Nafsu cendrung untuk fujur, dan ruh cendrung untuk takwa.

🌹 Mereka yang ruh nya lebih kuat daripada nafsu akan selalu berzikir mengontrol diri, sehingga jiwa pun selalu merasakan ketenangan untuk selalu berbuat yang terbaik. Jiwa – jiwa yang seperti ini di dalam alquran disebut dengan istilah nafsul muthma’innah.

🌹 Mereka yang sama kuat ruh dan nafsunya akan mengalami banyak konflik dan pertentangan batin. Jiwa – jiwa seperti ini di dalam al Qur’an disebut dengan  nafsul lawwamah atau nafsu yang selalu menyesali diri.

🌹 Mereka yang dikuasai oleh nafsu, akan memiliki jiwa yang mendorong keburukan.   Kondisi jiwa seperti ini dinamakan alQur’an sebagai nafsul amaratu bis su’ yaitu nafsu yang selalu menyuruh pada keburukan.

“Apakah engkau tidak perhatikan orang yang telah menjadikan hawa nafsu sebagai tuhannya. Apakah engkau akan dapat menjadi pelindungnya. Atau apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memehami? Mereka itu hanyalah seperti binatang ternak bahkan lebih sesat lagi.” Qs. Al Furqan: 43-44)

Kenapa binatang ternak?

Karena binatang ternak lebih rendah dari binatang liar. Mereka pemalas, makan  makanan yang sudah disiapkan tuannya. Beda dengan binatang liar yang harus berjuang bertahan hidup dan mencari makan.
Seburuk itulah perumpamaan yang Allah berikan untuk manusia yang dikendalikan hawa nafsunya. Mereka jatuh kemuliaannya dihadapan Allah, bukan sebagai mahluk terbaik lagi.

Mengobati hati dari dominasi nafsu.

Imam Ibnul Qoyim, dalam karyanya Ighatsatul Lahafan (1/16 – 17) menjelaskan bahwa ada 3 teori pokok untuk mengobati sesuatu yang sakit.

🌹 Membangun kekuatan.

  • Cari ilmu yang bermanfaat berdasarkan Al Quran dan hadits Nabi
  • Disiplin mengikuti nasehat menuju kebaikan 
  • Rajin melakukan amal Sholeh dan memperkuat iman
  • Disiplin menjalankan berbagai macam ibadah

Ilmu dan amal, merupakan nutrisi bagi hati manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis riwayat Bukhari, memisalkan ilmu sebagaimana hujan dan hati manusia sebagaimana tanah. Karena hati senantiasa butuh nutrisi berupa ilmu.

🌹 Melindungi jiwa dari keburukan 

  • Menjauhi segala perbuatan dosa dan maksiat 

Dosa dan maksiat adalah sumber penyakit bagi hati.

Sesungguhnya seorang hamba, apabila melakukan perbuatan maksiat maka akan dititikkan dalam hatinya satu titik hitam. Jika dia meninggalkan maksiat itu, memohon ampun dan bertaubat, hatinya akan dibersihakn. Namun jika dia kembali maksiat, akan ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar-raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya, (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.’ (HR. Turmudzi, Ibnu Majah dan sanadnya dinilai kuat oleh Syuaib Al-Arnauth).

🌹 Menghilangkan penyakit yang ada 

  • Banyak bertaubat, beristighfar, memohon ampunan kepada Allah.
  • Membayar kifarat/denda sesuai ketentuan
  • Meminta maaf dan memaafkan 


Orang yang bertaubat dari satu perbuatan dosa, seperti orang yang tidak melakukan dosa itu. (HR. Ibn Majah).


Sumber: Notulensi SIRUP (Siraman Ruhani Penyegar Iman) kiriman Ria Henny, group ODOJ fasil 21.

🌹🌹🌹🌹🌹

Sahabat-sahabatku,

Yuk kita jaga jiwa yang tenang dan kuat, yang selalu siap untuk pertemuan denganNya, yang bahagia dan membahagiakan siapapun yang ditemuinya.

Mens sana in corpore sano.

Jiwa yang tenang adalah jiwa yang sehat, yang tentu akan membangun pikiran yang jernih dan tubuh yang kuat. Semua akan mendukung makin banyaknya ibadah dalam jalanNya.

Kuncinya 3

  • Membangun kekuatan 
  • Melindungi dari keburukan 
  • Mengobati yang sakit

Apa lagi yang dapat kita lakukan dengan lebih baik mulai hari ini untuk membangun jiwa yang tenang dan kuat?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s