Gossip adalah cerminan dari yang menggosip, ibarat makan daging saudara sendiri

    
Assalamualaikum ww

Bismillahirrahmaanirrahiim

Sahabat blogger,

Sepertinya tiada hari berlalu tanpa ada pembicaraan tentang orang lain. Kalau yang dibicarakan adalah kebaikan orang lain, teladan dan pelajaran yang bisa diambil darinya, alangkah baiknya. Apalagi kalau kita sering-sering mendoakan orang lain bersama-sama. Wah… Semoga malaikat mengaminkan semua doa tersebut untuk semua yang mendoakan. 

Tapi kalau sampai kita bicara mengenai hal yang tidak disukai oleh “korban pembicaraan” alias menggosip, hati-hatilah, karena hal ini ibarat “makan daging saudara kita sendiri” atau menikam dari belakang. Kalau yang dibahas benar namanya ghibah, kalau tidak benar jadi fitnah. Yuk kita simak apa pesan Allah dan rasulNya dalam hal ini:

“Janganlah kalian menggunjingkan satu sama lain. Apakah salah seorang dari kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Bertaqwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah itu Tawwab (Maha Penerima taubat) lagi Rahim (Maha Menyampaikan rahmat).” QS Al Hujurat: 12

Ibnu Katsir rahimahullah berkata di dalam tafsirnya: 

“Di dalamnya terdapat larangan dari perbuatan ghibah.”

As Sa’di rahimahullah berkata di dalam tafsirnya: 

“(Allah) menyerupakan memakan daging (saudara)nya yang telah mati yang sangat dibenci oleh diri dengan perbuatan ghibah terhadapnya. Maka sebagaimana kalian membenci untuk memakan dagingnya, khususnya ketika dia telah mati tidak bernyawa, maka begitupula hendaknya kalian membenci untuk menggibahnya dan memakan dagingnya ketika dia hidup.”

Rasulullah saw bersabda:


“Tahukah kalian apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab: “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahuinya.” Nabi berkata: “Engkau membicarakan saudaramu dengan sesuatu yang dia benci.” Ada yang bertanya: “Bagaimana pendapat anda jika padanya ada apa saya bicarakan?” Beliau menjawab: “Jika ada padanya apa yang engkau bicarakan maka engkau telah mengghibahnya, dan jika tidak ada padanya apa yang engkau bicarakan maka engkau berbuat buhtan terhadapnya.” [HR Muslim (2589)]

Astagfirullahaladziim.

Yang kita tak sukai dari seseorang adalah cerminan dari apa yang tidak kita sukai dari diri kita sendiri. Jadi kalau kita menggosip perbuatan orang lain yang tidak kita sukai sesungguhnya kita sedang membahas apa yang tidak kita sukai dari diri kita sendiri. Menggosip membuat kita lega karena ada orang yang juga “buruk” seperti kita merasa diri “buruk” apalagi kalau dia lebih “buruk” dari kita, tentu hal itu sangat meringankan beban pikiran.

Jadi kalau ada satu hal yang kita tidak sukai dari orang lain, itulah saatnya kita harus merenung, apakah ada hal yang tidak kita sukai dari diri kita sendiri dalam hal itu? Mengapa? Bagaimana agar kita dapat memperbaiki diri dan mencapai apa yang kita inginkan? 

Orang yang tidak merasa nyaman dengan dirinya, banyak merasa kekurangan, akan menemukan kenikmatan dengan bergossip. Orang yang nyaman dengan dirinya, merasa penuh cinta dan merasa cukup dengan apa yang dimilikinya, tidak akan membutuhkan gossip.

Semoga kita benar-benar ikhlas membangun kecintaan terhadap diri kita, sekali lagi ikhlas menerima segala ketentuanNya bagi diri kita, sehingga gossip akan tergantikan dengan doa dan kata-kata baik bagi semua manusia lain.

Aamiin yra.

🌷🌷🌷🌷🌷

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s